Kepada pelangi
Aku tidak pernah mencarimu
Aku tidak pernah mengenalmu
Hingga pada waktunya
Aku menemukanmu, atau lebih tepatnya
kamu menemukanku?
Ah sudahlah..
Dan pada waktunya kita dipertemukan
Aku dan kamu
Aku tidak percaya kebetulan
Aku tahu Tuhan membuat kita bertemu untuk sebuah alasan,
entah apa
Semoga untuk saling menemukan
Melengkapi satu sama lain
Kamu pernah menjadi satu-satunya tumpuan hatiku
Kamu datang tepat di titik paling rendah hidupku
Sekali lagi, tidak ada kebetulan
Kamu memang didatangkan Tuhan untuk menjadikanku kuat
Menghadapi kenyataan
Kamu adalah anugerah
Seperti itu yang selalu kamu katakan
Kemudian kamu menjadi pahlawan bagiku
Penopang hatiku yang hampir hancur
Pendengar setia setiap ocehan sakit hatiku
Pemilik senyum paling menawan
Pemberi pelukan paling menenangkan
Dan kamu pernah membuatku benar-benar jatuh cinta
Yang membuat segalanya indah ketika bersama kamu
Kamu penenun untaian senyum di bibirku
Yang kembali menceriakan hariku
Kamu begitu indah…
Seperti pelangi yang datang setelah badai
Kemudian hilang lagi
Ternyata keindahanmu sesingkat itu
Dan kamu meninggalkan luka
Membuatku merasa tidak pernah ada
Membuatku benar-benar kehilangan kamu, pelangiku
Walau cinta ini ternyata tidak hilang
Cinta kepada kamu
Kebencianmu, penolakanmu, amarahmu
Tidak sanggup meruntuhkan keyakinanku
Cintaku terlalu kuat, tak tergoyahkan
Aku memutuskan untuk tetap menunggu kamu
Berusaha kembali meluluhkan hatimu
Menyadarkanmu akan cinta ini
Ratusan hari berlalu
Aku kelelahan dan tidak seteguh dulu
Ada cinta lain mengusikku
Untuk sejenak aku melupakan kamu
Dan ternyata Tuhan masih punya alasan
Kembali kita dipertemukan
Dengan jalan yang hampir sama
Hanya berubah arah dan posisi
Menimbulkan cinta itu lagi
Aku mohon
Kali ini jangan lagi jadi pelangi
Jangan beri aku keindahan sekejab lalu pergi
Labuhkan perahumu kepadaku
Pulanglah ke rumahmu, aku
Jadilah matahari
Yang tak pernah lelah menyinariku setiap hari
Catatan ini untuk kamu, pelangi
Yang akan menjadi matahari.
ANG


