Curhat

Go Ahead, Underestimate Me

Selamat siang,

Sudah lama tidak menulis dengan gaya bahasa lugas. Yaaa, apa yang mau aku omongin siang ini tidak melulu bahasa puitis syahdu, kadang hidup keras bro, harus dihadapi dengan semangat dan kerja cerdas.

Beberapa hari belakangan statusku sebagai pendekar mulai dipertanyakan orang-orang terdekat. Aku tiba-tiba melemah kaya handphone yang baterainya tinggal 2% warnanya merah. Aku gampang menyerah, menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak bisa melakukan apa-apa.. Ah muncul lagi sisi payahku ini.

Anyway, kalian percaya gak sih kalo semua orang punya alter ego. Jadi gini, apa yang kelihatan di depan banyak orang itu belum tentu karakter orang itu sepenuhnya, ada satu bagian di mana orang lain tidak perlu sampai tahu, biasanya berhubungan dengan sisi lemah sih. Dan biasanya hanya akan ditunjukkan kepada orang lain yang dianggap benar-benar dekat, dipercaya, dicintai.

Akupun begitu. Aku terlihat begitu pecicilan di luar sana, fun, easy going, ceria bahkan cenderung gila karena kebanyakan ketawa. Seperti orang kantor yang menganggap hidupku sempurna, mapan di usia muda dengan gaji besar, jabatan lumayan, dan tidak pernah sulit mencari pacar. Ya itu kan apa yang terlihat mata bu.. Sisi nestapa duka laraku kan tidak perlu orang tahu toh. Prinsipku, berbagilah kebahagiaan saja, bahkan pada keluargaku sendiri. Jadi, ketika ada masalah bahkan sampai menghimpit dada begitu sesak aku hanya berani mengadu kepada Tuhan, dan orang terdekat (kalau ada).

Intinya sih kalo sekarang kalian sedang merasa susah, jangan sedih berlebihan. Semua orang juga pernah mengalami susah, aku juga, cuma ada yang mau pamer kesengsaraan, ada juga yang menjadikan kesusahan sebagai pegangan menuju kesuksesan. Inget ya gaess, King and Queen DON’T DO DRAMA! Ini self reminder juga sih buat aku yang payah banget seminggu ini.

Aku menjadi aku yang seperti ini karena ditempa begitu banyak proses. Aku bisa menjadi kuat karena dulunya pernah jadi anak lemah-selemahnya. Aku bersikap berani karena dulu pernah jadi penakut. Aku bisa mendapatkan apapun sekarang yang kuinginkan karena dulu aku pernah gak bisa punya apa-apa. Semua butuh proses dan perjuangan bro, inilah hidup, proses belajar jalan terus.

Jadi kalian yang sekarang sedang merasa banyak masalah, punya target yang tak kunjung tercapai, punya cita-cita yang rasanya sulit tercapai dan ternyata orang-orang di sekitar kalian mengecap kalian tidak bisa, senyumin aja. Jangan jadi loyo, justru harusnya jadi semangat buat kalian bekerja lebih cerdas and PROVE THEM WRONG. Gak usah dibalas dengan nyinyiran di social media, atau bikin status menyayat hati layaknya orang paling tersakiti sedunia (Adol Welas kalo kata pacarku), don’t playing victim. Jawab dengan usaha dan prestasi. Buat orang-orang terdiam dan mengakui kehebatanmu.

Pernah salah itu wajar karena kita manusia. Ingat ya, kita ini manusia yang kadang bisa bodoh, bisa lupa, bisa gak fokus. Komputer aja bisa error, bisa ngehang, bisa malfunction, masa manusia gak boleh? Memangnya kita dewa? Jangan sampai sih kita terpuruk hanya dengan kesalahan kita aja, tapi orang akan lebih menghargai ketika kita mengakui kesalahan kita dan berusaha memperbaikinya. Niat baik pasti akan menghasilkan hal baik. Jangan lupa berdoa ya, biar usaha kita akan menjadi sempurna.

Intinya, biarkan saja orang mencela dan menertawai kesalahan kita. Biarkan saja orang mengecap kita tidak bisa. Tetap maju ya kawan. Jatuh itu hal biasa. Kalo jatuh yang tarik nafas, atur keseimbangan dan berdiri lagi. Lari lagi mengejar ketinggalan. Jangan menyerah kek lagunya D’massiv pokoknya lah.

Sebenernya masih pengen nulis panjang tapi ini udah ditungguin Bu Rustini diajakin makan siang.
Jangan lupa makan ya kalian, biar gak baperan. BYE.

ANG si pendekar.

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *