Kepada kamu yang selalu membuatku rindu, Sejak awal bertemu, aku tak pernah berpikir jika kau akan menjadi sepenting sekarang ini dalam perjalanan hidupku. Mungkin dalam buku kisah hidupku yang kujalani dari bab ke bab, namamu, kisahmu, kisah kita, akan tertulis lebih banyak. Aku berharap kamu bukan hanya sekedar menghiasi lembaran-lembaran kisah hidupku. Aku berharap di akhir buku itu, masih ada namamu, masih ada kisahmu, masih ada kamu yang selalu setia menemaniku. Layaknya sebuah kalimat perlu titik, aku juga butuh kamu menjadi akhir dari kisah kehidupanku. Pagi berganti pagi. Malam menjelang, esok tiba lagi. Tiap kali kulihat sinar hangat mentari pagi, aku selalu teringat seseorang penuh kehangatan, yang mata sendunya tak…
-
-
Maaf untuk Papa
Hai Papa, Rasanya kita sudah lama tidak berbicara senyaman sekarang. Terlalu banyak kenangan yang tidak menyenangkan di masa aku kecil sehingga kenangan indah yang tersisa itu kelihatan kabur dan aku malah kurang bisa mengingat semuanya. Papa tidak pernah memberikan aku kenangan yang cukup menyenangkan. Bahkan kata mama, papa tidak pernah mengganti popokku. Tapi yasudahlah, kita tidak perlu mengingat semua kenangan buruk itu bukan? Surat ini kutujukan untukmu papa. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa papa sangat beruntung memiliki 2 orang anak yang sekarang sudah besar-besar. Aku yakin kalau papa sedikit menyesal tidak menghabiskan masa kecil kami bersama denganmu. Aku juga bingung, kenapa kami tidak pernah mempertanyakan hal itu karena sepertinya kami…
-
Aku Lupa Cara Melupakanmu
Teruntuk kamu, Sebenarnya, aku hanya ingin berkata aku mencintaimu. Terlalu banyak rasa yang akhirnya kurangkai dalam satu untaian aksara, cinta. Semakin lama semakin dalam, semakin pekat rasa itu menempel dalam angan hingga hati yang pernah tersekat ini kembali mencuat. Kau sudah menghipnotisku dengan senyummu, kau tidurkan aku dalam baring indahmu. Aku mengikuti maumu, bukan sebagai pembantu atau pesuruhmu. Aku menjadi pengikut bahagiamu. Satu penuh jiwaku sudah mengenaimu. Sudah melekat tepat di dasar alam bawah sadarku. Lelap maupun terjaga, kau adalah tujuanku, mimpi dan nyataku. Jangan tanya lagi seberapa dalam aku memendammu. Bukan untuk mengubur dan melupakanmu, aku hanya ingin memilikimu untukku sendiri, tidak perlu orang lain tahu, biar kunikmati nanti…
-
Cinta yang Melayakkan Diri
Kepada Tuhan, Apa kabar? Aku yakin Engkau selalu sehat. Bagaimana mungkin Kau mengatur semesta dengan tubuh sakit. Terima kasih menjagaku tetap hidup, hingga kini. Tuhan. Aku di sini sebagai manusia yang penuh kekurangan, ingin bersujud sembah untuk setiap karunia yang Kau berikan kepadaku. Keluarga yang lengkap, kekasih yang setia, serta teman-teman yang luar biasa; maya maupun nyata. Tuhanku yang Maha Segala, Kekasihku amatlah luar biasa. Dia lelaki hebat, dan beberapa tahun lagi akan menjadi CEO perusahaan yang ia bangun dengan cinta dan asanya sendiri. Sangat membanggakan bukan? Aku beruntung dan bersyukur memiliki dia. Aku yang bukan apa-apa, kau pasangkan dengan lelaki luar biasa. Terima kasih telah mempertemukan kami, bahkan menumbuhkan…
-
#1 Yang Pertama
Februari sudah datang lagi. Ternyata tiga ratus enam puluh lima hari begitu cepat berlalu, dan 30 hari menulis surat cinta dimulai kembali. Surat pertama kali ini kuberikan untuk yang utama, Sang Pemilik alam semesta beserta isinya. Sang penulis cerita hidupku yang penuh rona tawa, suka, maupun duka. Yang Maha Mengetahui sedalam-dalamnya hatiku. Tuhan, Terima kasih untuk drama setahun ini. Skenariomu luar biasa, dan aku cukup lumayan bermain peran kan? Februari tahun lalu aku masih terseok-seok menangisi laki-laki yang mengingatku saja tak mau. Dan siapa yang pernah menyangka Februari kali ini aku bisa sebahagia ini? Sesungguhnya memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama aku memiliki-Mu. Kali kedua, kali ini aku tahu…
-
Lagi-lagi untuk Kamu
Hebat! Kamu menang banyak Hon… Lagi-lagi kamu yang mengalirkan energi dari hati dan otakku beriring-iringan. Energi yang menuju ujung jemari membuat ungkapan perasaan menjadi barisan kalimat pernyataan: surat cinta. Diberi makan apa sih kamu waktu kecil sama ibumu, kog bisa hebat begitu? Rasanya begini ya, padamu, seperti kena guna-guna. Walaupun aku tahu kenyataannya tidak begitu, karena bagaimanapun kau mantrai aku, “dukun” Yang Mahaagung itu kupercayai lebih hebat dari dukunmu. Dia Yang Mahahebat itu yang mempertemukan garis hidup kita di persimpangan jalan. Aku percaya, tidak ada yang kebetulan. Semua terjadi karena ada alasan. Nah, itu yang aku pertanyakan. Untuk apa rasa sehebat ini Dia ciptakan? Bila setiap orang ditiupkan nafas kehidupan…
-
Rencana Tuhan
Dear kekasih, Ketika membaca tulisan ini, mungkin kamu akan tersenyum geli melihat betapa sentimentilnya aku. Tulisan kali ini berbeda, aku menuliskannya di rumah manis, dengan laptopmu, sembari menunggumu pulang, tidak pernah ada perasaan seindah ini sebelumnya. Menanti kekasih pulang. Aku tahu banyak hal yang membuat kita berbeda, tentu kamu menyadarinya. Banyak hal yang membuat kita terasa jauh. Bukan hanya puluhan kilometer jarak yang membentang antara kau dan aku. Jika ada yang bisa kuhapus, aku ingin menghapus semua hal yang membuat kita berbeda. Jarak ini ingin aku hapus, agar aku bisa selalu menemui wujudmu, tanpa harus menunggu akhir minggu. Usia dan status ini, ingin aku samakan, agar orang awam tidak selalu…
-
Ibu Calon Mertua
Teruntuk, calon ibu mertuaku Wanita kedua tercantik di bumi, setelah mother alien. Bu, apa kabarmu? Saya harap ibu baik-baik, di manapun berada. Entah mengapa tiba-tiba terpikirkan oleh saya untuk menulis ini untukmu saat makan siang tadi. Panggilan hati, mungkin. 🙂 Bu, entah kapan Tuhan izinkan kita bertemu. Bertemu denganmu pastilah lebih susah daripada bertemu jodohku. Tentu saja, wong bertemu jodoh saja sudah susah, lah ini mau bertemu ibunya. Tambah susah lagi, hehehe… Tapi Bu, ketahuilah bahwa sudah sejak lama calon menantumu ini merindu. Begitu ingin bertemu denganmu. Ingin mencium punggung tangan kananmu. Ingin ikut berbakti padamu. Bu, jika suatu saat kita akhirnya saling bertatap muka, berjanjilah pada saya tentang beberapa…
-
Go Ahead, Underestimate Me
Selamat siang, Sudah lama tidak menulis dengan gaya bahasa lugas. Yaaa, apa yang mau aku omongin siang ini tidak melulu bahasa puitis syahdu, kadang hidup keras bro, harus dihadapi dengan semangat dan kerja cerdas. Beberapa hari belakangan statusku sebagai pendekar mulai dipertanyakan orang-orang terdekat. Aku tiba-tiba melemah kaya handphone yang baterainya tinggal 2% warnanya merah. Aku gampang menyerah, menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak bisa melakukan apa-apa.. Ah muncul lagi sisi payahku ini. Anyway, kalian percaya gak sih kalo semua orang punya alter ego. Jadi gini, apa yang kelihatan di depan banyak orang itu belum tentu karakter orang itu sepenuhnya, ada satu bagian di mana orang lain tidak perlu sampai…
-
Pesan Ibu
Hai sayang, anak-anak ibu.. Jika kalian membaca surat ini, berarti kalian sedang membaca seluruh tulisan ibu ya. Ah ibu malu, tulisan ibu yang terkadang berlebihan tentang isi hati dan pengalaman hidup ibu. Juga tentang betapa ibu mencintai bapak dan tergila-gila padanya. Hai Antonia Renjana Saputra, Kamu sudah dewasa. Bagaimana kabar dengan pacarmu sekarang? Ibu tidak pernah melarangmu untuk berpacaran, namun berpacaranlah yang baik. Bunda rasa dia anak yang baik, ya tapi ibu tidak tahu dalam hatinya. Ikuti kata hatimu sayang, hati yang menuntunmu. Jika dalam hubunganmu kamu pernah menangis, nikmatilah sebagai suatu proses. Tidak ada bahagia yang selamanya, sayang. Dalam sebuah hubungan pasti ada kalanya kamu tidak bahagia. Bertahan bukan…

























