Lihat apa yang terjadi dengan semua rencanaku,
hancur semua berantakan..
Dia berjalan keluar dari lingkaran hidupku,
Rela kulepaskan dia…
Dan aku mulai berdendang..
Pasti kubisa melanjutkannya,
Pasti kubisa menerima dan melanjutkannya…
Pasti kubisa..
Setiap orang hidup pasti mempunyai impian. Karena kita makhluk sosial, impian-impianku pasti ingin kuraih bersama orang-orang yang berjuang bersamaku.
Aku tidak tahu entah ini menjadi kekurangan atau kelebihanku. Aku orang yang terlalu optimis, aku orang yang terlalu 100%. Terlalu percaya dan terlalu mencintai.
Dan memang kenyataan tak semanis impian. Ada kalanya aku ditinggalkan untuk berjuang sendirian. Mungkin aku terlalu semangat, sedangkan dia sudah lelah dan ingin berhenti. Dan aku hanya terdiam, kecewa, namun tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya berlalu.
Apakah aku lalu menyerah juga? Tidak. Aku ditakdirkan untuk menjadi perempuan berkemauan keras, sekeras baja. Aku akan terus berjuang, melanjutkan hidup, melanjutkan perjuangan sampai akhir, sampai aku menjadikan impianku kenyataan, yang manis, tidak pahit.
Mungkin aku sombong. Ya, tapi aku memang terlalu berani untuk menghadapi kenyataan. Aku tidak melarikan diri, aku tetap di sini, pada jalur yang memang harus kulalui.
Nasi telah menjadi bubur. Tapi bubur bisa dibuat bubur ayam, yang menurutku lebih enak daripada nasi.
Selamat jalan.
Ang.


