• Uncategorized

    Ayah yang Baik

    Suatu hari nanti, kamu akan pulang ke rumah selepas kerja dan disambut dengan tangisan anakmu. Pada saat itu kamu sungguh letih karena pekerjaanmu dan kamu hanya ingin cepat-cepat mandi dan beristirahat, bukannya harus berhadapan dengan gadis kecil yang menangis karena ingin dibacakan dongeng sebelum tidur. Jadilah ayah yang baik dan bawalah ia ke kamarnya, bacakan ia cerita sembari aku menyiapkan air hangat untukmu mandi dan susu untuk si gadis kecil. Suatu hari nanti, anak lelakimu akan bertambah usianya. Ia mulai senang berlarian di sekitar rumah. Ia juga akan sering menggelayutimu, meminta perhatianmu. Jadilah anak yang baik dan timanglah anakmu. Ajarkan ia bermain bola, mewarnai, atau bersepeda. Sayangilah ia, agar gelak…

  • Uncategorized

    Setiap Kali Mengingat Kamu

    Dear you, Dear Superman, Dear Mr Adorable Dear mas, Kau punya banyak nama, kau punya banyak masa. Kau punya banyak cerita yang hidup di dalam rumah dengar. Di dalam rumah debar, di dalam rumah kecil yang berdetak untukku. Saat ini, segala tentangmu bernama inspirasi. Di mana langit penuh cahaya, dan musim saling berbisik, Melihat tulip mengganti matamu. Hingga angin berpapasan dengan riuh nafasmu, aku masih menjadi beranda, mengekalkan denting lonceng pagi, menunggumu. Mengingat beberapa waktu lalu, mari singgah sejenak. Pada masa di mana kita tiba-tiba saling menemukan. Inspirasi yang indah, penuh pemahamanmu dan kelabilanku. Aku yang pemuja, dan kau sang peneduh jiwa. Menulisi takdir dengan kekebalan, mencoreti waktu dengan kebutaan.…

  • Uncategorized

    Untuk Bapa Terbaik di Dunia

    Selamat sore Bapa kesayangan semua anak di dunia. Ini aku salah satu putri manja-Mu yang tak pernah absen meminta di tiap bercerita. Iya, Bapa, ini aku. Putri-Mu yang seharusnya sudah beranjak dewasa, tapi tetap saja masih kekanakan. Apa-apa suka mengadu. Padahal aku tahu, urusan-Mu bukan melulu tentang aku, tapi tetap tak henti aku mengganggu, dengan cengengku, dengan egoisku, dengan cemburuku. Belum lagi sifat cerewet yang selalu membuatku bercerita panjang lebar yang (mungkin) seringkali membuat telinga-Mu panas. Beruntungnya aku punya Bapa yang baik, yang alih-alih mengeluh, malah menuntunku menjadi pribadi lebih kuat. Menenangkan dengan cara-Mu sampai mendung kelabu di langit jantung menghilang, bahkan berganti terik mentari. Jadi, Bapa, di tulisan ini…

  • Uncategorized

    Terjerat

    Selamat sore. Bagaimana kabarmu hari ini? Apakah masih sibuk seperti hari-hari biasanya? Pastinya kamu sibuk hari ini dan hari berikutnya, mungkin sibuk sudah menjadi nama tengahmu. Entah apa yang akan aku tanyakan, tapi beribu tanya seperti akan terlontar. Kehadiranmu kini nyata, mengusik hari sampai terbawa dalam mimpi. Ah… apa arti semua ini? Sumber inspirasiku, kini bukan hanya kamu yang mengganggu malamku. Aku mulai tergoda untuk mengganggu malammu. Kita bukan hanya sekedar bertukar kabar tapi juga energi positif. Malam yang suntuk, aku buat nyaman sampai kamu terkantuk. Meletupkan api yang entah membara atau penasaran semata. Aku menggoda kamu melalui getaran telepon seluler. Kita mabuk tanpa bantuan alkohol. Kita menuju khayangan tanpa…

  • Uncategorized

    RINDU

    Kepada, kamu yang fotonya kuunduh diam-diam. Degup dalam dadaku tidak karuan ketika menuliskan ini, entah karena rindu atau malu untuk mengaku kalau aku sebenarnya… rindu kamu. Entah apa yang akan aku tuliskan di sini nanti, aku tidak tahu pasti, yang aku tahu, aku ingin terus menulis, menulis, dan menulis. Mungkin di ujung surat ini, rinduku akan habis? Pun senyummu tidak lagi tampak sebegitu manis? Sebelum kamu membaca lebih jauh, aku beri tahu bahwa surat ini memang tertuju padamu. Prediksiku bilang jantungmu akan berdetak lebih cepat ketika tahu bahwa ini adalah buatanku, yang isinya adalah perasaanku, yang selalu sama untuk kamu, dari dulu. Santai saja ketika membacanya… Bukankah sudah biasa kamu…

  • Uncategorized

    Untuk Semesta

    Kepada semesta, Semburat langit jingga sore tadi yang aku lihat dengan seksama, perlahan menghitamkan diri. Entah ia lelah entah ia gundah entah juga ia bosan melihatku bermurung hati setiap hari. Sejenak pikiranku melanglang buana ke suatu waktu di mana aku masih tertawa bahagia tanpa mengenal arti cinta. Dan aku rasa, aku belum paham betul apa itu arti cinta. Yang aku tahu hanya hatiku terasa penuh sesak oleh kebahagiaan hanya karena mendapatkan kabar darinya walau hanya melalui pesan singkat dan akan menangis menahan sesak di dada saat kehilangannya. Hujan turun seketika saat aku masih tertegun memandangi jingga yang telah menutup dirinya. Tanpa mereka kau juga tak berarti apa-apa. Sama sepertiku tanpanya,…

  • Uncategorized

    Tugasku Bukan Merindukanmu Lagi

    Kepada pria di kantor sebelah yang biasa kupanggil mamang. Maaf. Karena aku tidak bisa mencintaimu, lagi. Aku tidak bisa mencintaimu lagi, seperti bagaimana dulu aku selalu berusaha menjaga senyummu setiap pagi, membawakan roti cokelat untukmu sarapan, menanyakan makan di mana tiap siang, menunggumu pulang tiap sore, merindukanmu dan memimpikanmu tiap malam. Maaf. Karena aku tidak mampu lagi mencintaimu seperti itu. Mencintaimu dengan menuruti perhitunganmu yang membuat aku pusing. Mencintaimu dengan selalu memilih diam daripada menyuarakan argumentasi yang malah membuatmu semakin emosi. Aku menyerah… Aku tidak mampu lagi mencintaimu seperti itu. Karena… Karena kau pun tahu. Aku telah cukup berbahagia dengan dia yang mencintaiku, seperti aku mencintaimu dulu. Aku cukup berbahagia…

  • Uncategorized

    Memulai Kembali

    Hai,  Sepertinya 60 hari adalah waktu yang cukup panjang untuk kuhabiskan meratapi kehilangan seseorang yang kusayang. Dan semesta tidak mengizinkanku bersedih lebih lama lagi. Sudah saatnya aku berdiri lagi dengan sisa- sisa tenaga yang kuhabisi untuk menangisi seseorang. Mamang. Hai,  Hari-hariku sudah mulai normal lagi. Tidak ada lagi pagi2 menyedihkan, di mana aku terlalu takut membuka mata dan menyadari bahwa kehilangan mamang adalah hal nyata. Tidak ada lagi ketakutan berangkat kerja, hati yang sesak mengingat kebersaman berangkat kerja, melewati jalan-jalan yang dulu dilewati berdua hampir setiap hari. Aku sudah melewati jalur rumah – gentan – laweyan hingga palur dengan semangat lagi.  Aku belajar menerima kenyataan bahwa aku memang telah kehilangan…

  • Uncategorized

    Jatuh Bangun Demi Raisa

    Perjalanan bertemu Raisa semalam sungguh luar biasa. Tidak tahu kenapa, setiap aku mau do something yang penting, yang aku pengen banget atau excited selalu adaaaa aja halangannya. Dimulai dengan dihantui meeting yang gak kelar-kelar, padahal seharusnya secepat mungkin sampe Best Western buat tuker tiket karena jam 6 sore udah open gate, kan gak lucu aja sampe sana udah gak bisa nukerin tiket. Dari siang udah koordinasi terus sama Ohim, pokoknya gimana caranya sebelum jam 6 kita udah harus sampe Best Western. Rencana sih nungguin Ohim di kantor, trus lanjut ke lokasi. Tapi apa daya langit gelap dan hujan turun deres banget gak berhenti, udah setengah 6 dan mulai panik. Ah…

  • Uncategorized

    Mantan Calon Ibu Mertua

    Halo Ibu Win di Jakarta…. Sudah lama aku tidak mendengar suaramu ketika menelepon anakmu. Bukannya aku tidak merasakan rindu padamu, sungguh! Hanya saja kini aku menjaga banyak hati dengan tidak menemuimu. Termasuk menjaga hati anakmu yang (mungkin) kini membenci aku dan menjaga hatiku sendiri. Ya, aku mencegah diriku semakin merasa sayang padamu agar hatiku tidak pilu semakin dalam. Tapi percayalah Bu, tidak setitik pun ada rasa benciku padamu, perempuan hebat. Sejak beberapa waktu lalu aku semakin dekat mengenalmu dari cerita anakmu, perempuan hebat yang melahirkan seseorang yang aku cintai dengan segenap hatiku. Dari kisahmulah aku tahu dan mengerti tentang berbagai kisah pilu. Bagaimana sakitnya dikhianati dan ditinggalkan. Ketika kumendengarkan kisah…