Curhat

Semua Nikah pada Waktunya

Hari Minggu kemarin kunikmati dengan riang gembira bersama kekasih dan anak-anak kaki empatku. Selain itu Carla yang sejak Rabu sakit dan sampe diinfus, hari itu berangsur membaik dan sudah mau makan sedikit-sedikit. Gak ada yang lebih indah dari kesehatan dan keceriaan mereka.

Sampai Budeku yang gendut datang dan bertanya.. “Tahun depan mba Kaka sama mba Anggi mau kawin lho? Kamu kapan?”. (Bude, aku kawin mah udah sering, jadi nikah gak pengen2 amat). Mood langsung ngedrop, bete.

Sering juga dulu (sekarang gak berani nanya-nanya lagi) ibu bertanya :”Kamu kapan mau nikah? Tuh mba Hana udah punya anak lho..” (Kalo ibu cuma pengen punya cucu aku bisa buatin sekarang, beneran).

Dan barusan mantanku yang masih aktif FBan sama adekku nanyain kabarku dan ujung2nya nanya “Mba Angga udah punya anak belum dek, dia udah nikah kan?” (aduh mas, kepo bener sama hidupku, kita udah putus 7 tahun lalu lho, masih cinta apa?)

Momok gadis usia seperempat abad ya memang ini, ditanya kapan nikah. Kondangan nikahan temen atau sepupu selalu ditanyain kapan nyusul. Dan yang paling konyol adalah dengerin ibu-ibu yang kepo trus banding-bandingin anak siapa yang udah nikah dan belum.

Okay, saat usiaku belasan, menikah di usia muda adalah impian. Dinikahi pria idaman, punya anak, hidup bahagia selamanya. But now? Menikah buatku adalah suatu langkah besar yang harus kuambil dengan pemikiran panjang. Karena aku hanya ingin menikah satu kali, sampai tua, selamanya.

Aku memang masih asyik dengan duniaku sendiri, dengan malaikat kaki empatku, dengan karirku, teman-temanku. Aku merasa belum mampu bangun pagi, bikin sarapan buat suami, dan segala tanggungjawab dalam pernikahan lainnya. Ribet.

Ya aku percaya sih, untuk segala sesuatu ada waktunya. Buat teman-temanku yang bernasib sama bahkan lebih parah dariku. Santai aja. Nikmati apa yang kalian punya sekarang. Menikah bisa nanti. Menikah itu harus happy, bukan hanya mengejar status tapi tiap bulan berantem cuma gara-gara kehabisan duit bayar biaya ini itu.

Dan buat manusia-manusia aneh yang nyombongin status mereka yang sudah menikah. Kasihan amat, kebanggaan loe cuma sampe segitu doang? Kalo loe nikah duluan dari gue bukan berarti loe lebih bahagia dari gue.

Karena menikah itu bukan cepet-cepetan, tapi lama-lamaan.

Salam damai,
Ang.  

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *