Kalau 2025 ini bisa kuberi judul, mungkin judulnya “Dar Der Dor” karena bener-bener penuh ledakan kejutan yang di luar prediksi BMKG. Sama sekali gak ada di rencana kami saat tutup tahun 2024 lalu. Awalnya semua terasa seperti roller coaster. Aku harus keluar dari company yang aku cintai setengah mati. Rasanya kayak ditarik paksa keluar dari zona nyaman yang udah aku rawat bertahun-tahun. Belum habis rasa kehilangan itu, eh tiba-tiba kami sekeluarga harus boyongan pindah ke Solo. Sibuk bolak-balik ngurus pindahan, beradaptasi, plus di saat yang sama anak pertama lulus TK dan harus cari SD baru di Solo (padahal udah beres daftar SD di Jogja sejak pertengahan 2024 š). Belum selesai…
-
-
Ditolak Bukan Berarti Gagal
Hey kamu, yang baru aja dighosting, gagal interview, atau merasa hidup kog belok ke jalur yang gak kamu pesen. Tarik napas dulu… Jangan buru-buru sedih. Penolakan bukanlah selalu berarti akhir dunia, bisa jadi itu pintu darurat dari Tuhan. Bukan karena kamu gak cukup baik, tapi karena Dia lagi jaga kamu. Serius. Kadang kita sayang, tapi buta. Cinta memang bikin mabuk sih. Tiba-tiba red flag kelihatan kayak lampu disco, dijogetin aja. Keheningan kita ubah jadi harapan, dan luka malah kita kasih nama pengorbanan cinta, halah. Tapi jujur aja, makin kita terikat secara emosional, makin kabur kemampuan kita buat berpikir logis. Kita gak mau lihat fakta, kita hanya mau percaya imajinasi indah…
-
When Fitting In Doesn’t Mean You Belong
Hey fellow juggling superstars! Ever heard that quote, “Just because you fit in doesn’t mean you are in the right place”? Man, does that one hit home sometimes. As working moms, we’re often masters of adaptation, right? We juggle schedules, manage tiny humans and big projects, and somehow try to keep a smile on our faces. We learn to fit in wherever we land because, well, we often feel like we have to. But deep down, sometimes there’s this little voice, this nudge, telling us something’s⦠off. I’ve totally been there. A few years back, I was in a job that, on paper, looked great. Decent paycheck (hello, childcare costs!),…
-
Home Sweet Loan: Ketika Mimpi Punya Rumah Jadi Beban
Siapa yang udah nonton film Home Sweet Loan? Senin kemarin aku habis nonton bareng Lovise dan berhasil bikin aku nangis tersedu-sedu. Film ini bikin aku mikir panjang tentang arti keluarga, mimpi, dan perjuangan. Fokus utama film ini adalah Kaluna, si anak bungsu yang punya ambisi besar: punya rumah sendiri. Kaluna, Korban Ambisi yang Terlalu Tinggi Kaluna digambarkan sebagai sosok yang sangat mandiri dan pekerja keras. Dia banting tulang demi mengumpulkan uang untuk membeli rumah. Sayangnya, ambisinya ini malah membuat Kaluna hidup tertekan. Dia hidup hemat banget, gak pernah jajan, selalu bawa bekal ke kantor, kemana-mana naik bis, gak langganan spotify, bahkan kerja sampingan sebagai model dengan bayaran 350 ribu. Pertanyannya,…
-
Starting Over: My Journey with a New Blog
Hai semuanya! Senang banget akhirnya bisa kembali ngeblog. Buat kalian yang udah kenal aku dari blog sebelumnya, pasti kaget ya kog tiba-tiba ilang? Hehehe, jujur aja aku juga kesel banget waktu itu. Gara-gara keasyikan sama kerjaan, lupa deh bayar hosting. Alhasil, semua tulisan yang udah aku tulis dengan penuh cinta, poof! Hilang begitu saja. Tapi, dari kejadian itu aku jadi belajar banyak hal. Pertama adalah pentingnya backup semua data. Dan yang kedua, upgrade hosting! Sekarang ini aku pakai hosting yang lebih mahal, tapi beneran worth it sih. UI/UXnya itu lho, super duper friendly! Beda banget sama hosting lama yang sebelumnya aku pakai. Rasanya kaya lagi main di taman bermain, saking…
-
Monster Cilik Bernama Gege
Apa obat anti stress paling manjur buatmu? Kalo aku anjing. Kalau yang belum pernah pelihara anjing mungkin gak percaya gitu aja, tapi percayalah cinta paling luar biasa yang bisa kau dapatkan di dunia ini adalah dari anjing. Cinta paling tulus, cinta yang tidak menuntut, setia, dan seratus persen diberikan hanya untukmu seorang, whole heart and soul. Coba deh pelihara anjing kalo gak percaya. Setelah tinggal di Jogja awalnya tidak kepikiran untuk punya anjing lagi. Selain tinggal di perumahan yang luasannya yaahhh.. paling 1/4 rumah di Solo (anaknya emang sombong), juga si om yang gak suka punya peliharaan, males rumah jadi kotor begitu alasannya. Ya sudah, aku kubur dalam-dalam impian punya…
-
Menikah Muda
Saya produk dari pernikahan muda. Saya lahir ketika ibu saya belum genap 21 tahun dan bapak saya baru menginjak 25 tahun. Saya usia 21 tahun? Menikah itu masih jauuuuuh sekali dari target hidup, masih seneng2nya skripsi, masih pengen merasakan berbagai posisi dan bidang pekerjaan, masih ingin traveling kemana-mana, menyenangkan diri sendiri. Mana mampu usia segitu saya berkomitmen dalam sebuah rumah tangga sakral yang dipersatukan Tuhan? Melayani orang lain (suami), mengalahkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama, meredam ego, ah terlalu sulit. Sungguh saya tak sehebat ibu saya yang mampu melewati masa struglenya menikah muda, mengurus bayi, ditinggal suami yang bekerja di luar kota, tinggal serumah dengan mertua yang disiplinnya udah kaya…
-
Terorisme dan Mengajarkan Toleransi pada Anak
Tentu semua tahu apa yang terjadi kemarin di 3 gereja di Surabaya, Indonesia berduka. Saya kog kurang sreg dengan hashtag #kamitidaktakut, karena sebenarnya saya takut, itulah kenapa saya tidak ikut-ikutan yang lain menuliskan hashtag tersebut di akun media sosial saya. Iya saya takut. Pagi itu saya mendengar kabar peledakan bom di gereja tepat saat dalam perjalanan berangkat ke gereja, bersama anak-anak, siapa yang gak parno? Apalagi setelah tahu bahwa ada korban anak-anaknya juga. Karena ketakutan kami (saya, pasangan, dan mamanya anak-anak), kami pun memutuskan untuk membatalkan rencana nonton sepulang gereja. Sebaiknya kami semua di rumah dan menghindari keramaian sampai suasana kondusif. Hal ini membuat si kecil ngambek, dia tidak marah,…
-
Playing Victim
Ketika kita disakiti, dikecewakan, atau dicurangi, merasa sedih dan sakit hati itu wajar. Nangis? Manusiawi banget. Tapi terus menerus larut dalam kesedihan yang itu-itu saja, apalagi meratapi diri sendiri dan mencari simpati dari pihak lain yang gak ada hubungannya is a big NO! Aku pernah diselingkuhi. Lebih dari sekali malah. Bahkan pernah diselingkuhi selama setahun dan gak ketahuan sama sekali. Pas akhirnya tahu gimana? Sakit hati, banget. Ditikung? Pernah juga kog. Gak main-main ditikungnya sama sahabat sendiri. Sahabat yang tiap aku berantem sama pacar (kala itu) selalu curhatnya ke dia. Eh malah dia yang ngambil pacar saya. Sakitnya dobel gaess, diselingkuhi pacar, dikhianati sahabat. Aku dulu juga berlebihan kaya kamu…
-
Kapan Nikah?
Kenapa sih orang Indonesia itu hobi banget basa basi? Gak sengaja ketemu teman lama di mall, trus nanya gimana kabar? Sehat kan? Ya ini kan ketemu kamu di mall segar bugar begini masih dipertanyakan sehat apa enggak? Lalu ketemu keluarga besar di liburan hari raya, selalu aja ditanyain KAPAN NIKAH? Jelas-jelas tahu belum ada rencana nikah, masih aja basa basi nanya kapan nikah. Orang-orang ini kenapa sih? Gak punya stock pertanyaan lain yang lebih bermutu? Memangnya pertanyaan basa basi itu wajib ditanyakan ya? Dan ironisnya, manusia-manusia kepo tingkat dewa ini justru orang-orang yang sebenernya gak deket-deket amat sama kita, temen biasa, saudara jauh atau sepupu yg kita gak akrab2 amat,…



















