Ketika kita disakiti, dikecewakan, atau dicurangi, merasa sedih dan sakit hati itu wajar. Nangis? Manusiawi banget. Tapi terus menerus larut dalam kesedihan yang itu-itu saja, apalagi meratapi diri sendiri dan mencari simpati dari pihak lain yang gak ada hubungannya is a big NO! Aku pernah diselingkuhi. Lebih dari sekali malah. Bahkan pernah diselingkuhi selama setahun dan gak ketahuan sama sekali. Pas akhirnya tahu gimana? Sakit hati, banget. Ditikung? Pernah juga kog. Gak main-main ditikungnya sama sahabat sendiri. Sahabat yang tiap aku berantem sama pacar (kala itu) selalu curhatnya ke dia. Eh malah dia yang ngambil pacar saya. Sakitnya dobel gaess, diselingkuhi pacar, dikhianati sahabat. Aku dulu juga berlebihan kaya kamu…
-
-
Kapan Nikah?
Kenapa sih orang Indonesia itu hobi banget basa basi? Gak sengaja ketemu teman lama di mall, trus nanya gimana kabar? Sehat kan? Ya ini kan ketemu kamu di mall segar bugar begini masih dipertanyakan sehat apa enggak? Lalu ketemu keluarga besar di liburan hari raya, selalu aja ditanyain KAPAN NIKAH? Jelas-jelas tahu belum ada rencana nikah, masih aja basa basi nanya kapan nikah. Orang-orang ini kenapa sih? Gak punya stock pertanyaan lain yang lebih bermutu? Memangnya pertanyaan basa basi itu wajib ditanyakan ya? Dan ironisnya, manusia-manusia kepo tingkat dewa ini justru orang-orang yang sebenernya gak deket-deket amat sama kita, temen biasa, saudara jauh atau sepupu yg kita gak akrab2 amat,…
-
Prolog
Pernah gak sih kamu merasa iri melihat kisah cinta orang lain yang lurus dan indah kaya rambut habis dismoothing di salon? romansa manis yang berujung happily ever after kaya di ftv? Pacaran, dilamar pria baik dan berkecukupan, menikah, punya anak, memiliki keluarga harmonis bahagia selamanyaaa. Tidak perlu ada drama kebohongan, cinta tanpa restu, konflik dengan orang tua dan keluarga, perselingkuhan, bayang-bayang mantan dan masa lalu yang lebih serem dari hantu. Ada waktu di mana aku menangis. Aku iri dengan mereka yang sepertinya hidup dan kisah cintanya mulus, bahagia, tanpa cela. Rasanya pengen komplain sama Tuhan, kenapa kehidupan cintaku begini amat? Kenapa gak bahagia? Kenapa banyak lukanya? Kenapa tidak seindah mereka?…
-
Amigdala – Ku Kira Kau Rumah
Kau datang tatkala sinar senjaku telah redup Dan pamit ketika purnamaku belum seutuhnya Kau yang singgah tapi tak sungguh Kau yang singgah tapi tak sungguh Ku kira kau rumah Nyatanya kau cuma aku sewa Dari tubuh seorang perempuan Yang memintamu untuk pulang Kau bukan rumah Kau bukan rumah Kau bukan rumah Kau bukan rumah Amigdala [Lirik] Ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni, yaitu perempuan yang disetubuhi rindu dan rela tidak dibayar. – Aya Canina
-
Untuk Lelaki di Timur Ibukota
Aroma tubuhmu sedang menyeruak ke alam bawah sadarku saat kutulis surat ini, sayang. Begitulah ketika rindu tengah berusaha menemukan bentuknya sendiri, ragaku hanyalah wadah yang membadani damba akan keberadaanmu. Senja ini lamat-lamat menyatakan diri, membuatku teramat menikmati suasana khas sore hari yang kerap kali menggambarkan wajahmu pada langitnya yang keunguan. Lelakiku, bagaimana kabarmu di sana? Adakah bulan setengah matang juga lahir pada senjamu? Sesak batinku lantaran rindu padamu sedikir terobati setelah semalam kita bertukar suara. Namun, hitungan jam dalam percakapan maya tidak setara dengan satu hari yang kutiti bersamamu. Jelas saja, telepon tidak mampu menggantikan senyummu, juga matamu yang tengil saat tawa itu terbit. Begitu juga kata-kata yang dengan setia…
-
Kemarin Aku Sibuk Sekali, tapi Masih Sempat Memikirkanmu
Kemarin aku sibuk sekali, pekerjaanku rasanya tak habis-habis, tapi aku masih sempat-sempatnya memikirkanmu. Itulah sebabnya beberapa hari ini aku lemot, deadline pekerjaanku banyak missednya, iya.. pasti kamu mau ngingetin aku soal merchandise kan? Iya.. sabar.. Aku udah kaya buronan tiap ketemu Pak Agus di kantor. Jatuh cinta itu berat ya? Pikiranku penuh sama kamu, sulit untuk menyisakan sedikit saja volume otakku untuk gak mikirin kamu. Aku norak, memang. Kinda hopeless, ya? Ah biarin sih. Toh sudah lama aku tidak mengalami perasaan sekuat ini. Kemarin malam kamu tanya aku mau apa (dalam rangka gencatan senjata, masa rekonsiliasi kalo katamu). Sebenarnya aku gak mau apa-apa, mas. JCO Cheesecake itu gak ada apa-apanya…
-
Hari Bahagia
Mungkin hari ini semua hanya mimpi tapi cepat atau lambat semua kan terjadi kau dan rencanamu, aku di sampingmu kita erat bersepakat kelak kan ke sana Cinta bukan satu-satunya yang bawa kita ke sana sebut saja dia logika menang, mengalah, bahagia Jeda tak sepaham bukan tak seberapa Kita erat pasti bisa lalui semua Hari yang bahagia… Cinta bukan satu-satunya yang bawa kita ke sana sebut saja dia logika menang, mengalah, bahagia Hari Bahagia ~ Raisa
-
Father, Daughter, and The Love Between
Saya selalu mudah jatuh hati dengan pemandangan seperti ini. Ya, ayah dan anak perempuannya. Citra ini saya dapat hari Minggu kemarin di sebuah workshop melukis di atas tote bag untuk anak – orang tua yang diadakan Digikidz. Sebenernya juga bukan cuma bapak ini yang nemenin anaknya, ada juga 2 bapak lain yang menemani anak laki-lakinya. Tapi memang saya selalu sentimentil melihat kedekatan seorang anak perempuan dengan papahnya. “Ah, paling karena papahnya ganteng aja sih…” Ahahaha.. iya ganteng sih, tapi saya lebih suka produk Indonesia gaess.. Truly, saya memang iri sama anak perempuan yang disayang dan deket sama papahnya, saya juga pengen. Bukan berarti saya sama sekali tidak pernah mendapatkan kasih…
-
Sabar ya, Dek
Sabar ya Dek, sabar… Di saat kita bukan siapa-siapa, tak punya wewenang, tak ada kuasa, tak berpangkat dan berjabatan. Yang paling gampang memang mangap selebar-lebarnya, berteriak. Yang paling mudah memang menuding dengan segenap jari yang kita punya. Tapi sesungguhnya bapak dan ibumu ini ya ragu. Apakah kami memang sudah sempurna juga ya? Malu toh dek, mengeluhkan pekarangan orang yang kotor dan rusak, ternyata dalam rumah kita sendiri, kamar bahkan mungkin tempat tidur yang kita gunakan setiap hari debunya tebal. Memang dek, baru debu.. belum jadi lumpur. Tapi katanya, sedikit-sedikit lama kelamaan menjadi bukit toh. Takutnya bapak ibumu ini, terlalu sibuk mengurusi pekarangan orang lain, hingga si debu rumah kita menjelma…
-
Perempuan di Dalam Cermin
Kepada perempuan yang ada di dalam cerminku, Hei, Aku rindu bintang di matamu. Mengapa sekarang sinarnya redup? Patah hatikah dirimu? Hilangkah semangat hidupmu? Maaf jika belum-belum aku sudah banyak bertanya. Dan kamu pasti jengkel karena aku tahu jawabnya. “Ya”, untuk semua pertanyaanku tadi. Kamu yang selalu merasa tidak cantik. Banyak yang berkata bahwa kecantikan itu asalnya dari dalam. Itu tidak salah, tetapi tetap yang dilihat oleh mata jasmani itu yang memberi kesan pertama. Kamu itu cerdas, dan Tuhan itu adil. Dia memberimu kecerdasan supaya kecantikan boleh dimiliki perempuan lain. Waktu kamu masih kecil, bahkan ibu kandungmu sendiri hampir tidak pernah menghiburmu ketika kamu merasa tidak cantik. Bahkan kamu kadang dibanding-bandingkan…


















