Uncategorized

Tugasku Bukan Merindukanmu Lagi

Kepada pria di kantor sebelah yang biasa kupanggil mamang.

Maaf. Karena aku tidak bisa mencintaimu, lagi.

Aku tidak bisa mencintaimu lagi, seperti bagaimana dulu aku selalu berusaha menjaga senyummu setiap pagi, membawakan roti cokelat untukmu sarapan, menanyakan makan di mana tiap siang, menunggumu pulang tiap sore, merindukanmu dan memimpikanmu tiap malam.

Maaf. Karena aku tidak mampu lagi mencintaimu seperti itu.
Mencintaimu dengan menuruti perhitunganmu yang membuat aku pusing. Mencintaimu dengan selalu memilih diam daripada menyuarakan argumentasi yang malah membuatmu semakin emosi.

Aku menyerah…

Aku tidak mampu lagi mencintaimu seperti itu. Karena…

Karena kau pun tahu.

Aku telah cukup berbahagia dengan dia yang mencintaiku, seperti aku mencintaimu dulu.
Aku cukup berbahagia dengan dia untuk sekedar mengingat siapa kamu.

Aku cukup berbahagia dengan dia yang selalu mengucapkan selamat pagi dan memberiku motivasi. Dia yang walaupun tidak di sini namun terasa dekat, yang selalu menceritakan detail hari-harinya tanpa aku di sampingnya, yang mencari ketika aku tidak berkabar, yang mengagumi apapun yang aku lakukan. Menerima apa adanya aku.

Aku cukup berbahagia dengan dia untuk sekedar menatapmu dan merasakan amukan rindu di dadaku.

Ternyata aku tidak merindukanmu lagi.

Maaf.




A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *