• 30 hari menulis surat cinta

    Sudah Waktunya Merelakan

    Mungkin kini sudah saatnya aku berhenti, membebaskan hati. Masih terasa lekat, bagaimana rasanya kepalaku merekat pada dadamu yang hangat. Aku melingkarkan kedua tanganku pada tubuhmu yang kuat. Sekejab aku menikmati rasa nyaman pada pelukanmu yang semakin mendekap. Aku ingat poros matamu, menatapku dengan sungguh-sungguh, tanpa jeda akan ragu. Berusaha meyakinkanku, bahwa aku adalah satu-satunya wanita yang menempati ruang khusus di hatimu. Caramu mengulum seuntai senyum, selalu berhasil menghapus sendu yang sekelebat bersarang sebelum kita sama-sama saling bertemu. Segelintir candaan yang sering kamu lontarkan pada hari-hari terburukku membuatku candu. Seakan-akan salah satu misi terbesarmu adalah selalu menghasilkan warna di setiap gelak tawaku. Saat itu, kita seperti sedang menari dalam dunia yang…

  • Uncategorized

    Pelangi yang Menjadi Matahari

    Kepada pelangi Aku tidak pernah mencarimu Aku tidak pernah mengenalmu Hingga pada waktunya Aku menemukanmu, atau lebih tepatnya kamu menemukanku? Ah sudahlah.. Dan pada waktunya kita dipertemukan Aku dan kamu Aku tidak percaya kebetulan Aku tahu Tuhan membuat kita bertemu untuk sebuah alasan, entah apa Semoga untuk saling menemukan Melengkapi satu sama lain Kamu pernah menjadi satu-satunya tumpuan hatiku Kamu datang tepat di titik paling rendah hidupku Sekali lagi, tidak ada kebetulan Kamu memang didatangkan Tuhan untuk menjadikanku kuat Menghadapi kenyataan Kamu adalah anugerah Seperti itu yang selalu kamu katakan Kemudian kamu menjadi pahlawan bagiku Penopang hatiku yang hampir hancur Pendengar setia setiap ocehan sakit hatiku Pemilik senyum paling menawan…

  • Uncategorized

    [Music Pick] – Kunci Hati

    Teringat pada saat itu Tertegun lamunanku melihatmu Tulus senyumanmu sejenak tenangkan hatiku Yang telah lama tak menentu Rasa sepi yang telah sekian lama Selimuti ruang hati yang kosong Perlahan tlah sirna, bersama hangatnya Kasihmu yang buatku percaya lagi Dan ku akui Hanyalah dirimu Yang bisa merubah segala Sudut pandang gila Yang kurasakan tentang cinta Yang selama ini menutup pintu hatiku Yang kini tlah kau buka Di saat ku sudah lelah mencari Di saat hati ini tlah terkunci Kau datang membawa seberkas harapan Engkau yang memiliki kunci hatiku Tiada kata yang mampu Utarakan betapa indah izinkanku tuk selalu Berada di sampingmu Kunci Hati – Afghan

  • 30 hari menulis surat cinta

    Seharusnya ini Surat Cinta

    Teruntuk yang special bagiku, kamu. Mungkin akhirnya hari ini aku sudah cukup mengumpulkan keberanian untuk menuliskan surat ini, padamu. Ini hari ke tiga puluh sejak pertemuan pertama kali kita. Hampir satu tahun terakhir hidupku, aku mengalami masa yang teramat pelik, di mana kesedihan tak henti-hentinya mencekik, dan nyanyian cinta tak lagi terdengar menarik. Di masa itu aku menjalani hidupku seperti botol kosong yang mengapung-apung di lautan. Sepi, sendiri, dan tak tahu jalan. Aku tak bermaksud melebihkan, tapi kamu boleh tanya, begitulah perasaan orang-orang yang pernah rusak cintanya, dan terluka habis hatinya. Maka dari itu, tak berlebihan jika aku memutuskan untuk memagari diriku sendiri rapat-rapat, agar tak ada lagi siapapun yang…

  • Uncategorized

    Kepada Kamu Kutitipkan Hatiku

    Kepada kamu, Pria yang tidak pernah aku rencanakan untuk aku cintai. Yang dulunya tidak aku sukai, bahkan mungkin aku benci. Aku hendak menitipkan hatiku kepada kamu. Hati yang kembali biru setelah kehadiranmu, Suaramu yang selalu membuatku merindu setiap waktu. Terima kasih untuk cinta yang kini kamu tawarkan. Aku sudah menerima itu dengan penuh kesadaran, pula pengharapan. Aku menitipkan cinta, asa, dan kepercayaanku kepada kamu. Hanya kepada kamu. Pria yang namanya selalu aku sebutkan di setiap doaku kepada Tuhan. Aku ingin menjadi istrimu. ANG

  • Uncategorized

    Aku Tak Ingin Pergi dari Sini

    Aku tak ingin pergi dari sini. Aku takut kehilangan kebersamaanku bersamamu. Aku takut tidak bisa melihatmu sesering dulu. Memandangi wajahmu dan memperhatikan gerak gerikmu. Aku tak ingin pergi dari sini. Aku sudah terlalu nyaman menikmati kebersamaan kita. Hari-hariku bersama kamu. Sungguh, aku tak ingin pergi dari sini. Aku takut kita menjadi jauh, dan kau perlahan melupakanku. Aku baru saja menikmati kebahagiaan ini. Tolong, aku benar-benar tak ingin pergi dari sini. Aku ingin selalu dekat kamu. Bersama kamu. Setiap waktu. Kamu, yang membuat pagiku cerah walau hujan datang. Kamu, yang membuat berangkat kerja menjadi hal yang begitu menyenangkan. Kamu, yang hanya melihatmu lebih sering saja membuatku senang. Jadi, biarkan aku tetap…

  • 30 hari menulis surat cinta

    12. Hal-hal yang Membuatku Rindu Padamu

    Sebulan lebih kita berpisah dan masih saja aku belum bisa melupakanmu. Selalu saja ada hal-hal yang membuatku teringat kamu, merindukan kamu. Sore itu aku membeli CD Dandelion bersama Anap dan Mas Bayu, melewati hotel Amarelo tempat pertama kali kita bertemu kamu. Aku teringat kamu. Ketika aku melihat warung soto, aku teringat kamu, wahai pria bersenyum menawan penyuka soto. Makan siang di kantin aku melihat tempe goreng, lalu kembali ingat kamu. Ingat kamu menghabiskan jatah tempeku hingga aku harus rela makan hanya dengan lauk kerupuk, demi kamu. Bertemu teman lama di My Kopi O, kembali aku teringat kebersamaan kita di hari Minggu, menyuapimu, foto yang kuambil siang itu masih tersimpan di…

  • Uncategorized

    Dandelion – Perahu

    Angin malam, langit gulita Lautan tenang Ku bertanya dalam jelata di mana asa? Terlalu lama bersembunyi di balik luka ku layarkan saja sebuah perahu jingga tuk pergi melihat angkasa Berharap malam ini ku lihat bintang di sana akankah perahu asa membawa sejuta renjana Akankah malam ini kulihat bintang di sana ku harap perahu asa bawaku temukan seberkas cahaya dan gapai angkasa bersama sejuta rencana Monita Tahalea

  • 30 hari menulis surat cinta

    11. Surat Kedua untuk Mas Gagah

    Hai Mas Gagah, Tadi siang kita bertemu di kantin belakang. Did you notice me? Akhirnya kulihat tadi kamu tersenyum ke arahku, entah untuk siapa karena aku datang beramai-ramai. Aku tidak berani memandangimu berlama-lama, aku takut kamu menyadari perhatianku, aku juga takut jatuh cinta sama kamu. Ini surat kedua untuk kamu mas. Kamu tahu kan.. atau kamu gak tahu? Oke aku beri tahu sekarang, aku sedang ikut 30 hari menulis surat cinta dan di hari ke-17 ini aku baru menulis 11 surat termasuk surat ini, sungguh payah kan? Dan aku pun payah dalam mendapatkan info tentang kamu. Sampai sekarang masih saja aku belum tahu siapa namamu. Salahkan Kiki yang terlalu sibuk…

  • 30 hari menulis surat cinta

    10. Kamu yang Kucintai Terlalu Dalam

    Selamat sore, Kamu yang sampai hari ini tetap kucintai terlalu dalam. Apa kabarmu? Badanmu sudah enakan? Kudengar kesehatanmu menurun akhir-akhir ini, apa karena masalah itu? Kuharap kamu segera sembuh dan sehat kembali. Ingatkah kamu aku pernah bertanya, “Kog kamu gak pernah sakit sih?” Dan dua hari kemudian justru kamu jatuh sakit… Aku tidak tahu, kenapa aku harus mencintaimu sedahsyat ini. Aku ingin berhenti, namun susah sekali. Ada apa dalam dirimu hingga aku tidak bisa melupakanmu? Apa yang kamu buat dengan hatiku? Mas, sesakit apapun kata-kata yang kamu beri, ternyata tidak cukup berhasil membuatku mundur dari mencintaimu. Cintaku memang pamrih, aku juga ingin dicintai kamu balik, tapi aku tahu kamu tidak.…