Selamat sore, sayang. Sore ini aku hendak menyapamu dengan hangat, sehangat rasa sayang yang selalu saja kamu persembahkan untukku setiap harinya. Tanpa ego. Tanpa amarah. Kamu tentu saja masih ingat, sesaat sebelum tidur semalam kita sempat beradu pendapat, kamu mencoba meyakinkan aku yang hampir gamang. Walau menyisakan tangis di dalam hati, tapi ini belum termasuk pertengkaran kita yang hebat. Saling instropeksi sudah pasti. Tetapi, yang selalu kusukai ketika kita beradu pendapat ialah fakta bahwa kita tetap saja akan kembali lagi, tak lama setelah kita menjauh. Kembali saling menyayangi. Kembali saling mengkhawatirkan, walau kadang tersamarkan oleh gengsi. Ketika bangun pagi, hal pertama yang kulakukan ialah mengecek pesan darimu di handphoneku. Kalimat…
-
-
Surat Cinta untuk Ibu
Ibu, Ini aku, anak perempuanmu yang sudah besar tapi belum bisa apa-apa. Ibu, Jika aku tak sepaham denganmu, bukan berarti aku tak sayang padamu. Aku hanya ingin kau memahami jalan pikiranku. Jika aku diam, bukan berarti aku menyembunyikan sesuatu dan tak ingin bicara padamu. Aku hanya tak ingin membuatmu khawatir. Jika aku menolak, bukan berarti aku tak menurut padamu. Aku hanya belum sanggup melakukan apa yang kau mau. Ibu, Maafkan aku. Maaf, karena di usiaku sekarang, aku belum bisa membahagiakanmu. Kadang aku merasa masa kecilku justru membuatmu lebih bahagia dengan nilai-nilai sekolahku yang menjulang. Tak seperti sekarang. Maaf karena di saat kau berulang tahun yang ke-50 hari kemarin, aku belum…
-
Dari Akar kepada Pohon
Di sela rintik hujan yang mengiringi kita. Kau datang tiba-tiba, berhembus lembut bagaikan angin yang menerpa wajahku. Tiba-tiba pula kau mengusikku dengan kehadiranmu. Semua tentangmu serba tiba-tiba. Kau pun tak hanya membuatku terusik, tapi juga menggangguku sangat. Kau layaknya pohon yang rapuh. Daunmu kering dan layu. Tak lagi hijau namun menguning. Batangmu pun rapuh dan hampir patah sedikit demi sedikit. Akarmu tak lagi bisa menjangkau di mana air yang kau butuhkan berada. Tak ada gairah untukmu hidup. Kau yang sedang kehausan dan membutuhkan penopang yang kuat untuk mempertahankan hidupmu. Kau begitu memprihatinkan bagiku. Menyedihkan. Aku tak kuasa melihat semua ini. Kondisimu yang tak mampu untukku menatapmu dalam-dalam. Tapi, kuikhlaskan, untuk…
-
Semoga Kali ini Baik
Di antara sunyi aku menyatukan tiap kata yang mungkin tidak akan berani aku utarakan sambil menatap matamu. Ah, mungkin bagimu surat menyurat seperti ini adalah hal konyol dan menggelikan, tapi entah kenapa kali ini, jemariku bersemangat memecah namamu menjadi tiga paragraf pelahir rona di pipiku yang masih terasa perih. Harusnya surat ini aku kirim dua hari lalu, biar pas diterima 60 hari setelah sapa pertama kita di dunia maya. Aku masih ingat pakaian yang kamu kenakan saat pertama kali berjumpa, kaos warna khaki dan celana jeans yang membuatku kecil hati karena ukuran pahamu ternyata lebih kecil dari milikku. Namun ada satu hal yang tidak akan bisa aku lupa, binar di…
-
Cintailah Aku Karena Allah
Berkah dalem mas. Apa kabarmu di sana sayang? Kupastikan kau di sana sama dengan diriku, sehat tak kurang apapun. Jelaslah rindu ini yang membuatku ingin menyampaikan setiap kata dengan pena cinta yang ku miliki. Ku pun yakin, kau di sana lebih memiliki rindu yang maha dahsyat untukku. Sayang, kau tahu bukan. Jika ada junjungan tertinggi pada makhluk-Nya yang patut aku sembah selain padaNya itu adalah dirimu, pastilah aku berikan sujudku selain padaNya. Tapi sungguh sayang, ku yakinkan hati ini bahwa yang layak disembah hanyalah Dia, Tuhan kita, tak ada selain untukNya. Kau pun tahu, cintaku padamu adalah perjuanganku untuk meraih cintaNya. Jangan kau harapkan cintaku layaknya roman picisan, tak mungkin…
-
Halo Tuan Desainer
Halo Tuan Desainer, Nanti suatu hari akan ada momen saat kita duduk di pojok rumah yang kau cipta. Pada malam yang melarut, aku menghadap layarku, kamu menghadap layarmu. Kita bersama membangun kisah, kutuangkan dalam rangkai kata, kau susun menjadi sebentuk desain visual. Sama-sama kita menorehkan cinta, kusisipkan betapa aku mencintaimu dalam tulisanku, kau selipkan besar cintamu padaku di antara visual-visual yang kau desain. Di pukul satu pagi, kau akan menoleh padaku dan aku ikut memandangmu. Sejenak kita sama-sama terdiam, hanya bertukar rasa lewat tatapan. Kemudian senyum itu mengembang dari bibir kita masing-masing. Kau akan mengajakku rehat sejenak untuk menyeduh kopi kesekian atau memasak indomie :p Deadline Kita kembali menenggelamkan diri…
-
Untuk Pria Berkaus Hitam
Palur, 30 November 2016, 4:32 PM Yang kucinta, pria berkaus polos warna hitam, kadang merah maroon. Aku sudah berbicara pada waktu. Untuk tidak berjalan begitu cepat – saat mataku bertemu matamu untuk membicarakan sebuah rindu, saat jemarimu singgah di jemariku untuk membicarakan sebuah pengakuan, saat bibirmu melesat di pipiku untuk membicarakan sebuah cinta. Aku sudah memohon pada waktu. Untuk berjalan dengan cepat bahkan berlari – saat aroma kayu dari tubuhmu mulai tidak tercium lagi olehku, saat suaramu yang biasa membuatku tertawa tidak menggaung lagi di telingaku, saat rindu-rindu tentangmu mulai menyelinap di sela-sela tidurku, saat emosimu dan emosiku lebur menjadi satu. Telah kupastikan waktu akan berpihak lagi pada aku dan…
-
Balasan Cinta Darimu
Rasanya satu tahun bukanlah lama jika pada akhirnya aku menemukanmu. Rasanya lukaku tidak terlalu sakit jika pada akhirnya kamu yang menjadi penyembuh hatiku. Dan memilikimu dan dimiliki kamu adalah berkat luar biasa dari Tuhan yang sebelumnya untuk membayangkannya saja aku tidak berani. Bagiku kamu terlalu indah, terlalu jauh, dan terlalu tidak mungkin untuk kuraih. Aku yang selama ini hanya berani mengagumimu dari kejauhan, kini menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Cintaku berbalas, dibalas kamu, laki-laki hebat. Tepat hari ini aku berhasil menyelesaikan novenaku. Tuhan baik mas, tidak membutuhkan waktu lama untuk Dia menjawabnya. Terima kasih untuk surat balasan ini. Aku mencintaimu kemarin, hari ini, besok, sampai sepanjang usia kita.…
-
Yang Sebentar lagi jadi Suamiku
Hae kamu, yang sebentar lagi jadi suamiku.. Apa kabarmu pagi ini? Maaf yaa gak bisa nemenin, gak bisa selalu ada di samping kamu, menemanimu dalam doa pagimu, membuatkanmu sarapan dan kopi kesukaanmu. Entah kenapa aku sudah begitu rindu, padahal baru kemarin kamu kembali ke kotamu. Ah, semua yang ada padamu selalu membuat aku rindu. Ucapan selamat pagi dengan mimik muka tengil itu selalu sukses membuatku tersipu. Aku tidak pernah sanggup memandang wajahmu lama-lama, aku takut semakin jatuh cinta dan menggilaimu. Kamu memang candu buatku. Harum aroma kayu tubuhmu, dadamu yang pelukable itu, dan bibirmu yang bagai gerimis bercampur gula. Semua yang ada padamu… Aku tau kita bukan siapa-siapa sebelumnya. Aku…
-
Untuk (Calon) Ibu
Untuk wanita hebat yang telah melahirkan AA, Berkah Dalem. Apa kabar hari ini, Tante? Semoga Allah selalu memberi kesehatan dan kebahagiaan untuk tante sekeluarga. Amin. Tante, aku tidak tahu apakah nanti tante akan membaca tulisan ini atau tidak, tidak tahu apakah tulisan ini akan sampai kepada tante, karena tukang posku mungkin akan kesulitan menyampaikan kepada tante. Lewat surat ini, aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal. Tante, bahagia rasanya ketika aku mengenal putramu. Sebandel apapun dia di matamu, ketahuilah dia laki-laki yang baik dan bertanggung jawab bagiku. Wawasannya luas, sabar, hatinya tulus, dan jujur. Be honest, I adore him so much. Tante tentu pernah mendengar “Di balik laki-laki hebat selalu ada…




















