Uncategorized

RINDU

Kepada, kamu yang fotonya kuunduh diam-diam.

Degup dalam dadaku tidak karuan ketika menuliskan ini, entah karena rindu atau malu untuk mengaku kalau aku sebenarnya… rindu kamu. Entah apa yang akan aku tuliskan di sini nanti, aku tidak tahu pasti, yang aku tahu, aku ingin terus menulis, menulis, dan menulis. Mungkin di ujung surat ini, rinduku akan habis? Pun senyummu tidak lagi tampak sebegitu manis?

Sebelum kamu membaca lebih jauh, aku beri tahu bahwa surat ini memang tertuju padamu. Prediksiku bilang jantungmu akan berdetak lebih cepat ketika tahu bahwa ini adalah buatanku, yang isinya adalah perasaanku, yang selalu sama untuk kamu, dari dulu. Santai saja ketika membacanya… Bukankah sudah biasa kamu mendapati tulisan-tulisanku yang sudah mulai beberapa tentang kamu?

Aku rindu… eh, aku tadi sudah bilang ya? Hehehe.. maaf ya, beginilah tabiat rindu, selalu tidak mau tahu dan tidak tahu malu. Rindu melulu ribut ingin keluar kalbu dan menghambur ke arahmu. Memeluk tubuh yang selalu jadi pusat semestaku, doa setelah sujudku, dan haru dalam mimpiku.

Aku rindu… pada setiap tutur katamu, caramu memandang dunia dan segala permasalahannya. Aku yang selalu terkagum-kagum dengan pandangmu, jiwa baik yang begitu tenteram dan membuatku nyaman. Kamulah idola, kamulah inspirasi hatiku.

Aku rindu.. pada tiap lekuk wajah kokohmu, yang dipahat Tuhan dengan nilai sempurna dikurang satu. Tulang pipi yang naik ke atas ketika tersenyum, mata indah dan senyum khas itu, pun rambut legam yang sepertinya akan jadi tempat paling nyaman untuk jadi mainan tanganku. Aku rinduuuuuuu… Perlu deskripsi sepanjang apa buat meyakinkanmu bahwa aku hapal tiap detil yang ada di kamu?

Hmmmm… sepertinya tulisanku sampai sini saja, percuma menuliskanmu banyak-banyak, rinduku tetap saja banyak. Biar saja rindu melumatku lamat-lamat, semoga setelahnya aku tidak tamat.

Ngomong-ngomong setelah membaca ini, keberatankah kamu memberiku sebuah sapaan singkat? Hanya untuk memastikan apakah aku masih bisa merindukanmu dengan selamat.

Dari aku.
Perindu paling hebat.

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *