Selain menjadi tema Pesta Remaja 2011 (selanjutnya akan saya tulis PR2011 aja yaa), HARUS BEDA!!! juga menjadi judul film yang diputer di acara PR2011 Sabtu lalu.
Awalnya PR2011 ini mau kami buat bak acara-acara gereja besar, yakni mendatangkan artis ibukota untuk pelayanan di gereja kami, bisa kesaksian, bisa juga pujian, intinya kami mau membuat sesuatu yang spektakuler, yang lain dari yang lain (menurut ukuran gereja kami yang kecil tentunya).
Dan mulailah kami hunting contact person artis ibukota yang akan kami datangkan. Singkat cerita saya berhasil mendapatkan nomor telepon manager seorang artis terkenal, yang konon suka pelayanan gratis di gereja-gereja. Dan ternyata memang gratis sodara-sodara (senangnyaaaahhhh…). Tapi… kami harus menyediakan biaya akomodasi yang berupa biaya tiket pesawat PP jakarta-solo, kelas eksekutif untuk 3 orang dan 2 kamar hotel (berbintang atau gak saya lupa). Sepertinya impian kami untuk mengundang artis ini tidak kami laksanakan tahun ini mengingat biaya besar yang harus kami keluarkan plus waktunya yang terlalu mepet. Untung sajaa jadwal sang artis pada 24 Sept udah penuh, jadi saya gak perlu pusing-pusing ngeles buat batalin, wkwkwkwk… Tuhan itu baik.
Mendatangkan pembicara untuk kotbah udah sering, Pak Setyo yang kotbah udah sering BANGET, OVJ udah pernah, mau dibikin apa ya PR2011 ini???
Karena kita lagi seneng2nya bikin film (saya dan Hanung terutama), dan didukung kesuksesan film pendek kita pas Paskah kemaren, maka kita memutuskan untuk bikin tema layar tancap, outdoor, dan muterin film hasil karya sendiri.
Petualangan gak berhenti sampe di sini sodaraa. Beda dengan film “JonoJini” yang pemainnya para remaja yang udah hampir gede aka udah lulus SMA, yang lebih gampang diatur waktunya. Kali ini yang main bener2 anak remaja usia belasan, baru kelas 1 dan 2 SMA. Sekolahnya beda-beda, ada yang SMA ada yang SMK. Kegiatannya beda-beda, ada yang les pelajaran, ada yang ekskul basket, ada yang punya hari wajib nyari belut sama bapaknya.
Rasanya susaaaaah banget ngumpulin 4 anak ini buat syuting di satu waktu yang sama. Ditambah jiwa ababil mereka yang menggelora, susah dikendalikan. Ada yang tiba-tiba gak mood, ada yang males-malesan karena laper, ada yang tengsin syuting diliatin orang-orang. Stress!!!
Yaa begini ini susahnya pelayanan. Kita gak dibayar. Mungkin kalo ini proyek komersil dan mereka adalah pemain yang kita bayar, saya akan dengan senang hati mencak-mencak sama mereka kalo mereka dateng syuting telat atau bahkan gak dateng sama sekali. Tapi ini pelayanan guys, charity, gak ada yang dibayar, satu-satunya alasan yaa ini buat Tuhan, buat gereja kita. Jadi saya musti ekstra sabar men-threat mereka. Jangan sampe para ababil itu malah ngambek dan gak mau syuting lagi, bisa gila saya nanti.
Pembuatan film ini memang menguras tenaga, pikiran, dan emosi saya. Gimana kita dikejar-kejar waktu, saya juga heran kenapa akhir-akhir ini waktu demen banget lari-lari. Ditambah 4 anak gila ini masih angot-angotan syutingnya. Kadang udah kumpul semua, gara-gara satu pemainnya lagi ekskul basket, syuting batal. Atau karena pada telat datengnya, matahari keburu tidur, syuting batal lagi, dan banyak alasan-alasan nyebelin lainnya.
Hari Minggu, 6 hari sebelum hari-H niatnya saya mau syuting dari pagi sampe sore, mengingat film belum jadi sama sekali padahal undangan dan poster udah disebar kemana-mana. Gak lucu kan kalo pas hari-H filmnya gak jadi tayang??? Ternyata ada 1 pemain yang gak bisa karena ikut piknik ke Pacitan sama karang taruna kampungnya. Arghhhhhh!!!! Rasanya saya pengen banget teriak-teriak kaya orang gila. Gimana ini??? Rasanya pengen nyerah.
Tapi Hanung dengan sabar menguatkan saya dan bilang semua pasti bisa terselesaikan dengan manis. Dengan iming-iming liburan ke Karimun Jawa setelah proyek film edan ini (hai Hanung, ingat hutang janjimu padaku!!!!), akhirnya saya semangat lagi dan memaksakan diri untuk YAKIN film ini bakal SELESAI tepat waktu dan manis. Akhirnya cerita diubah sana-sini gara-gara ada satu pemain yang gak dateng tadi.
Hari Senin adalah pengambilan gambar terakhir. Tugas Hanung dan para pemain mungkin sudah selesai sampai di situ, tapi saya tidak, saya harus NGEDIT!!!! Gilaaaa… Saya sendirian yang musti ngedit potongan-potongan scene gak jelas itu biar jadi film yang indah, ih wowwww, how an amazing project is it!!!! Sore saya ngedit, jam 7 mandi trus ke gereja nungguin yang latihan band (karena saya sie acara -___-“) trus jam 10an pulang, ngedit lagi… Dan akhirnya 3 hari sebelum hari H, film acak adut ini selesai juga, siap release, siap tayang.
Hari yang ditunggu pun tiba, Sabtu, malam minggu, PR2011. Honestly, saya agak pesimis sama film saya ini. Saya merasa film ini kurang fokus, kurang serius bikinnya, kurang matang. Saya takut kalo ternyata film ini gak layak tampil.
Selesai opening dan puji-pujian, tibalah saat film ini (pada akhirnya) harus diputar dan ditonton ratusan pasang mata di situ (ada lah 200an orang :p). Sebenarnya saya harap-harap cemas, tapi sok cool aja. Dan film pun diputar, jeng jeng jeng….
Ternyata dugaan saya meleset, semua menikmati film acak adut buatan kami ini, semua tertawa meriah, semua terhibur, semua suka. Dan bahagia sekali saat acara selesai dan banyak yang memuji acara dan film kami tentunya. (Semoga pujian mereka tulus, bukan cuma buat menghibur saya, hehehe…)
Gak perlu muluk-muluk dengan pujian. Melihat wajah-wajah yang tertawa renyah saat menonton film gila ini saja saya sudah terbang rasanya. Ya, saya bahagia, saya legaaaa, film ini bisa diterima dengan layak.
Dan memang benar apa kata Hanung. Pada akhirnya semua berakhir dengan manis asalkan kita tetap berusaha dan gak mudah menyerah. Semua kelelahan, luapan emosi, bahkan tangisan sebel kuadrat saya saat bikin film ini terbayar sudah dengan kepuasan para penontonnya malam itu. Impas.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk semua kesempatan yang sudah Tuhan berikan. Satu hal yang selalu lupa saya syukuri, kesehatan. Yaa.. Tuhan kasih Angga kesehatan full dalam penggarapan film ini. Hanung yang selalu saya debat dengan sengitnya tapi tetap sabar, terima kasih. Para pemain gila yang sedikit norak dan konyol, maafkan yaaa kalo saya sering emosi jiwa menghadapi kalian yang sama labilnya dengan saya, hehehehe… Semua kru dan semua pihak yang sudah membantu proyek film ini, untuk koneksi internet, komputer saya tercinta, terima kasih.
Rencananya film ini bakal diputer lagi tanggal 8 Oktober besok pas puncak acara HUT GKJ Gebyog ke-14. Doakan yaa biar dapet respon positif lagi.
Ohya, dua bagian sudah saya upload di Youtube, part yang lain menyusul yaa.



