• Uncategorized

    Penenun Tawa

    Dear, mesin penenun tawaku Terasa aneh ya istilah mesin penenun tawa? aku sendiri yang bikin istilah itu. Menurutku, kamu benar-benar istimewa walau kadang terasa asing, aneh, menyebalkan terkadang. Kamu istimewa karena selalu mampu membuat aku senang layaknya anak kecil yang diberi gula-gula. Saking istimewanya, dalam tangis yang membuat suara serak dan mataku sembab, kamu membuatku tertawa dengan ringannya. Aku? Keki setengah mati dengan kesedihan yang menyapaku tadi. Plin-plan. Setelah menangis hingga kehabisan nafas, dengan seenak jidat tiba-tiba tertawa sampai mata tinggal segaris. Huft lah. Karena keahlianmu yang tidak biasa inilah aku enggan meminjamkanmu kepada siapapun. Ke mantanmu pun tidak akan aku beri sekalipun aku dipaksa menikahi Chicco Jericho yang tampan…

  • Uncategorized

    Kepada Calon Mempelai Priaku

    Halo. Apa kabar? Ah ya… kamu tahu, tiga kata itu adalah pembuka dari semua surat di dunia. Bagi beberapa orang, tiga kata itu sama seperti tulisan ‘Tarik’ di pintu bilik ATM atau tulisan ‘Kutunggu Jandamu’ di belakang truk gandeng. Kalimat wajib yang keberadaannya sering diabaikan. Tapi untukmu, aku akan selalu melontarkan pertanyaan ‘Apa kabar?’ dengan sepenuh hati. Setiap hari. Kamu tidak perlu menjawab dengan ‘Aku baik-baik saja’ jika memang kamu sedang tidak baik-baik saja. Tidak boleh ada alasan ‘Ceritanya panjang’ untuk mengungkapkan perasaanmu. Ungkapkan saja, Lelakiku. Aku bisa menyediakan waktu sebanyak yang kamu inginkan. Mungkin tentang deadline pekerjaan, kertas-kertas data yang menghitam karena secangkir kopi yang kau tumpahkan secara tidak…

  • Uncategorized

    Untuk Ang Masa Mendatang

    Solo, 21 Desember 2016 Teruntuk Ang usia 33 tahun, Hai Ang, aku adalah kamu di usia 28 tahun. Bagaimana kabarmu? Sudah menikah dengan tambatan hati? Sudah lima tahun berlalu, pastilah sudah bertemu lelaki tepat untuk kau jadikan imam. Seperti apa dia? Biar kutebak. Dia sosok yang cerdas, dewasa, pekerja keras, penyabar, penyayang, juga tampan. Hahaha.. entahlah. Aku hanya berpikir selera kita akan masih sama meski usia sudah bertambah. Tapi Ang, siapapun yang menjadi suamimu, aku harap dia adalah lelaki yang bertanggung jawab, setia serta mau mendengarkanmu. Karena apabila kepalanya terlalu keras, aku khawatir akan sering dibenturkannya pada hatimu. Aku juga berharap dia lelaki yang bisa menjagamu lahir dan batin, menyayangimu…

  • Uncategorized

    Teruntuk Calon Gadisku Kelak

    Anakku,Kau tahu, bila kau diberi kesempatan untuk mengikuti seluruh gerak-gerik ibumu ketika mengandungmu, melihat seluruh sketsa hidup yang ia jalani bersamamu di perutnya, kuyakinkan kepadamu bahwa ia melakukan segala hal yang terbaik yang ia bisa lakukan untuk menjagamu, merawatmu, memberikan segala yang terbaik untukmu. Halo calon gadis kecilku yang lugu, sedang apa sayang? Mungkin kau masih senang-senangnya di langit sana ya. Bermain dengan teman-teman kecilmu. Ibu tahu, bahagia pasti rasanya. Aku sebagai calon ibumu tidak khawatir kok sayang karena aku yakin para malaikat Tuhan pasti sedang menjagamu dengan baik di sana. Calon gadis kecilku, tahukah kamu, ibu malah mengkhawatirkan dirimu kelak jika lahir di dunia yang kejam ini. Kau tahu…

  • Uncategorized

    Menyapamu dengan Hangat

    Selamat sore, sayang. Sore ini aku hendak menyapamu dengan hangat, sehangat rasa sayang yang selalu saja kamu persembahkan untukku setiap harinya. Tanpa ego. Tanpa amarah. Kamu tentu saja masih ingat, sesaat sebelum tidur semalam kita sempat beradu pendapat, kamu mencoba meyakinkan aku yang hampir gamang. Walau menyisakan tangis di dalam hati, tapi ini belum termasuk pertengkaran kita yang hebat. Saling instropeksi sudah pasti. Tetapi, yang selalu kusukai ketika kita beradu pendapat ialah fakta bahwa kita tetap saja akan kembali lagi, tak lama setelah kita menjauh. Kembali saling menyayangi. Kembali saling mengkhawatirkan, walau kadang tersamarkan oleh gengsi. Ketika bangun pagi, hal pertama yang kulakukan ialah mengecek pesan darimu di handphoneku. Kalimat…

  • Uncategorized

    Surat Cinta untuk Ibu

    Ibu, Ini aku, anak perempuanmu yang sudah besar tapi belum bisa apa-apa. Ibu, Jika aku tak sepaham denganmu, bukan berarti aku tak sayang padamu. Aku hanya ingin kau memahami jalan pikiranku. Jika aku diam, bukan berarti aku menyembunyikan sesuatu dan tak ingin bicara padamu. Aku hanya tak ingin membuatmu khawatir. Jika aku menolak, bukan berarti aku tak menurut padamu. Aku hanya belum sanggup melakukan apa yang kau mau. Ibu, Maafkan aku. Maaf, karena di usiaku sekarang, aku belum bisa membahagiakanmu. Kadang aku merasa masa kecilku justru membuatmu lebih bahagia dengan nilai-nilai sekolahku yang menjulang. Tak seperti sekarang. Maaf karena di saat kau berulang tahun yang ke-50 hari kemarin, aku belum…

  • Uncategorized

    Dari Akar kepada Pohon

    Di sela rintik hujan yang mengiringi kita. Kau datang tiba-tiba, berhembus lembut bagaikan angin yang menerpa wajahku. Tiba-tiba pula kau mengusikku dengan kehadiranmu. Semua tentangmu serba tiba-tiba. Kau pun tak hanya membuatku terusik, tapi juga menggangguku sangat. Kau layaknya pohon yang rapuh. Daunmu kering dan layu. Tak lagi hijau namun menguning. Batangmu pun rapuh dan hampir patah sedikit demi sedikit. Akarmu tak lagi bisa menjangkau di mana air yang kau butuhkan berada. Tak ada gairah untukmu hidup. Kau yang sedang kehausan dan membutuhkan penopang yang kuat untuk mempertahankan hidupmu. Kau begitu memprihatinkan bagiku. Menyedihkan. Aku tak kuasa melihat semua ini. Kondisimu yang tak mampu untukku menatapmu dalam-dalam. Tapi, kuikhlaskan, untuk…

  • Uncategorized

    Semoga Kali ini Baik

    Di antara sunyi aku menyatukan tiap kata yang mungkin tidak akan berani aku utarakan sambil menatap matamu. Ah, mungkin bagimu surat menyurat seperti ini adalah hal konyol dan menggelikan, tapi entah kenapa kali ini, jemariku bersemangat memecah namamu menjadi tiga paragraf pelahir rona di pipiku yang masih terasa perih. Harusnya surat ini aku kirim dua hari lalu, biar pas diterima 60 hari setelah sapa pertama kita di dunia maya. Aku masih ingat pakaian yang kamu kenakan saat pertama kali berjumpa, kaos warna khaki dan celana jeans yang membuatku kecil hati karena ukuran pahamu ternyata lebih kecil dari milikku. Namun ada satu hal yang tidak akan bisa aku lupa, binar di…

  • Uncategorized

    Cintailah Aku Karena Allah

    Berkah dalem mas. Apa kabarmu di sana sayang? Kupastikan kau di sana sama dengan diriku, sehat tak kurang apapun. Jelaslah rindu ini yang membuatku ingin menyampaikan setiap kata dengan pena cinta yang ku miliki. Ku pun yakin, kau di sana lebih memiliki rindu yang maha dahsyat untukku. Sayang, kau tahu bukan. Jika ada junjungan tertinggi pada makhluk-Nya yang patut aku sembah selain padaNya itu adalah dirimu, pastilah aku berikan sujudku selain padaNya. Tapi sungguh sayang, ku yakinkan hati ini bahwa yang layak disembah hanyalah Dia, Tuhan kita, tak ada selain untukNya. Kau pun tahu, cintaku padamu adalah perjuanganku untuk meraih cintaNya. Jangan kau harapkan cintaku layaknya roman picisan, tak mungkin…

  • Uncategorized

    Halo Tuan Desainer

    Halo Tuan Desainer, Nanti suatu hari akan ada momen saat kita duduk di pojok rumah yang kau cipta. Pada malam yang melarut, aku menghadap layarku, kamu menghadap layarmu. Kita bersama membangun kisah, kutuangkan dalam rangkai kata, kau susun menjadi sebentuk desain visual. Sama-sama kita menorehkan cinta, kusisipkan betapa aku mencintaimu dalam tulisanku, kau selipkan besar cintamu padaku di antara visual-visual yang kau desain. Di pukul satu pagi, kau akan menoleh padaku dan aku ikut memandangmu. Sejenak kita sama-sama terdiam, hanya bertukar rasa lewat tatapan. Kemudian senyum itu mengembang dari bibir kita masing-masing. Kau akan mengajakku rehat sejenak untuk menyeduh kopi kesekian atau memasak indomie :p Deadline Kita kembali menenggelamkan diri…