Uncategorized

Kepada Seseorang di Kereta

Mungkin saat ini kamu sudah duduk di kereta, sibuk dengan handphonemu atau melihat ke luar jendela. Belum sampai saja aku sudah ingin kamu cepat kembali. Haha… Entahlah, kadang rindu sangat aneh. Kadarnya bertambah malah setelah kita bertatap muka.

Sebelum kita bertemu kemarin, aku pikir 3 jam cukup untuk persediaan rindu beberapa waktu ke depan. Namun ternyata kamu candu. Aku tidak munafik, jika diberi pilihan aku ingin kita tidak seberjarak ini. Dekat dengan kamu adalah hal yang paling menyenangkan sedunia. Tetapi aku sudah memilih untuk cukup menyimpanmu di hati saja, lengkap dengan 61,5 km dan berhari-hari tak melihatmu.

Iya iya.. aku masih yakin dan terus berdoa. Tuhan merentangkan jarak ini agar perjalanan aku dan kamu menuju kita terasa lebih khidmat. Selangkah demi selangkah kian dekat.

Karena suatu hari nanti, beberapa tahun lagi, jikalau kamu harus kembali berada dalam kereta, maka aku juga akan di sana, duduk di sampingmu sambil merebahkan kepala, atau memangku si manja dan bergurau dengan si lucu. Kita akan menuju pemberhentian yang sama.

Jadi, sampai saat itu tiba, kita memang harus rela duduk terkantuk di dalam kereta dengan arah yang berbeda. Sampai saat itu tiba, aku tak akan lelah mengucapkan hati-hati di jalan, mengingatkan ini itu agar tak kelupaan, dan dengan cerewet berkata selamat pagi, semangat, dan jangan lupa makan.

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *