Uncategorized

Untuk (Calon) Ibu

Untuk wanita hebat yang telah melahirkan AA,

Berkah Dalem. Apa kabar hari ini, Tante? Semoga Allah selalu memberi kesehatan dan kebahagiaan untuk tante sekeluarga. Amin.

Tante, aku tidak tahu apakah nanti tante akan membaca tulisan ini atau tidak, tidak tahu apakah tulisan ini akan sampai kepada tante, karena tukang posku mungkin akan kesulitan menyampaikan kepada tante. Lewat surat ini, aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal.

Tante, bahagia rasanya ketika aku mengenal putramu. Sebandel apapun dia di matamu, ketahuilah dia laki-laki yang baik dan bertanggung jawab bagiku. Wawasannya luas, sabar, hatinya tulus, dan jujur. Be honest, I adore him so much. Tante tentu pernah mendengar “Di balik laki-laki hebat selalu ada wanita hebat.” Iya, tante adalah wanita yang sangat hebat. I adore you too.

 Tante, bahagia rasanya jika kelak dia memperkenalkanku padamu, pada keluarga besar. Sudah pasti awalnya nervous di pertemuan pertama, pasti aku akan sangat gugup. Semoga nanti kau mau mengajakku ngobrol (karena mungkin di awal aku akan lebih banyak diamnya sih, hehe..). Aku akan sangat kikuk ketika kau duduk di sebelahku, aku membeku. Tante, tiada yang lebih melegakan seorang wanita ketika ia bisa diterima dengan baik di keluarga kekasihnya.

Tante, akan bahagia rasanya ketika Allah memberikan kesempatan untuk mengenal tante, wanita hebat yang telah melahirkan orang yang aku cintai. Laki-laki yang membuatku tertawa dan tersenyum lebih banyak daripada sebelumnya. Ketahuilah, ketika bersamaku, putramu selalu bercerita banyak tentangmu. Putramu benar, kau memang seorang ibu yang hebat, penuh kasih sayang dan penuh dedikasi. Tante menginspirasiku untuk selalu menjadi wanita yang diidamkan surga.

Tante, akan sangat bahagia rasanya ketika suatu hari nanti aku bisa menjadi salah satu wanita hebat di balik kesuksesan putramu. Akan sangat bahagia ketika nati aku bisa belajar memasak makanan kesukaan putramu dan kita berdua menghabiskan waktu di dapur seharian. Akan sangat bahagia jika nanti kau mengizinkanku menggantikan tugasmu untuk menjaga dan menyayangi putramu. Percayalah, aku akan mencintainya dengan sepenuh hati tanpa membuatnya lupa kepadamu. Kelak, aku ingin kau ternsenyum atas kesuksesanku juga putramu.

Satu hal sebelum aku mengakhiri tulisan ini. Tante, bolehkan suatu hari aku memanggilmu ibu?

Semoga kasih sayang Allah senantiasa tercurah untuk tante.

– yang mencintai putramu dengan sangat

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *