• Uncategorized

    Rencana Tuhan

    Dear kekasih, Ketika membaca tulisan ini, mungkin kamu akan tersenyum geli melihat betapa sentimentilnya aku. Tulisan kali ini berbeda, aku menuliskannya di rumah manis, dengan laptopmu, sembari menunggumu pulang, tidak pernah ada perasaan seindah ini sebelumnya. Menanti kekasih pulang. Aku tahu banyak hal yang membuat kita berbeda, tentu kamu menyadarinya. Banyak hal yang membuat kita terasa jauh. Bukan hanya puluhan kilometer jarak yang membentang antara kau dan aku. Jika ada yang bisa kuhapus, aku ingin menghapus semua hal yang membuat kita berbeda. Jarak ini ingin aku hapus, agar aku bisa selalu menemui wujudmu, tanpa harus menunggu akhir minggu. Usia dan status ini, ingin aku samakan, agar orang awam tidak selalu…

  • Uncategorized

    Ibu Calon Mertua

    Teruntuk, calon ibu mertuaku Wanita kedua tercantik di bumi, setelah mother alien. Bu, apa kabarmu? Saya harap ibu baik-baik, di manapun berada. Entah mengapa tiba-tiba terpikirkan oleh saya untuk menulis ini untukmu saat makan siang tadi. Panggilan hati, mungkin. 🙂 Bu, entah kapan Tuhan izinkan kita bertemu. Bertemu denganmu pastilah lebih susah daripada bertemu jodohku. Tentu saja, wong bertemu jodoh saja sudah susah, lah ini mau bertemu ibunya. Tambah susah lagi, hehehe… Tapi Bu, ketahuilah bahwa sudah sejak lama calon menantumu ini merindu. Begitu ingin bertemu denganmu. Ingin mencium punggung tangan kananmu. Ingin ikut berbakti padamu. Bu, jika suatu saat kita akhirnya saling bertatap muka, berjanjilah pada saya tentang beberapa…

  • Curhat

    Go Ahead, Underestimate Me

    Selamat siang, Sudah lama tidak menulis dengan gaya bahasa lugas. Yaaa, apa yang mau aku omongin siang ini tidak melulu bahasa puitis syahdu, kadang hidup keras bro, harus dihadapi dengan semangat dan kerja cerdas. Beberapa hari belakangan statusku sebagai pendekar mulai dipertanyakan orang-orang terdekat. Aku tiba-tiba melemah kaya handphone yang baterainya tinggal 2% warnanya merah. Aku gampang menyerah, menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak bisa melakukan apa-apa.. Ah muncul lagi sisi payahku ini. Anyway, kalian percaya gak sih kalo semua orang punya alter ego. Jadi gini, apa yang kelihatan di depan banyak orang itu belum tentu karakter orang itu sepenuhnya, ada satu bagian di mana orang lain tidak perlu sampai…

  • Uncategorized

    Pesan Ibu

    Hai sayang, anak-anak ibu.. Jika kalian membaca surat ini, berarti kalian sedang membaca seluruh tulisan ibu ya. Ah ibu malu, tulisan ibu yang terkadang berlebihan tentang isi hati dan pengalaman hidup ibu. Juga tentang betapa ibu mencintai bapak dan tergila-gila padanya. Hai Antonia Renjana Saputra, Kamu sudah dewasa. Bagaimana kabar dengan pacarmu sekarang? Ibu tidak pernah melarangmu untuk berpacaran, namun berpacaranlah yang baik. Bunda rasa dia anak yang baik, ya tapi ibu tidak tahu dalam hatinya. Ikuti kata hatimu sayang, hati yang menuntunmu. Jika dalam hubunganmu kamu pernah menangis, nikmatilah sebagai suatu proses. Tidak ada bahagia yang selamanya, sayang. Dalam sebuah hubungan pasti ada kalanya kamu tidak bahagia. Bertahan bukan…

  • Uncategorized

    Penenun Tawa

    Dear, mesin penenun tawaku Terasa aneh ya istilah mesin penenun tawa? aku sendiri yang bikin istilah itu. Menurutku, kamu benar-benar istimewa walau kadang terasa asing, aneh, menyebalkan terkadang. Kamu istimewa karena selalu mampu membuat aku senang layaknya anak kecil yang diberi gula-gula. Saking istimewanya, dalam tangis yang membuat suara serak dan mataku sembab, kamu membuatku tertawa dengan ringannya. Aku? Keki setengah mati dengan kesedihan yang menyapaku tadi. Plin-plan. Setelah menangis hingga kehabisan nafas, dengan seenak jidat tiba-tiba tertawa sampai mata tinggal segaris. Huft lah. Karena keahlianmu yang tidak biasa inilah aku enggan meminjamkanmu kepada siapapun. Ke mantanmu pun tidak akan aku beri sekalipun aku dipaksa menikahi Chicco Jericho yang tampan…

  • Uncategorized

    Kepada Calon Mempelai Priaku

    Halo. Apa kabar? Ah ya… kamu tahu, tiga kata itu adalah pembuka dari semua surat di dunia. Bagi beberapa orang, tiga kata itu sama seperti tulisan ‘Tarik’ di pintu bilik ATM atau tulisan ‘Kutunggu Jandamu’ di belakang truk gandeng. Kalimat wajib yang keberadaannya sering diabaikan. Tapi untukmu, aku akan selalu melontarkan pertanyaan ‘Apa kabar?’ dengan sepenuh hati. Setiap hari. Kamu tidak perlu menjawab dengan ‘Aku baik-baik saja’ jika memang kamu sedang tidak baik-baik saja. Tidak boleh ada alasan ‘Ceritanya panjang’ untuk mengungkapkan perasaanmu. Ungkapkan saja, Lelakiku. Aku bisa menyediakan waktu sebanyak yang kamu inginkan. Mungkin tentang deadline pekerjaan, kertas-kertas data yang menghitam karena secangkir kopi yang kau tumpahkan secara tidak…

  • Uncategorized

    Untuk Ang Masa Mendatang

    Solo, 21 Desember 2016 Teruntuk Ang usia 33 tahun, Hai Ang, aku adalah kamu di usia 28 tahun. Bagaimana kabarmu? Sudah menikah dengan tambatan hati? Sudah lima tahun berlalu, pastilah sudah bertemu lelaki tepat untuk kau jadikan imam. Seperti apa dia? Biar kutebak. Dia sosok yang cerdas, dewasa, pekerja keras, penyabar, penyayang, juga tampan. Hahaha.. entahlah. Aku hanya berpikir selera kita akan masih sama meski usia sudah bertambah. Tapi Ang, siapapun yang menjadi suamimu, aku harap dia adalah lelaki yang bertanggung jawab, setia serta mau mendengarkanmu. Karena apabila kepalanya terlalu keras, aku khawatir akan sering dibenturkannya pada hatimu. Aku juga berharap dia lelaki yang bisa menjagamu lahir dan batin, menyayangimu…

  • Uncategorized

    Teruntuk Calon Gadisku Kelak

    Anakku,Kau tahu, bila kau diberi kesempatan untuk mengikuti seluruh gerak-gerik ibumu ketika mengandungmu, melihat seluruh sketsa hidup yang ia jalani bersamamu di perutnya, kuyakinkan kepadamu bahwa ia melakukan segala hal yang terbaik yang ia bisa lakukan untuk menjagamu, merawatmu, memberikan segala yang terbaik untukmu. Halo calon gadis kecilku yang lugu, sedang apa sayang? Mungkin kau masih senang-senangnya di langit sana ya. Bermain dengan teman-teman kecilmu. Ibu tahu, bahagia pasti rasanya. Aku sebagai calon ibumu tidak khawatir kok sayang karena aku yakin para malaikat Tuhan pasti sedang menjagamu dengan baik di sana. Calon gadis kecilku, tahukah kamu, ibu malah mengkhawatirkan dirimu kelak jika lahir di dunia yang kejam ini. Kau tahu…

  • Uncategorized

    Menyapamu dengan Hangat

    Selamat sore, sayang. Sore ini aku hendak menyapamu dengan hangat, sehangat rasa sayang yang selalu saja kamu persembahkan untukku setiap harinya. Tanpa ego. Tanpa amarah. Kamu tentu saja masih ingat, sesaat sebelum tidur semalam kita sempat beradu pendapat, kamu mencoba meyakinkan aku yang hampir gamang. Walau menyisakan tangis di dalam hati, tapi ini belum termasuk pertengkaran kita yang hebat. Saling instropeksi sudah pasti. Tetapi, yang selalu kusukai ketika kita beradu pendapat ialah fakta bahwa kita tetap saja akan kembali lagi, tak lama setelah kita menjauh. Kembali saling menyayangi. Kembali saling mengkhawatirkan, walau kadang tersamarkan oleh gengsi. Ketika bangun pagi, hal pertama yang kulakukan ialah mengecek pesan darimu di handphoneku. Kalimat…

  • Uncategorized

    Surat Cinta untuk Ibu

    Ibu, Ini aku, anak perempuanmu yang sudah besar tapi belum bisa apa-apa. Ibu, Jika aku tak sepaham denganmu, bukan berarti aku tak sayang padamu. Aku hanya ingin kau memahami jalan pikiranku. Jika aku diam, bukan berarti aku menyembunyikan sesuatu dan tak ingin bicara padamu. Aku hanya tak ingin membuatmu khawatir. Jika aku menolak, bukan berarti aku tak menurut padamu. Aku hanya belum sanggup melakukan apa yang kau mau. Ibu, Maafkan aku. Maaf, karena di usiaku sekarang, aku belum bisa membahagiakanmu. Kadang aku merasa masa kecilku justru membuatmu lebih bahagia dengan nilai-nilai sekolahku yang menjulang. Tak seperti sekarang. Maaf karena di saat kau berulang tahun yang ke-50 hari kemarin, aku belum…