Tulisan ini bisa jadi lanjutan dari post saya tentang Film Indonesia
Kapan Kawin? tadi siang. Atau bisa juga jadi jawaban untuk semua
orang yang gak ada capeknya bertanya kepada saya (padahal saya udah
capek banget dengernya) dengan pertanyaan yang sama persis, Kapan
Kawin?
Kapan Kawin? tadi siang. Atau bisa juga jadi jawaban untuk semua
orang yang gak ada capeknya bertanya kepada saya (padahal saya udah
capek banget dengernya) dengan pertanyaan yang sama persis, Kapan
Kawin?
Dan yang pasti, tulisan ini adalah penjelasan saya yang sejelas-
jelasnya kepada bapak ibu saya, yang dalam diam mereka juga selalu
bertanya kapan saya kawin?
jelasnya kepada bapak ibu saya, yang dalam diam mereka juga selalu
bertanya kapan saya kawin?
Untuk pertanyaan yang diam-diam yang juga akan saya jawab dengan
diam-diam lewat tulisan ini.
diam-diam lewat tulisan ini.
Orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi yang terbaik dan
terdepan. Dalam hal apapun, pendidikan, pekerjaan, keuangan, bahkan
status pernikahan.
terdepan. Dalam hal apapun, pendidikan, pekerjaan, keuangan, bahkan
status pernikahan.
Ketika orang tua melihat anaknya sudah mapan, bekerja, berkarir,
dan berumur tentunta, keinginan selanjutnya pastilah mengawinkan
anaknya. Percaya atau tidak, di zaman modern dan serba canggih ini,
di desa tempat saya tinggal ini, menikah adalah sebuah prestasi,
semakin cepat anaknya menikah, semakin hebat orang tua itu daripada
orang tua yang belum berhasil menikahkan anaknya. Maaf bapak ibu,
kali ini aku membuat kalian kalah telak.
dan berumur tentunta, keinginan selanjutnya pastilah mengawinkan
anaknya. Percaya atau tidak, di zaman modern dan serba canggih ini,
di desa tempat saya tinggal ini, menikah adalah sebuah prestasi,
semakin cepat anaknya menikah, semakin hebat orang tua itu daripada
orang tua yang belum berhasil menikahkan anaknya. Maaf bapak ibu,
kali ini aku membuat kalian kalah telak.
Anak adalah harapan orang tua.
Dari kecil kita selalu diharapkan menjadi sesuatu yang bisa menjadi kebanggan dan kebahagiaan orang tua. Dari sekolah kita diharapkan
jadi anak pintar dan berprestasi, bisa melanjutkan ke sekolah dan universitas nomor satu, lalu mendapatkan pekerjaan dengan posisi
hebat, bergaji besar, beruang banyak, bisa beli ini itu dan untuk dibangga(pamer)kan lagi kepada orang tua yang lain. Dan ketika semua terwujud, hal klimaks yang diinginkan bapak ibu adalah menikahkan
anaknya, anaknya menikah, sekali lagi.. MENIKAH.
jadi anak pintar dan berprestasi, bisa melanjutkan ke sekolah dan universitas nomor satu, lalu mendapatkan pekerjaan dengan posisi
hebat, bergaji besar, beruang banyak, bisa beli ini itu dan untuk dibangga(pamer)kan lagi kepada orang tua yang lain. Dan ketika semua terwujud, hal klimaks yang diinginkan bapak ibu adalah menikahkan
anaknya, anaknya menikah, sekali lagi.. MENIKAH.
Bapak dan ibuku,
tidak perlu memohon untuk kubahagiakan. Tanpa dimintapun aku akan
berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan kalian, membuat kalian
bangga. Sejak kecil aku selalu berusaha sebisa mungkin berprestasi
di sekolah, berusaha supaya nilaiku tidak turun dan tetap ranking
satu. Membuat kalian bangga dan berebut mengambil raportku. Aku
belajar sekuatku untuk bisa diterima di sekolah dan kampus negri
terbaik, selain kalian bangga juga menghemat biaya, hehehe… Dan
akhirnya kini aku bisa bekerja dan berpenghasilan, juga untuk
membuat bapak ibu bangga dan bahagia.
berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan kalian, membuat kalian
bangga. Sejak kecil aku selalu berusaha sebisa mungkin berprestasi
di sekolah, berusaha supaya nilaiku tidak turun dan tetap ranking
satu. Membuat kalian bangga dan berebut mengambil raportku. Aku
belajar sekuatku untuk bisa diterima di sekolah dan kampus negri
terbaik, selain kalian bangga juga menghemat biaya, hehehe… Dan
akhirnya kini aku bisa bekerja dan berpenghasilan, juga untuk
membuat bapak ibu bangga dan bahagia.
Tapi, jika sampai hari ini aku belum menikah, membuat kalian sedih
dan kecewa, membuat kalian merasa kalah. Tolong jangan marah padaku, jangan bersedih, jangan memaksaku. Maafkan aku jika belum mampu mewujudkan kebahagian kalian sampai klimaks.
dan kecewa, membuat kalian merasa kalah. Tolong jangan marah padaku, jangan bersedih, jangan memaksaku. Maafkan aku jika belum mampu mewujudkan kebahagian kalian sampai klimaks.
Menikah, tentu saja aku mau, aku ingin. Apalagi jika dengan menikah
akan membuat kalian lebih bahagia, aku sungguh ingin sekali
mewujudkannya untuk bapak dan ibu.
akan membuat kalian lebih bahagia, aku sungguh ingin sekali
mewujudkannya untuk bapak dan ibu.
Tapi Bapak dan Ibu, tolong dimengerti…
Untuk menjadi ranking 1 dan masuk ke sekolah favorit, aku hanya
perlu belajar giat.
perlu belajar giat.
Untuk mempunyai pekerjaan layak dan penghasilan besar, aku hanya
perlu keahlian dan bekerja hebat.
perlu keahlian dan bekerja hebat.
Semua itu bisa dan sanggup kuwujudkan dengan usahaku seorang diri.
Tapi menikah?
Aku tidak bisa menikah sendiri, Pak Bu…
Menikah itu butuh partner, dua menjadi satu. Butuh usaha dari kedua
belah pihak. Aku tidak bisa mewujudkannya sendirian.
belah pihak. Aku tidak bisa mewujudkannya sendirian.
Jadi tolong beri aku sedikit lagi waktu dan pengertian. Aku hanya
ingin menikah satu kali dan bahagia. Aku percaya semua akan indah
pada waktu-Nya. Tolonglah mau sedikit lagi bersabar.
ingin menikah satu kali dan bahagia. Aku percaya semua akan indah
pada waktu-Nya. Tolonglah mau sedikit lagi bersabar.
Happy Valentine.
Yang selalu mengasihi bapak dan ibu dalam diam.
ANG.


