• Uncategorized

    Tuan di Ibukota

    Pagiku telah disabotase hujan, seolah ia yang memiliki kuasa atas semesta.  Matahari nampak terpenjara dalam guratan mendung yang membabi buta. Tuan, apa kabar Jakarta?  Saya harap Tuan sedang berbahagia di sana. Saya telah menitipkan rindu melalui angin semalam, apakah Tuan merasakannya? Jika iya, berarti angin tidaklah salah tujuan. Tuan.. Sempatkah Tuan berfikir akan takdir? Seperti misalnya, saya mengasihi Tuan atas dasar takdir. Atau juga misalnya, selama ini Tuan adalah takdir saya? Oh, atau mungkin Tuhan mengirimkan takdir saya melalui Tuan? Dan jika memang takdir, maka di takdir manapun nantinya “kita” pasti akan dipertemukan. Begitu seharusnya bukan?  Hahaha… konyol. Seharusnya saya tidak perlu melebih-lebihkan, bahkan Tuan saja juga pasti tidak akan…

  • Uncategorized

    Dear Good Man

    Dear my good man, Tujuh hari sebelum hari ulang tahunku tiba, ada surat yang perlu kamu baca. Jutaan detik telah kubagi denganmu. Sebanyak itu pula rasa yang terlahir saat dua pola pikir kita mulai beradu. Bicara ini itu, sampai lupa waktu. Aku ingat jelas, dulu kita hanya punya satu topik untuk diutarakan. Topik yang selalu menarik dan mengusik. Mungkin kata “pembawa damai” adalah awal pertemuan dari persahabatan yang kita jalankan. Meskipun waktu itu kita belum bertemu, masih hanya lewat tegur menegur dengan kata lewat media sosial yang mendekatkan kita, tapi rasanya aku senang memiliki cerita untuk dibagi bersama. Sebenarnya dulu pun kita belum sedekat sekarang. FB Messenger yang paling berperan…

  • Uncategorized

    Kepada Seseorang di Kereta

    Mungkin saat ini kamu sudah duduk di kereta, sibuk dengan handphonemu atau melihat ke luar jendela. Belum sampai saja aku sudah ingin kamu cepat kembali. Haha… Entahlah, kadang rindu sangat aneh. Kadarnya bertambah malah setelah kita bertatap muka. Sebelum kita bertemu kemarin, aku pikir 3 jam cukup untuk persediaan rindu beberapa waktu ke depan. Namun ternyata kamu candu. Aku tidak munafik, jika diberi pilihan aku ingin kita tidak seberjarak ini. Dekat dengan kamu adalah hal yang paling menyenangkan sedunia. Tetapi aku sudah memilih untuk cukup menyimpanmu di hati saja, lengkap dengan 61,5 km dan berhari-hari tak melihatmu. Iya iya.. aku masih yakin dan terus berdoa. Tuhan merentangkan jarak ini agar…

  • Uncategorized

    Kuberikan Setengah Hatiku, untuk Kenang-kenangan

    Awalnya memang menyakitkan, kemudian semakin menyakitkan. Sudah… sekarang, sebelum semakin-semakin menyakitkan lagi, aku kembalikan saja hatimu yang aku bawa kemana-mana. Aku berniat meminta kembali hatiku yang kamu bawa-bawa, tapi setelah aku pikir matang-matang, tidak perlu kamu kembalikan, simpan saja selama kamu suka. Mungkin sebenarnya kamu yang belum bisa melepaskan, itulah kenapa aku yang melepaskan terlebih dulu. Mungkin kamu berlaku kasar, karena kamu takut aku mengambil paksa. Tenang saja, aku merelakan. Kalau selama ini aku sulit melepaskan, itu karena aku ketakutan. Takut akan sulit menemukan setengah dari hatiku lagi. Sekarang, hatiku memang belum utuh, tapi kamu tahu? Ada yang berbaik hati memberikan perhatian, supaya hatiku berkembang menjadi besar. Menjaga supaya tidak…

  • Uncategorized

    Ayah yang Baik

    Suatu hari nanti, kamu akan pulang ke rumah selepas kerja dan disambut dengan tangisan anakmu. Pada saat itu kamu sungguh letih karena pekerjaanmu dan kamu hanya ingin cepat-cepat mandi dan beristirahat, bukannya harus berhadapan dengan gadis kecil yang menangis karena ingin dibacakan dongeng sebelum tidur. Jadilah ayah yang baik dan bawalah ia ke kamarnya, bacakan ia cerita sembari aku menyiapkan air hangat untukmu mandi dan susu untuk si gadis kecil. Suatu hari nanti, anak lelakimu akan bertambah usianya. Ia mulai senang berlarian di sekitar rumah. Ia juga akan sering menggelayutimu, meminta perhatianmu. Jadilah anak yang baik dan timanglah anakmu. Ajarkan ia bermain bola, mewarnai, atau bersepeda. Sayangilah ia, agar gelak…

  • Uncategorized

    Setiap Kali Mengingat Kamu

    Dear you, Dear Superman, Dear Mr Adorable Dear mas, Kau punya banyak nama, kau punya banyak masa. Kau punya banyak cerita yang hidup di dalam rumah dengar. Di dalam rumah debar, di dalam rumah kecil yang berdetak untukku. Saat ini, segala tentangmu bernama inspirasi. Di mana langit penuh cahaya, dan musim saling berbisik, Melihat tulip mengganti matamu. Hingga angin berpapasan dengan riuh nafasmu, aku masih menjadi beranda, mengekalkan denting lonceng pagi, menunggumu. Mengingat beberapa waktu lalu, mari singgah sejenak. Pada masa di mana kita tiba-tiba saling menemukan. Inspirasi yang indah, penuh pemahamanmu dan kelabilanku. Aku yang pemuja, dan kau sang peneduh jiwa. Menulisi takdir dengan kekebalan, mencoreti waktu dengan kebutaan.…

  • Uncategorized

    Untuk Bapa Terbaik di Dunia

    Selamat sore Bapa kesayangan semua anak di dunia. Ini aku salah satu putri manja-Mu yang tak pernah absen meminta di tiap bercerita. Iya, Bapa, ini aku. Putri-Mu yang seharusnya sudah beranjak dewasa, tapi tetap saja masih kekanakan. Apa-apa suka mengadu. Padahal aku tahu, urusan-Mu bukan melulu tentang aku, tapi tetap tak henti aku mengganggu, dengan cengengku, dengan egoisku, dengan cemburuku. Belum lagi sifat cerewet yang selalu membuatku bercerita panjang lebar yang (mungkin) seringkali membuat telinga-Mu panas. Beruntungnya aku punya Bapa yang baik, yang alih-alih mengeluh, malah menuntunku menjadi pribadi lebih kuat. Menenangkan dengan cara-Mu sampai mendung kelabu di langit jantung menghilang, bahkan berganti terik mentari. Jadi, Bapa, di tulisan ini…

  • Uncategorized

    Terjerat

    Selamat sore. Bagaimana kabarmu hari ini? Apakah masih sibuk seperti hari-hari biasanya? Pastinya kamu sibuk hari ini dan hari berikutnya, mungkin sibuk sudah menjadi nama tengahmu. Entah apa yang akan aku tanyakan, tapi beribu tanya seperti akan terlontar. Kehadiranmu kini nyata, mengusik hari sampai terbawa dalam mimpi. Ah… apa arti semua ini? Sumber inspirasiku, kini bukan hanya kamu yang mengganggu malamku. Aku mulai tergoda untuk mengganggu malammu. Kita bukan hanya sekedar bertukar kabar tapi juga energi positif. Malam yang suntuk, aku buat nyaman sampai kamu terkantuk. Meletupkan api yang entah membara atau penasaran semata. Aku menggoda kamu melalui getaran telepon seluler. Kita mabuk tanpa bantuan alkohol. Kita menuju khayangan tanpa…

  • Uncategorized

    RINDU

    Kepada, kamu yang fotonya kuunduh diam-diam. Degup dalam dadaku tidak karuan ketika menuliskan ini, entah karena rindu atau malu untuk mengaku kalau aku sebenarnya… rindu kamu. Entah apa yang akan aku tuliskan di sini nanti, aku tidak tahu pasti, yang aku tahu, aku ingin terus menulis, menulis, dan menulis. Mungkin di ujung surat ini, rinduku akan habis? Pun senyummu tidak lagi tampak sebegitu manis? Sebelum kamu membaca lebih jauh, aku beri tahu bahwa surat ini memang tertuju padamu. Prediksiku bilang jantungmu akan berdetak lebih cepat ketika tahu bahwa ini adalah buatanku, yang isinya adalah perasaanku, yang selalu sama untuk kamu, dari dulu. Santai saja ketika membacanya… Bukankah sudah biasa kamu…

  • Uncategorized

    Untuk Semesta

    Kepada semesta, Semburat langit jingga sore tadi yang aku lihat dengan seksama, perlahan menghitamkan diri. Entah ia lelah entah ia gundah entah juga ia bosan melihatku bermurung hati setiap hari. Sejenak pikiranku melanglang buana ke suatu waktu di mana aku masih tertawa bahagia tanpa mengenal arti cinta. Dan aku rasa, aku belum paham betul apa itu arti cinta. Yang aku tahu hanya hatiku terasa penuh sesak oleh kebahagiaan hanya karena mendapatkan kabar darinya walau hanya melalui pesan singkat dan akan menangis menahan sesak di dada saat kehilangannya. Hujan turun seketika saat aku masih tertegun memandangi jingga yang telah menutup dirinya. Tanpa mereka kau juga tak berarti apa-apa. Sama sepertiku tanpanya,…