Sebuah nostalgia yang tak kan terlupa Tentang gadis bingung dan pengembara Berbagi cerita di penghujung senja Menunggu datangnya hujan Tiada kunjung datang hujan yang dinantikan Namun hari-hari semakin berarti Berteman butir waktu berpayung langit mendung Akhirnya yang tiba cinta Ternyata bukan tentang menanti dan menunggu Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu Walau tak selalu berkahir bersama Mungkin nanti kan bertemu kembali Cinta bukan tentang menanti dan menunggu tetapi memang telah waktunya tuk bertemu Walau tak selalu berkahir bersama Mungkin nanti Sampai nanti Bertemu kembali Monita Tahalea
-
-
9. Semua yang Ada di Kamu Aku Suka
Aku suka membaca namamu muncul di notifikasi telepon masuk, dan mungkin tak akan kulihat lagi di handphoneku. Aku suka mendengarkan suaramu ketika memanggilku bu, dan mungkin panggilan itu kini sudah tidak berlaku lagi. Aku suka mendengar suara tawamu ketika puas membullyku, sungguh aku rela dibully hanya supaya mendengar lagi suara tawa renyah itu. Aku suka menjawab pertanyaan-pertanyaan kepomu, aku sedang apa, di mana, sama siapa, dan mungkin tidak akan lagi kamu tanyakan. Aku suka melihat ke dalam mata cokelatmu, mata sipit yang tidak pernah berhasil mengerling kepadaku, yang mungkin tidak akan pernah bisa kutemui lagi. Aku suka mendengar komplainmu ketika merasa tidak diprioritaskan, yang kini mungkin tidak akan kau minta…
-
8. Happy Valentine, Chicco Jericko
Selamat hari kasih sayang, Chicco Jericko.. Di hari penuh kasih sayang ini, surat ke-8 khusus kuberikan pada kamu yang juga spesial. Pria di layar kaca yang aku kagumi, aku ingini, aku doakan, menjadi jodohku. Selamat ya.. semakin hari kamu semakin bersinar. Tahun ini banyak film bagus yang kamu bintangi, aku ikut bangga sebagai calon jodohmu (uhuk!). Iya, kamu calon jodohku. Kenapa? Mimpiku terlalu dalam? Aku rela bermimpi terlalu dalam, aku rela tenggelam demi punya keyakinan bahwa kamu lah sebenarnya jodohku. Katie Holmes punya keberanian untuk memimpikan Tom Cruise jadi suaminya, and it’s happen.. Yah, walaupun pada akhirnya mereka berpisah, tapi mereka pernah menjalani hari-hari indah bersama dan membuahkan seorang gadis…
-
Dandelion – Breathe
Terjatuh berdiri lalui setiap hari Sadari hidupku hanyalah hembusan nafas Awan gemawan melayang dan hilang Berlari tak henti rinduku tak bertepi selalu percaya meski tak melihat Lembut bisikan kasih-Mu selalu kudengar sampai teduh ke lubang sanubari Tenanglah jiwaku Sekalipun berjalan dalam lembah kekelaman aku tak’kan goyah sbab Engkau bersamaku Menuntunku selalu, menghiburku selalu terbang melintasi setiap musim dalam hidupku Menanti janji-Mu Menanti janji-Mu yang setia selalu Fajar pun merekah sadarkan jiwaku Tenanglah sepanjang masa Monita Tahalea
-
Dandelion – Saat Teduh
Kurenungkan semua tanya Di hening malam tak berbintang Teringat seorang sahabat setia Dia selalu berkata aku beserta Suka dan duka kayuh bersama Tetaplah janjinya tuk bersamaku Lara pun pergi menjauh Sepiku bagaikan debu Hati pun tenang dekatmu kunyanyi slalu denting jiwaku senandungkan langkah bersamamu Larapun pergi menjauh sepiku bagaikan debu hati pun tenang dekatmu di setiap langkahku kan selalu percaya kau bersamaku, kau bersamaku selalu. Monita Tahalea
-
Dandelion – Memulai Kembali
Matahari sudah di penghujung petang kulepas hari dan sebuah kisah tentang angan pilu yang dahulu melingkupiku sejak saat itu langit senja tak lagi sama Sebuah janji terbentang di langit biru Janji yang datang bersama pelangi angan-angan pilupun perlahan-lahan menghilang dan kabut sendupun berganti menjadi rindu Aku mencari Aku berjalan Aku menunggu Aku melangkah pergi Kau pun tak lagi kembali Dan ku kan memulai kembali Monita Tahalea
-
7. Untuk (Calon) Ibu Mertua
Selamat siang Ibu, bagaimana kabar panjenengan? Di sini saya selalu mendoakan Ibu selalu sehat dan bahagia. Seperti saya selalu mendoakan mas. Ibu memang cantik, ibu saya juga cantik. Saya selalu mengagumi mata cokelat ibu, yang ibu wariskan pada anak lelaki panjenengan. Ibu pasti bangga nggih punya anak lelaki seganteng mas, saya juga bangga bu tiap digandeng mas kemana-mana. Hehehehe… Ibu pasti kaget ya waktu pertama kali melihat kaki saya ada tatonya, tato anjing pula. Tenang bu, tato itu wujud kecintaan saya pada seni, bukan berarti saya preman terminal, walau saya kerjanya di bis. Anak ibu juga suka bis kan? Berarti kami cocok nggih bu? saling melengkapi. Saya perempuan baik-baik kog…
-
6. Untuk Mas Gagah Penghuni Rosalia Express
Sore itu di parkiran depan Rosalia Express aku menemukanmu. Kamulah satu-satunya pria yang menggelitik mataku, mempesona. Pria tinggi besar yang sampai kutulis ini belum kuketahui namamu. Kusebut saja kamu mas Gagah. Karena kamu, aku sekarang lebih rajin makan siang di kantin belakang. Motivasiku? Ingin bertemu kamu. Cukup dengan melihat dan memandang wajahmu dari kejauhan, mengagumimu. Sadarkah kamu mas Gagah? Ada gadis Rosalia Indah yang kini menjadi penggemar rahasiamu? Bel tanda pulang kini terdengar lebih bergairah. Aku ingin segera pulang, bertemu kamu di parkiran depan kantormu. Kamu tidak pernah menyadari kehadiranku. Kamu tidak merasakan kegembiraanku berpapasan denganmu. Kamu tidak tahu itu, dan mungkin tidak akan kubiarkan kamu tahu. Aku belum siap…
-
5. Untuk Kamu yang Kubuat Luka
Karma tidak butuh alamat, dia berhasil menemukanku kini. Apa kabar kamu yang dulu kubuat terluka? Masihkah hatimu pilu mengingatku? Maafkan aku yang dulu menyia-nyiakan cinta tulusmu demi laki-laki yang ternyata tidak benar-benar mencintaiku. Semoga saat ini kamu sudah berbahagia, menemukan perempuan yang sungguh menginginkanmu, tidak seperti aku dulu. Aku sudah bertemu karma, opa. Iya, aku selalu memanggilmu opa dan kamu memanggilku oma, seperti impianmu ingin menua bersamaku, yang sayangnya tidak bisa menjadi nyata. Aku kini terluka, sama seperti kamu juga terluka karena aku. Aku ditinggalkan dan disia-siakan, sama seperti apa yang dulu dengan kurang ajarnya kulakukan padamu. Sekarang aku tahu rasanya opa, bagaimana dibuang dan tidak dipedulikan. Dia meninggalkanku dan…
-
4. Untuk Cinta yang Belum Sempat Tersampaikan
Facebook.Menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh. Kita pernah dipisahkan jarak. Memaksa kita menjauh, larut dengan kesibukan masing-masing, melupakan cinta yang pernah tumbuh. Cinta yang belum sempat tersampaikan. Dan teknologi kini mempertemukan kita kembali, apakah cinta itu masih tersisa? Sudah 9 tahun sejak saat itu. Waktu telah mengubah segalanya. Statusmu, statusku, cinta, dan usia kita. Kukira kamu sudah lupa. Ternyata aku salah. Pertemuan kita di warung fotokopi, gaya bercandamu, yang langsung menimbulkan rasa suka di hatiku. Ah… dulu kita pernah sedekat itu. Kenapa kita selalu terlambat bertemu? Terima kasih untuk setiap nostalgia manis yang kembali kamu bangkitkan. Membuatku tersipu. Tomang – Cikarang. Bukan jarak yang dekat, perjalanan melelahkan di akhir pekan…















