Selamat ulang tahun Indira Ekacitta Kusumawardhani. Bener toh nama panjangmu ini? Atau sudah ganti? Heeheheh…
Kamu minta apa? Berdoa aja ya sama Tuhan, nanti aku bantu aminin deh. Senantiasa diberkati Tuhan yaaa, selalu sehat, sukses, menjadi yang terbaik di manapun kamu berada.
Indira Ekacitta. Teman saya dari SMP. Awal ketemu, saya merasa dia ini cewek culun yang doyan belajar, semacam kutu buku, semacam itulah. Dan pada akhirnya memang dia adalah anak yang rajin belajar, rajin ngerjain tugas. Yah.. paling gak dibanding saya yang super duper pemalas ini, Jeng Ira ini jauh lebih rajin. Di SMP, saya tidak begitu dekat dengan Ira, Ira punya soulmate lhoo… teman sebangkunya, namanya Komala, hehehehe… (jik kelingan toh kw ra???)
Kami semakin dekat semenjak di SMA. Apalagi saat kelas 3 kami sebangku karena merasa senasib. Yah.. kami yang otaknya standar ini (saya lah, kalo ira pinter!) tersesat di kelas unggulan yang isinya anak2 jenius, anak2 rajin, whoaaaaa… saya tersiksa setahun di 3IPA5 SMAN 3 Surakarta 😛
Dan kamipun berhasil merekrut 2 teman perempuan lagi yang (mungkin) senasib dengan kami, yaitu Erna aka Sebo (panggilan kesayangan) dan Mba Septikaaaawati. Nah, kami berempat ini membentuk sebuah gank. Gank minoritas di IPA5, hwakakakaka… Cerita tentang gank gila ini entar aja ya, kali ini saya mau cerita tentang Ira, kan dia yang ulang tahun hari ini…
Hal paling konyol yang saya ingat saat SMA bersama Ira adalah saat pelajaran Fisika. Ya, saat itu Fisikanya Pak Kuswanto (nama gurunya agak lupa). Pak Kus ini sistem ngajarnya kaya dosen, teruuuussss gitu aja, gak peduli muridnya merhatiin apa enggak. Tapi entah kenapa siang itu Pak Kus agak sensi rupanya. Tiba-tiba saja Pak Kus marah2 sama seorang murid yang rame. Pak Kus tidak menyebut nama (karena beliau pasti gak hapal nama2 kita). Tapi beliau melihat ke bangku deretan paling belakang, yang salah satunya adalah kami. Saya sih santai aja, walopun saya murid males, tapi saya gak terlalu cerewet di kelas, mending tidur (loh). Dan tak disangka-sangka sodaraaaa… yang dimaksud “rame” sama Pak Kus adalah… IRA! Hwakakakakaka…. Ira inget gak yaa momen ini? Yang jelas hal ini gak akan pernah saya lupain. Gimana ekspresi datar Ira, ekspresi tanpa dosanya, tanpa menyadari yang dimaksud Pak Kus adalah dirinya. Hihihihi…
Nah, semenjak SMA itu ira jadi makin CINTA sama saya, dia gak mau dipisahin sama saya, hahahaha… Kami lulus SMA dan kuliah di universitas yang sama Universitas Diponegoro. Masa-masa di semarang memang sangat memorable. Pada masa itu, di Tembalang gak ada hiburan sodara-sodara, gak kaya di Solo. Mau ke Mall aja jauhnya minta ampun. Setiap malem kita turun ke Semarang Bawah, malah tua di jalan karena jauhnya minta ampun. Banyak momen menarik sebenarnya di sana, salah satunya betapa irinya kita melihat pasangan2 yang pacaran di GSG, sedang kita berdua mulu kaya lesbi. Tapi.. yang paling seru dan menegangkan adalah adegan di kos saya. Peristiwa ini mungkin salah satu hal paling tegang di dalam hidup saya. Tragedi antara saya, pak kos, dan sekotak pizza. Hanya saya dan Ira yang tahu. hahahahaha…
Ketika saya memutuskan untuk pindah ke UGM Jogja, ternyata Ira juga pindah. Saya jadi mikir kalo Ira makin tergila-gila sama saya, wkwkwkwkw… Di Jogja ini kami mulai sibuk dengan dunia kami sendiri karena kos kami berjauhan, dan mungkin sibuk dengan kuliah kami sendiri2. Tapi tetep ada waktu buat kami hanging out berdua. Yang paling sering sih adegan makan dan les English di ELTI, hehehehe… Karena saya pula Ira jadi suka Mie Thoyonk. Ah.. jadi kangen makan Mie Thoyonk sama Ira deh.
Sekarang kami dah pada lulus, dah beda kota dan makin jarang ketemu. Kayanya tahun ini kita belum sempet ketemuan sama sekali deh. Padahal tahun kemaren kita masih sempet buka bersama, jajan pizza, ah kangeeeeeen… Yuks ra, kapan kita main lagi??
Dan akhirnya.. sekali lagi.. selamat ulang tahun sahabatku Ira. Biarlah yang terbaik selalu ada padamu. Kalo kamu pernah kesel sama tingkahku yang random ini, maafkan yaaa… Beginilah aku adanya, tapi sayangku padamu tulussssss… dududududu…
kisshugpoke
Ang_


