Uncategorized

Menuju Kita

Dear kamu,

Rasanya belum lama yang dinamakan hati – milikku – sakit lalu mendingin seperti bongkahan es. Beruntung kamu yang membawakan obat hingga sembuh dan kembali pada fungsinya mewadahi sebuah rasa.

Meski aku sempat berada pada masa-masa dilema, nyatanya aku harus mengakui bahwa aku punya asa, denganmu.
Aku sempat ragu untuk meletakkan sebuah rasa percaya, terlebih pada makhluk lawan jenisnya hawa.
Tapi nyatanya aku bersedia, berbagi ruang hati berdua.

Kalau ditanya mengapa?
Jawabnya,
Aku melihat kesederhanaan. Apa adanya, tidak dibuat-buat. Aku melihat semangat. Apa saja terlewati nyaris sempurna.
Awalnya aku tak pernah tahu siapa kamu.
Tapi singkat cerita, aku jatuh hati.

Aku meyakinkan diri kita memiliki tujuan sama.
Aku meniatkan kamu, satu nama untukku kelak.

Kamu nyaris sempurna. Aku di sini, bersamamu.

Dan aku menunggu kamu menyempurnakan semua ini.
(Ingat mas, tanpa menunggu beribu purnama ya)

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *