Di antara sunyi aku menyatukan tiap kata yang mungkin tidak akan berani aku utarakan sambil menatap matamu. Ah, mungkin bagimu surat menyurat seperti ini adalah hal konyol dan menggelikan, tapi entah kenapa kali ini, jemariku bersemangat memecah namamu menjadi tiga paragraf pelahir rona di pipiku yang masih terasa perih. Harusnya surat ini aku kirim dua hari lalu, biar pas diterima 60 hari setelah sapa pertama kita di dunia maya. Aku masih ingat pakaian yang kamu kenakan saat pertama kali berjumpa, kaos warna khaki dan celana jeans yang membuatku kecil hati karena ukuran pahamu ternyata lebih kecil dari milikku. Namun ada satu hal yang tidak akan bisa aku lupa, binar di matamu, aku mengagumi tatapmu. Aku menemukan senyumku di dalam matamu, senyum yang sempat hilang terlumat cerita terakhir yang kutulis.
Entahlah cerita apalagi yang aku baca di lembar kali ini. Satu yang aku yakin, akan ada namamu di cerita kali ini. Halaman baru, kisah baru, dan semoga senyum baru. Akan kutapaki dengan lebih hati-hati, kubaca tanpa perlu membalik halaman sebelumnya, terus membaca hingga aku dan kamu menjadi debu.
Pada bahumu, aku selalu meletakkan penat yang seketika kamu ganti dengan cerita-cerita penenun senyum. Untuk senyum dan tawa yang sekarang menggantung di wajahku tiap kali dinding-dinding imajiku melukis parasmu, aku mengucapkan terima kasih. Terima kasih, kamu. entah apa yang kamu rasa saat membaca surat ini, yang pasti aku sedang bimbang untuk memberikan surat ini atau tidak ke kamu. Rasanya mau kuhentikan surat ini, malu.. tapi jika kubandingkan dengan hangat yang kurasa di tiap kali aku bersandar di bahumu, tiap kali jemari kita bersatu… Ah, aku sudah pernah bilang kan, kalau aku suka matamu? tambahkan dua lagi, aku kecanduan bersandar di bahumu, jemariku menemukan nyaman terpeluk jemarimu.
Baiklah, sebaiknya kusudahi surat ini, pipiku merona tiap kali kata per kata kupetik. Oiya, aku masih hutang sarapan, semoga bisa kubayar di pantai yang sedang kamu pertimbangkan untuk datangi dalam waktu dekat ini. Ya, semoga kali ini cerita yang baik, entah akan terjatuh atau tidak, semoga kali ini baik.


