Ibu,
Ini aku, anak perempuanmu yang sudah besar tapi belum bisa apa-apa.
Ibu,
Jika aku tak sepaham denganmu, bukan berarti aku tak sayang padamu. Aku hanya ingin kau memahami jalan pikiranku. Jika aku diam, bukan berarti aku menyembunyikan sesuatu dan tak ingin bicara padamu. Aku hanya tak ingin membuatmu khawatir. Jika aku menolak, bukan berarti aku tak menurut padamu. Aku hanya belum sanggup melakukan apa yang kau mau.
Ibu,
Maafkan aku. Maaf, karena di usiaku sekarang, aku belum bisa membahagiakanmu. Kadang aku merasa masa kecilku justru membuatmu lebih bahagia dengan nilai-nilai sekolahku yang menjulang. Tak seperti sekarang. Maaf karena di saat kau berulang tahun yang ke-50 hari kemarin, aku belum juga bisa memberimu mantu, kado yang dari beberapa tahun ini kau minta.
Ibu,
Terima kasih, selalu membangunkanku pagi-pagi untuk berangkat sekolah, dulu. Terima kasih atas segala cahayamu yang menerangi hari-hari gelapku. Terima kasih, untuk air susu ibu yang tak pernah sepeserpun kau minta bayarannya dariku. Terima kasih, selalu menyiapkan sarapan sebelum aku meninggalkan rumah setiap pagi. Terima kasih, atas hidup yang kau warnai dengan caramu sendiri.
Ibu,
Terima kasih atas cinta tanpa syarat yang kau hadiahkan untuk hidupku.
Sekali lagi, selamat ulang tahun Ibu.
Dari anak perempuanmu yang kau bilang belum becus untuk mencari seorang lelaki yang bisa menjadi pendamping hidupku.
Semoga yang Selasa subuh kemarin ibu jemput bisa segera jadi mantu ya Bu…


