• Bakso, side eyes, small joy
    Random Talk

    Sibuk Menilai Orang, Lupa Menikmati Hidup Sendiri

    Kadang aku penasaran, orang yang rajin banget mengomentari hidup orang lain tuh sebenernya punya waktu luang sebanyak apa, sih? Ada orang posting liburan, dikatain pamer. Ada yang cerita pencapaian, dibilang cari validasi. Ada yang lagi bahagia sama pasangannya, diingatkan bahwa yang mesra di media sosial belum tentu bahagia di dunia nyata. Iya, mungkin. Tapi mereka cuma posting makan bakso berdua, lho. Kenapa kita sampai harus mengaudit kesehatan pernikahan mereka? Belum lagi orang yang hobi menyelipkan komentar kecil yang efeknya ternyata gak kecil-kecil amat. “Sekarang gemukan, ya?” “Oh, sekarang cuma di rumah?” Kata cuma ini kecil banget bentuknya, tapi bisa membawa satu truk penilaian. Lalu kalau orangnya tersinggung, tinggal keluarkan kartu…

  • worker hugging a blue office chair
    Curhat

    Job Hugging: Saat Ekonomi Sulit Bikin Takut Resign

    Ada fase dalam hidup ketika bunyi notifikasi kantor bisa langsung mengubah suasana hati. Tadinya lagi makan enak. Ada chat dari bos: “Bisa telepon sebentar?” Mendadak ayam goreng di piring terasa seperti tanggung jawab tambahan. Belum ditelepon saja, kepala sudah menyusun pembelaan. Salah apa lagi? Kurang apa lagi? Bukannya tadi sudah sesuai permintaan? Atau permintaannya sudah berubah, lalu kita diharapkan tahu lewat koneksi batin? Malamnya berjanji, “Udah. Aku harus resign dari sini.” Paginya baca tagihan masuk. Oke. Kita diskusikan lagi bulan depan. Belakangan, situasi ini punya istilah: job hugging. Bertahan di pekerjaan karena meninggalkannya terasa terlalu berisiko. Namanya terdengar hangat. Seperti memeluk sesuatu yang kita sayangi. Padahal buat sebagian orang, rasanya…

  • Curhat

    Gak Semua Orang Layak Dapat Panggung

    Jam 07.55 pagi. Notifikasi WhatsApp masuk. Belum sempet ngopi, baru aja nyalain PC, eh, chat udah nongol duluan. “Pagi bu Abby, mohon maaf sebelumnya jika kabar ini mengejutkan…” Oke, dari kalimat pembuka aja udah kebaca sih ini bakal jadi awal yang “indah” buat Jumat terakhir di bulan ini. Dan bener aja. Isinya: resign, mendadak, efektif hari itu juga. Bukan besok, bukan minggu depan, bukan bulan depan sesuai kontrak. Hari. Itu. Juga. Pas tanggal gajian masuk pula. Wow banget, timing-nya niat banget ya, Dek. One month notice? Persetan katanya. Mungkin di kepala dia ada suara khusus yang bilang, “notice period cuma buat orang lemah.” Sebenarnya Aku Udah Curiga, Tapi… Yang bikin…

  • Curhat

    Resolusi 2026: Aku Tidak Punya Rencana

    Menjelang 2026, hampir semua orang sibuk menuliskan resolusi. Target hidup, rencana karier, mimpi yang ingin dikejar, dan daftar panjang hal-hal yang ingin dicapai. Dulu aku juga seperti itu. Aku merasa harus selalu punya rencana supaya hidup terasa aman dan terkendali. Tapi tahun ini berbeda. Aku menyadari satu hal yang cukup besar dalam diriku: aku tidak punya rencana apa pun untuk 2026 ini. Bukan karena aku menyerah pada hidup, tapi karena aku akhirnya mengerti bahwa tidak semua hal harus aku pegang kendalinya. Dan anehnya, justru di situ aku merasa lebih tenang. Hidup Tanpa Rencana, Tapi Tidak Tanpa Arah Tidak punya rencana bukan berarti hidupku tanpa arah. Aku tetap ingin hidup sebaik-baiknya.…

  • Random Talk

    Tiga Hari Menuju 2026: Persiapkan Hatimu

    Ada fase sebelum tahun baru yang selalu terasa lebih sunyi, tapi juga lebih jujur. Tiga hari terakhir bukan cuma soal menghitung mundur pergantian angka, tapi tentang hati yang mulai lelah membawa terlalu banyak cerita. Di titik ini, aku merasa manusia memang butuh pause. Bukan untuk menyerah, tapi untuk membereskan. Karena sejauh apa pun kita melangkah ke 2026, kalau isi hati masih penuh sisa 2025, langkah itu akan selalu terasa berat. Maka sebelum resolusi ditulis dan mimpi baru disusun, ada lima hal yang menurutku perlu dibereskan pelan-pelan. 1. Memaafkan: Melepaskan Beban yang Diam-Diam Mengikat Memaafkan adalah pekerjaan batin yang sering kali tidak kelihatan hasilnya secara instan. Kita terbiasa mengira memaafkan berarti…

  • Random Talk

    Aku Jarang Bicara Politik, Tapi Kali Ini Aku Berisik

    Kalau kamu udah lama kenal aku, atau ngikutin blog & media sosialku, pasti tau banget kalau aku tuh jarang banget ngomongin politik, cenderung apatis malah sama pemerintah. Media sosial buatku mostly tempat buat curhat receh, life update ringan, atau sekadar berbagi hal-hal fun yang kualami sehari-hari. Karena jujur, aku merasa politik bukan ekspertiseku. Kadang juga capek lihat timeline yang isinya debat kusir soal siapa yang benar, siapa yang salah. Tapi, sejak malam demo 28 Agustus kemarin, hatiku rasanya terlalu marah untuk tetap diam. Seorang anak yang sama sekali gak bersalah harus kehilangan nyawanya sia-sia, dengan cara yang gak manusiawi. Dan ini bukan sekadar headline berita yang bisa kita skip lalu…

  • Random Talk

    The Love Code: Talk it Out

    Pernah gak sih kesel sama kebiasaan pasangan yang menurutmu sepele tapi bikin emosi? Nah, aku pernah ngalamin hal yang sama. Si Om aka suamiku tuh dulu punya kebiasaan yang bikin aku geregetan, yaitu selalu ninggalin aku duluan pas kita lagi makan di luar. Awalnya, aku mikir dia tuh gak sabaran banget atau bahkan cuek sama aku. Aku yang anak Solo can’t relate sama kebiasaan kemrungsung si pria ibukota ini, huft. “Ih, kok bisa sih ninggalin aku gitu aja?” gumamku dalam hati. Tapi, siapa sangka, di balik sikapnya yang nyebelin itu, ternyata ada alasan yang bikin aku tersentuh banget. Kurang Komunikasi Bikin Mudah berasumsi Suatu hari di awal-awal pernikahan, kami lagi…

  • raut muka benci
    Random Talk

    Kenapa Sih Kita Benci? Mari Intropeksi!

    Pernah gak sih kamu merasa ada orang yang selalu salah di matamu? Padahal dia gak gimana-gimana , tapi apapun yang dia lakukan, kamu tetap saja benci dan gak suka. Ternyata, ini bukan cuma perasaanmu saja, lho. Seringkali kita mengkritik seseorang bukan karena masalahnya, tapi karena memang kita gak suka sama orangnya. Ya kan? Kenapa Kita Membenci? Sebenarnya, apa sih yang membuat kita jadi gampang benci? Mungkin beberapa alasan ini bisa jadi jawabannya: Bahaya Membenci Kalau dibiarkan, perasaan benci buta ini bisa merusak diri kita sendiri, lho. Hati dan pikiran kita jadi gak tenang, hubungan dengan orang lain jadi renggang, dan kita jadi sulit melihat hal-hal positif dalam hidup. Ketika kita…

  • Random Talk

    Rain-Kissed: A Story of Letting Go

    For nine years, my trusty umbrella was my constant companion. It sheltered me from the rain, provided comfort during thunderstorms, and was always there when I needed it. But as life often does, it threw a curveball. My beloved umbrella started to fray, its handle cracked, and its canopy began to leak. One particularly stormy day, it finally met its demise. The wind ripped it apart, leaving me soaked to the bone. It was a heartbreaking moment, but also a liberating one. I realized that holding onto something that was clearly broken wasn’t doing me any good. Letting go was like shedding a weight that had been holding me down.…

  • Curhat

    Go Ahead, Underestimate Me

    Selamat siang, Sudah lama tidak menulis dengan gaya bahasa lugas. Yaaa, apa yang mau aku omongin siang ini tidak melulu bahasa puitis syahdu, kadang hidup keras bro, harus dihadapi dengan semangat dan kerja cerdas. Beberapa hari belakangan statusku sebagai pendekar mulai dipertanyakan orang-orang terdekat. Aku tiba-tiba melemah kaya handphone yang baterainya tinggal 2% warnanya merah. Aku gampang menyerah, menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak bisa melakukan apa-apa.. Ah muncul lagi sisi payahku ini. Anyway, kalian percaya gak sih kalo semua orang punya alter ego. Jadi gini, apa yang kelihatan di depan banyak orang itu belum tentu karakter orang itu sepenuhnya, ada satu bagian di mana orang lain tidak perlu sampai…