Uncategorized

The Truth About Haters

“Orang baik itu musuhnya
banyak, banyak yang gak seneng sama orang baik. Karena mereka sirik gak bisa
sebaik orang itu.” (Joshua Suherman)
Haters adalah sebutan buat mereka yang punya perasaan gak
suka atau rasa benci teramat dalam dan ekstrem terhadap suatu hal atau orang
lain. Rasa benci atau gak sukanya ditujukan ke objek tertentu atau sekelompok
orang. Haters ada di mana aja, bahkan mungkin kita gak sadar dengan keberadaan
mereka. Sebaik apapun kita,
akan selalu ada orang yang gak suka sama kita
. Tapi gak perlu merasa
down, because haters are a sign of success. Haters seringkali
dihubungkan dengan perasaan marah dan cenderung bermusuhan. Kebencian itu bisa
berasal dari rasa cemas dan kegelisahan. Karena terjadi secara intensif, banyak
psikolog sepakat rasa benci bukan hanya kondisi emosi sesaat. Tapi sikap atau
karakter pribadi seseorang. Tindakan buruknya berupa serangan fisik, perusakan,
bullying, harassment, atau mencaci-maki.
Menyimpan kebencian udah pasti gak bagus, terutama untuk
kesehatan jiwa kita sendiri. Kalau terus-terusan memelihara rasa benci di dalam
diri, kita bisa jadi Misantrophy lho. Misantrophy adalah
kepribadian seseorang yang benci sama seluruh spesies manusia. Kedengarannya
ekstrem banget tapi bassicaly seorang misanthrope sangat gak suka dengan
sifat-sifat umum manusia. Mereka tetap punya kehidupan sosial tapi
kecenderungannya gak terlalu banyak orang yang ada di kehidupan seorang misanthrope
karena mereka ini selalu nemu aja hal yang dibenci di diri orang lain.
Why Haters Love to Hate???
Hate is one of those words that look simple enough but
carry enormous weight
. Pastinya ada alasan yang bikin orang jadi pembenci.
Biasanya perbedaan pemikiran, ras, gender, atau jealosy. Tapi kenapa hal-hal
itu bisa menimbulkan kebencian?
Ketika rasa benci itu muncul, saat itu pula ada rasa gak
nyaman dan kegelisahan. Ada insting alamiah yaitu melindungi diri dari perasaan
terancam. Dengan membenci, haters kaya merasa aman dari mereka yang
dianggap”ancaman”. Hate yang disebabkan oleh rasa iri biasanya membuat si hater
jadi bertekad buat menyakiti subyek iri hatinya. They need to bring people
down so that the person feel as miserable as they are
.
Sesuatu yang berbeda juga bisa jadi pemicu kebencian. Ada
sedikit aja hal yang gak sama kayak mereka, langsung deh nunjukkin rasa gak
suka dengan marah, mencaci, atau bahkan menyerang.
Tactics for Dealing with
Haters
Sikap penting yang harus ditunjukkin adalah tenang dan
bijak. Gak usah peduliin sikap jahat atau omongan buruk mereka. By taking
attention away from the hater, you help them to realize that you’re too strong
or too busy to worry about what they are saying
. Lama-lama mereka sendiri
yang bakal capek karena gak kita tanggapi. Kenali mereka baik-baik dan jaga
sikap dan perkataan kita. Our innate desire to share every victory with our
closest allies can backfire into a back-stabbing. So, be carefull about who you
trust.
Gak kalah penting, never let haters distract you or waste
your time
. Jangan sampe energi kita habis untuk meladeni orang-orang yang
benci sama kita. Our energy should always be invested in someting positive.
Sulit untuk jadi yang terbaik kalo kita selalu berusaha menyenangkan hati semua
orang. Jangan memutuskan untuk ‘menyerah’ terhadap haters dengan nurutin atau
meladeni mereka. The best way to counterattack a hater is to make their
attack has had no impact on you
. Haters mungkin bisa jadi makin benci dan
semakin ‘menekan’ karena keacuhan kita, but stay calm and carry on. Ingat
selalu ungkapan “The best revenge is living well”.
Why You Shouldn’t be a
Hater?
  1. You are
    wasting your time
Coba dihitung berapa banyak waktu
yang udah kamu buang buat being angry at someone? Belom lagi ditambah waktu
yang dipakai buat ngomongin orang itu ke orang lain demi dapet massa. Kalau
memang orang itu segitu nyebelinnya, why do you make him/her the center of your
life?
  1. You are
    missing out on you own life
Kemungkinan besar kebencian kita
sama seseorang disebabkan dia punya sesuatu yang kita gak punya, misalnya aja:
pengakuan atas karya dia sementara hasil kerja keras kita kaya gak dipandang
orang lain. Hal ini wajar kalo bikin sakit hati. Tapi hating that person gak
akan membuat orang lain menghargai kita. Lebih baik konsentrasi untuk cari cara
to improve urself. Success will come eventually! You just have to focus on
your life more.

  1. Nobody is
    perfect anyway
Kita semua punya kelebihan yang
dipaketin sama kekurangan. So, kita sebetulnya gak punya hak buat menghakimi
orang lain.
  1. You’ll lose
    friends
Awalnya mungkin kamu bakal dapet
banyak temen. Karena orang seneng nonton atau nimpalin kritikan dan kemarahan.
Tapi lama-lama you’ll lose those spectators. Karena mereka udah siap buat move
on with their life and leave this bitter person behind. Males banget berteman
sama orang yang kerjaannya marah-marah melulu.
  1. Karma!
What goes around comes around.
Apa yang kita lakukan suatu saat akan berbalik ke kita. Tapi hati-hati,
sometimes karmanya balik baru bertahun-tahun kemudian dan kenanya bisa aja
bukan ke kita tapi ke orang yang kita sayangi banget. Sakit gak ngeliat papah
atau mungkin mama, atau bisa juga kakak, adik, sahabat, atau bisa anak kita
kelak diperlakukan buruk sama orang lain? Gak mau kan itu terjadi???
Ang_

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *