Curhat

Test Pack

Ini review yang tertunda.

Nonton film Test Pack tu rasanya kaya ditampar. Apalagi setelah baca bukunya. Ya, saya telat tahu ada buku sekeren Test Pack!!!

Rasanya seperti disuruh nonton adegan hidup saya sendiri. Tata itu sangat Angga, saya mengakui! Yang idealis, ambisius, perfeksionis, jutek, dan suka marah-marah. Yes, indeed. Tata is so me.

And FYI, kakang memang dia banget (re : pacar). Yang sabar dan mencoba selalu tenang karena saya orangnya panikan. Bedanya kakang gak pernah curang (di buku jelas), but pacar did it! Iya sih, saya gak boleh banding-bandingin pacar sama orang lain, apalagi sama tokoh fiktif, hehe…

Saya hidup di kenyataan, bukan di novel, dan memang gak ada pria sempurna seperti kakang.

Saya juga sudah membuat banyak salah sama pacar. Lagi-lagi di buku ini saya disindir, gimana saya masih mendendam sampe hari ini. Memaafkan sih iya, tapi melupakan memang susah. Dalam hal ini saya memang bodoh. Seharusnya saya tidak menjadikan skandal itu as a weapon karena justru akan membunuh saya sendiri. Menyiksa.

Saya membuat pacar seperti orang yang harus bersalah karena masa lalu. Dan saya seperti orang yang tidak pernah bisa memaafkan yang sudah terjadi. Padahal saya gak hidup di masa lalu. Saya hidup sekarang di mana senjata itupun sudah basi banget buat pacar. Diungkit-ungkit terus itu gak enak!

Apa itu yang saya lakukan ke orang yang saya cintai?

Why can’t I forget what had happened?

Saat ini saya cuma gak mau nyesel. Mungkin saya bisa ngungkit terus, marah terus sama dia, karena sekarang dia masih ada sama saya. Tapi gimana kalau dia tiba-tiba pergi dan lelah meghadapi saya yang susah diatur ini? Saya gak mau ambil resiko itu.

Cukup. Saya gak mau kehilangan dia. Saya sayang pacar. That’s it.

Now, I love him more and more. Karena ketabahan dia dalam menikmati hidup yang super duper unik ini. I know he wants marry me too. I know it’s tough for him. It’s tough for me too. But facing it together with the one I love, I know it won’t be really that tough.

Commitment will give me the strength to make me love him.. unconditionally. It’s tough but.. he will love me back the same way.

I love you.. because I want to.

Untuk pacar tersabar sepanjang masa.

Ang 

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *