Aku ingin jadi cinta yang baik untukmu. Tak perlu bermewah-mewah, cukup sederhana saja, seperti mengingat senyummu di tiap kilometer yang kulalui, yang pada akhirnya senyum itu yang mengingatkanku untuk pulang. Atau dengan menyelipkan namamu di tiap senyap sepertiga malam, merangkum doa-doaku. Aku ingin jadi cinta yang baik untukmu, sekalipun kutahu kau tak dapat kumiliki untuk saat ini. Toh, untuk jadi cinta yang baik tak harus memiliki kan? Kau tahu, apa yang kurasakan ketika kemarahanmu kepadaku yang begitu menderu meneteskan anak-anak airmata dari mataku? Sungguh aku ingin memelukmu, merengkuhmu dengan lenganku, membelai rambutmu yang kasar khas orang timur dengan kasih tak terhinggaku dan lantas berucap, “maafkan aku.” Apakah aku tega melihatmu…
-
-
Tasbihmu Masih Ada di Mobilku
Kepadamu yang aku sayang. Aku selalu melihat tasbih itu tergantung di dalam mobilku. Ini adalah tasbih yang pernah kuminta darimu. Aku berusaha melupakanmu, tapi seperti biasa, hal kecil yang mengingatkanku padamu merasuk dalam hidupku. Apakah aku akan bisa melupakanmu selamanya? Tidak akan pernah. Jiwaku menangis, Kamu sudah menjadi bagian diriku. Tidak peduli betapa keras aku coba melupakanmu, kamu selalu hadir bagaikan sihir yang menghantui mimpiku. Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi. Aku tidak tahu kenapa kamu pergi. Aku pikir aku mengenalmu. Nyatakah cinta yang pernah kita bagi, ataukah itu semua hanya khayalanku saja? Mengapa kata-kataku tidak sampai kepadamu? Aku pikir, kadang, akulah yang membuatmu. Kamu hanyalah bagian dari khayalanku,…
-
Apa Kabar Kamu?
Hai, apa kabar kamu? Itu pertanyaan yang sering terngiang di kepalaku. Pertanyaan yang sering kutanyakan pada diriku sendiri. Aku gila? Mungkin. Jadi, apa kabar kamu? Terakhir aku menerka kabarmu baik-baik saja. Entah masih sibuk dengan pekerjaanmu, atau perempuan baru yang kini mengisi hari-harimu. Terakhir itu adalah saat aku memulai menulis ini. Ini adalah surat ke-sekian untuk kamu, yang entah kapan bisa kamu baca. Ini adalah bentuk usahaku melupakan kamu yang sampai hari ini belum berhasil aku lakukan. Entah harus sampai kapan. Diriku yang lain menerka kamu sedang di tempat yang jauh dari sekarang aku berada. Atau kamu sedang dinas luar kota seperti biasanya? Aku tersiksa dengan kita sekarang ini. Jarak…
-
Cinta Salah
Kemarin, kau ubah benci jadi cinta Sekarang, berubah cinta jadi kecewa Kukira cinta itu indah Tetapi ternyata tak seindah itu Katanya cinta tak pernah salah Takkan pernah berubah walau kadang hati tersakiti oleh salah Katanya cinta tak pernah gagal Gagal tuk memaafkan karena cinta tak pernah salah Tapi mengapa cinta ku kecewa? Tapi mengapa cinta Cintaku salah. I miss u, IBW.
-
Tak Sepantasnya Kini Kita Saling Membenci
Bagaimanapun juga, kita berdua pernah saling menyayangi bukan? Saling memuja dan memberi kasih. Melindungi satu sama lain dari apapun yang mengancam. Sama-sama menuju tujuan besar untuk saling memiliki dan bertahan selama yang kita bisa. Dan bukankah dahiku pernah kau kecup tiap kali kata sayang tak cukup bagimu untuk mewakili semuanya. Lalu setelahnya kudekap tubuhmu, juga tiap kali kata takut tak cukup untuk mewakili bagaimana jika sampai kehilanganmu. Mudahnya kita berdua sekarang pura-pura lupa dan merelakan dirinya seakan ditelan bumi begitu saja. Sambil mengusap dahi dalam-dalam, menganggap seolah tak pernah ada bibir yang mampir membelai di sana. Berjalan berlawan arah sambil mengantongi sejumput sakit hatinya masing-masing. Hingga pada saatnya kita berdua…
-
Pelangi yang Menjadi Matahari
Kepada pelangi Aku tidak pernah mencarimu Aku tidak pernah mengenalmu Hingga pada waktunya Aku menemukanmu, atau lebih tepatnya kamu menemukanku? Ah sudahlah.. Dan pada waktunya kita dipertemukan Aku dan kamu Aku tidak percaya kebetulan Aku tahu Tuhan membuat kita bertemu untuk sebuah alasan, entah apa Semoga untuk saling menemukan Melengkapi satu sama lain Kamu pernah menjadi satu-satunya tumpuan hatiku Kamu datang tepat di titik paling rendah hidupku Sekali lagi, tidak ada kebetulan Kamu memang didatangkan Tuhan untuk menjadikanku kuat Menghadapi kenyataan Kamu adalah anugerah Seperti itu yang selalu kamu katakan Kemudian kamu menjadi pahlawan bagiku Penopang hatiku yang hampir hancur Pendengar setia setiap ocehan sakit hatiku Pemilik senyum paling menawan…
-
[Music Pick] – Kunci Hati
Teringat pada saat itu Tertegun lamunanku melihatmu Tulus senyumanmu sejenak tenangkan hatiku Yang telah lama tak menentu Rasa sepi yang telah sekian lama Selimuti ruang hati yang kosong Perlahan tlah sirna, bersama hangatnya Kasihmu yang buatku percaya lagi Dan ku akui Hanyalah dirimu Yang bisa merubah segala Sudut pandang gila Yang kurasakan tentang cinta Yang selama ini menutup pintu hatiku Yang kini tlah kau buka Di saat ku sudah lelah mencari Di saat hati ini tlah terkunci Kau datang membawa seberkas harapan Engkau yang memiliki kunci hatiku Tiada kata yang mampu Utarakan betapa indah izinkanku tuk selalu Berada di sampingmu Kunci Hati – Afghan
-
Kepada Kamu Kutitipkan Hatiku
Kepada kamu, Pria yang tidak pernah aku rencanakan untuk aku cintai. Yang dulunya tidak aku sukai, bahkan mungkin aku benci. Aku hendak menitipkan hatiku kepada kamu. Hati yang kembali biru setelah kehadiranmu, Suaramu yang selalu membuatku merindu setiap waktu. Terima kasih untuk cinta yang kini kamu tawarkan. Aku sudah menerima itu dengan penuh kesadaran, pula pengharapan. Aku menitipkan cinta, asa, dan kepercayaanku kepada kamu. Hanya kepada kamu. Pria yang namanya selalu aku sebutkan di setiap doaku kepada Tuhan. Aku ingin menjadi istrimu. ANG
-
Aku Tak Ingin Pergi dari Sini
Aku tak ingin pergi dari sini. Aku takut kehilangan kebersamaanku bersamamu. Aku takut tidak bisa melihatmu sesering dulu. Memandangi wajahmu dan memperhatikan gerak gerikmu. Aku tak ingin pergi dari sini. Aku sudah terlalu nyaman menikmati kebersamaan kita. Hari-hariku bersama kamu. Sungguh, aku tak ingin pergi dari sini. Aku takut kita menjadi jauh, dan kau perlahan melupakanku. Aku baru saja menikmati kebahagiaan ini. Tolong, aku benar-benar tak ingin pergi dari sini. Aku ingin selalu dekat kamu. Bersama kamu. Setiap waktu. Kamu, yang membuat pagiku cerah walau hujan datang. Kamu, yang membuat berangkat kerja menjadi hal yang begitu menyenangkan. Kamu, yang hanya melihatmu lebih sering saja membuatku senang. Jadi, biarkan aku tetap…
-
Dandelion – Perahu
Angin malam, langit gulita Lautan tenang Ku bertanya dalam jelata di mana asa? Terlalu lama bersembunyi di balik luka ku layarkan saja sebuah perahu jingga tuk pergi melihat angkasa Berharap malam ini ku lihat bintang di sana akankah perahu asa membawa sejuta renjana Akankah malam ini kulihat bintang di sana ku harap perahu asa bawaku temukan seberkas cahaya dan gapai angkasa bersama sejuta rencana Monita Tahalea






















