Uncategorized

Catatan Hati Seorang Istri

Foto sumber official instagram CHSI

Seiring pertambahan usia dan kesibukan, saya jadi jarang di rumah dan nonton TV. Mungkin juga perkembangan teknologi yang pesat membuat saya lebih memilih update informasi melalui gadget daripada harus menonton TV. Ditambah acara TV yang kebanyakan semakin tidak sehat dan mendidik. 

Terakhir saya mengikuti sinetron adalah Cinta Fitri saat masih tayang di SCTV, saat ceritanya masih menarik menurut saya. Saya tidak lagi menemukan sinetron yang menarik hati saya dan membuat saya standby di jam tertentu di depan TV karena takut ketinggalan satu episode pun.
Saya mendapat info akan tayangnya sinetron Catatan Hati Seorang Istri dari dunia maya. Saya tidak terlalu peduli. Ah paling kaya sinetron lainnya, alay dan dipanjang-panjangin. Yang membuat saya menyimpan penasaran saat itu adalah cerita tentang perselingkuhan dan pemain utamanya Dewi Sandra. Gak biasanya Dewi Sandra main sinetron, dan perselingkuhan nampak dekat dengan kehidupan saya…
Iseng saya menonton CHSI, entah episode berapa saya lupa, yang jelas bukan episode pertama. Saya tertarik dengan ide cerita dan penyampaiannya. Terasa dekat dengan kehidupan nyata, dan membuat saya sering bergumam “ih aku banget”.
Sebagai mantan korban perselingkuhan, saya banyak belajar lewat sinetron ini. Ceritanya terasa begitu dekat dengan kehidupan saya, terlalu banyak scene yang membuat saya dejavu dan mengingat masa-masa menyedihkan itu.
Dari sinetron ini saya mendapat banyak jawaban yang bertahun-tahun lalu mengganjal hati saya. Saya jadi tahu alasan dari sudut pandang mas Bram, mengapa dia berselingkuh, mengapa dia gak bisa ngasih tahu siapa itu Hello Kitty, kenapa dia gak bisa sesegera mungkin melepaskan diri dari Hello Kitty.
Saya juga jadi tahu gimana rasanya jadi Hello Kitty, walau tetap saja saya tidak bisa berempati dan tidak habis pikir dengan orang yang mau jadi simpanan.
Dan yang paling penting saya belajar kuat dan menjadi bijaksana dari seorang Hanna. Hanna di sini digambarkan begitu manusia, tidak selalu sempurna, tapi juga bisa labil, bisa marah dan hilang kendali. Tapi selalu menjadikan Tuhan sebagai penopang hidupnya.
Dulu saya dibilang bodoh dan terlalu naif ketika mau memaafkan dan menerima kembali pasangan yang telah dengan sengaja menyakiti saya. Tapi ternyata saya punya teman. Mba Hanna juga memaafkan dan menerima kembali Mas Bram. Walau tidak bisa begitu saja menghapus semua luka.
Sekarang saya jadi rajin menyambangi TV setiap malam. Demi Catatan Hati Seorang Istri. Semoga ceritanya semakin menarik dan mendidik tanpa harus dipanjang-panjangin seperti sinetron-sinetron lain yang sudah-sudah.
Semoga selalu tabah dan kuat semua para istri. Senantiasa berbahagia.
ANG

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *