Kepada pria di kantor sebelah yang biasa kupanggil mamang. Maaf. Karena aku tidak bisa mencintaimu, lagi. Aku tidak bisa mencintaimu lagi, seperti bagaimana dulu aku selalu berusaha menjaga senyummu setiap pagi, membawakan roti cokelat untukmu sarapan, menanyakan makan di mana tiap siang, menunggumu pulang tiap sore, merindukanmu dan memimpikanmu tiap malam. Maaf. Karena aku tidak mampu lagi mencintaimu seperti itu. Mencintaimu dengan menuruti perhitunganmu yang membuat aku pusing. Mencintaimu dengan selalu memilih diam daripada menyuarakan argumentasi yang malah membuatmu semakin emosi. Aku menyerah… Aku tidak mampu lagi mencintaimu seperti itu. Karena… Karena kau pun tahu. Aku telah cukup berbahagia dengan dia yang mencintaiku, seperti aku mencintaimu dulu. Aku cukup berbahagia…
-
-
Memulai Kembali
Hai, Sepertinya 60 hari adalah waktu yang cukup panjang untuk kuhabiskan meratapi kehilangan seseorang yang kusayang. Dan semesta tidak mengizinkanku bersedih lebih lama lagi. Sudah saatnya aku berdiri lagi dengan sisa- sisa tenaga yang kuhabisi untuk menangisi seseorang. Mamang. Hai, Hari-hariku sudah mulai normal lagi. Tidak ada lagi pagi2 menyedihkan, di mana aku terlalu takut membuka mata dan menyadari bahwa kehilangan mamang adalah hal nyata. Tidak ada lagi ketakutan berangkat kerja, hati yang sesak mengingat kebersaman berangkat kerja, melewati jalan-jalan yang dulu dilewati berdua hampir setiap hari. Aku sudah melewati jalur rumah – gentan – laweyan hingga palur dengan semangat lagi. Aku belajar menerima kenyataan bahwa aku memang telah kehilangan…
-
Jatuh Hati
Apa sih bedanya jatuh cinta dan jatuh hati? Prinsip dasarnya sama, mengagumi, menyayangi, mengidolakan, rindu, ingin selalu dekat walau hanya melalui alat komunikasi, bisa tahu kabarnya setiap saat. Bedanya? Ketika kita jatuh cinta, kita punya keegoisan untuk memiliki orang yang kita sayang. Kita tidak bisa menerima ketika orang yang kita sayang itu ternyata tidak bisa kita miliki atau sudah tidak bisa kita miliki lagi. Menurutku cinta itu harus memiliki, cinta yang egois. Tapi kalo jatuh hati? Gimana aku begitu kagum pada sosoknya, kepribadiannya, cara dia memandang hidup, cara dia mendengarkan aku, menasehati, menceritakan kisahnya sendiri, cara dia menyikapi segala sesuatu dan bagaimana dia punya caranya sendiri untuk membuatku kuat, tidak…
-
Jatuh Bangun Demi Raisa
Perjalanan bertemu Raisa semalam sungguh luar biasa. Tidak tahu kenapa, setiap aku mau do something yang penting, yang aku pengen banget atau excited selalu adaaaa aja halangannya. Dimulai dengan dihantui meeting yang gak kelar-kelar, padahal seharusnya secepat mungkin sampe Best Western buat tuker tiket karena jam 6 sore udah open gate, kan gak lucu aja sampe sana udah gak bisa nukerin tiket. Dari siang udah koordinasi terus sama Ohim, pokoknya gimana caranya sebelum jam 6 kita udah harus sampe Best Western. Rencana sih nungguin Ohim di kantor, trus lanjut ke lokasi. Tapi apa daya langit gelap dan hujan turun deres banget gak berhenti, udah setengah 6 dan mulai panik. Ah…
-
Mantan Calon Ibu Mertua
Halo Ibu Win di Jakarta…. Sudah lama aku tidak mendengar suaramu ketika menelepon anakmu. Bukannya aku tidak merasakan rindu padamu, sungguh! Hanya saja kini aku menjaga banyak hati dengan tidak menemuimu. Termasuk menjaga hati anakmu yang (mungkin) kini membenci aku dan menjaga hatiku sendiri. Ya, aku mencegah diriku semakin merasa sayang padamu agar hatiku tidak pilu semakin dalam. Tapi percayalah Bu, tidak setitik pun ada rasa benciku padamu, perempuan hebat. Sejak beberapa waktu lalu aku semakin dekat mengenalmu dari cerita anakmu, perempuan hebat yang melahirkan seseorang yang aku cintai dengan segenap hatiku. Dari kisahmulah aku tahu dan mengerti tentang berbagai kisah pilu. Bagaimana sakitnya dikhianati dan ditinggalkan. Ketika kumendengarkan kisah…
-
Cinta yang Baik Untukmu
Aku ingin jadi cinta yang baik untukmu. Tak perlu bermewah-mewah, cukup sederhana saja, seperti mengingat senyummu di tiap kilometer yang kulalui, yang pada akhirnya senyum itu yang mengingatkanku untuk pulang. Atau dengan menyelipkan namamu di tiap senyap sepertiga malam, merangkum doa-doaku. Aku ingin jadi cinta yang baik untukmu, sekalipun kutahu kau tak dapat kumiliki untuk saat ini. Toh, untuk jadi cinta yang baik tak harus memiliki kan? Kau tahu, apa yang kurasakan ketika kemarahanmu kepadaku yang begitu menderu meneteskan anak-anak airmata dari mataku? Sungguh aku ingin memelukmu, merengkuhmu dengan lenganku, membelai rambutmu yang kasar khas orang timur dengan kasih tak terhinggaku dan lantas berucap, “maafkan aku.” Apakah aku tega melihatmu…
-
Tasbihmu Masih Ada di Mobilku
Kepadamu yang aku sayang. Aku selalu melihat tasbih itu tergantung di dalam mobilku. Ini adalah tasbih yang pernah kuminta darimu. Aku berusaha melupakanmu, tapi seperti biasa, hal kecil yang mengingatkanku padamu merasuk dalam hidupku. Apakah aku akan bisa melupakanmu selamanya? Tidak akan pernah. Jiwaku menangis, Kamu sudah menjadi bagian diriku. Tidak peduli betapa keras aku coba melupakanmu, kamu selalu hadir bagaikan sihir yang menghantui mimpiku. Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi. Aku tidak tahu kenapa kamu pergi. Aku pikir aku mengenalmu. Nyatakah cinta yang pernah kita bagi, ataukah itu semua hanya khayalanku saja? Mengapa kata-kataku tidak sampai kepadamu? Aku pikir, kadang, akulah yang membuatmu. Kamu hanyalah bagian dari khayalanku,…
-
Apa Kabar Kamu?
Hai, apa kabar kamu? Itu pertanyaan yang sering terngiang di kepalaku. Pertanyaan yang sering kutanyakan pada diriku sendiri. Aku gila? Mungkin. Jadi, apa kabar kamu? Terakhir aku menerka kabarmu baik-baik saja. Entah masih sibuk dengan pekerjaanmu, atau perempuan baru yang kini mengisi hari-harimu. Terakhir itu adalah saat aku memulai menulis ini. Ini adalah surat ke-sekian untuk kamu, yang entah kapan bisa kamu baca. Ini adalah bentuk usahaku melupakan kamu yang sampai hari ini belum berhasil aku lakukan. Entah harus sampai kapan. Diriku yang lain menerka kamu sedang di tempat yang jauh dari sekarang aku berada. Atau kamu sedang dinas luar kota seperti biasanya? Aku tersiksa dengan kita sekarang ini. Jarak…
-
Cinta Salah
Kemarin, kau ubah benci jadi cinta Sekarang, berubah cinta jadi kecewa Kukira cinta itu indah Tetapi ternyata tak seindah itu Katanya cinta tak pernah salah Takkan pernah berubah walau kadang hati tersakiti oleh salah Katanya cinta tak pernah gagal Gagal tuk memaafkan karena cinta tak pernah salah Tapi mengapa cinta ku kecewa? Tapi mengapa cinta Cintaku salah. I miss u, IBW.
-
Tak Sepantasnya Kini Kita Saling Membenci
Bagaimanapun juga, kita berdua pernah saling menyayangi bukan? Saling memuja dan memberi kasih. Melindungi satu sama lain dari apapun yang mengancam. Sama-sama menuju tujuan besar untuk saling memiliki dan bertahan selama yang kita bisa. Dan bukankah dahiku pernah kau kecup tiap kali kata sayang tak cukup bagimu untuk mewakili semuanya. Lalu setelahnya kudekap tubuhmu, juga tiap kali kata takut tak cukup untuk mewakili bagaimana jika sampai kehilanganmu. Mudahnya kita berdua sekarang pura-pura lupa dan merelakan dirinya seakan ditelan bumi begitu saja. Sambil mengusap dahi dalam-dalam, menganggap seolah tak pernah ada bibir yang mampir membelai di sana. Berjalan berlawan arah sambil mengantongi sejumput sakit hatinya masing-masing. Hingga pada saatnya kita berdua…





















