Kepada Tuhan,
Apa kabar? Aku yakin Engkau selalu sehat. Bagaimana mungkin Kau mengatur semesta dengan tubuh sakit. Terima kasih menjagaku tetap hidup, hingga kini.
Tuhan.
Aku di sini sebagai manusia yang penuh kekurangan, ingin bersujud sembah untuk setiap karunia yang Kau berikan kepadaku. Keluarga yang lengkap, kekasih yang setia, serta teman-teman yang luar biasa; maya maupun nyata.
Tuhanku yang Maha Segala,
Kekasihku amatlah luar biasa. Dia lelaki hebat, dan beberapa tahun lagi akan menjadi CEO perusahaan yang ia bangun dengan cinta dan asanya sendiri. Sangat membanggakan bukan? Aku beruntung dan bersyukur memiliki dia. Aku yang bukan apa-apa, kau pasangkan dengan lelaki luar biasa. Terima kasih telah mempertemukan kami, bahkan menumbuhkan cinta di antara kami.
Tuhan,
Saat ini, aku dan kekasihku sedang kau berikan ujian yang relatif sulit, tetapi terima kasih kami masih bisa bersama, menikmati mie ayam favorit kami. Aku yakin, masih banyak pasangan di luar sana, yang tidak lebih beruntung dari kami, yang masih Kau izinkan saling menyentuh, meski sembunyi-sembunyi.
Tapi Tuhan,
Aku yakin, Kau tahu benar keresahan kami di balik setiap strategi yang harus kami atur. Apalagi menyangkut orang tua kami. Aku sangat menghormati mereka. Kadang aku merasa bersalah, harus membuat kekasihku berbohong atau kesusahan membagi waktu, hanya untuk mengobati kerinduan kami yang amat menggebu.
Hingga kini, aku masih berusaha mengejar standar yang mereka tetapkan, meski sulit, tapi semoga tidak mustahil. Aku tahu, aku datang dengan cara dan waktu yang tidak tepat. Jadi satu-satunya hal yang aku usahakan hanyalah menjadi layak. Selayak mungkin yang aku bisa untuk membahagiakan kekasihku.
Dalam kesempatan ini aku memohon, berilah petunjuk menuju masa depan yang kami impikan bersama.
Tuhanku,
Jangan pernah bosan mendengar namanya di setiap doa-doa yang kupanjatkan. Mungkin masih banyak pasangan di luar sana yang mengirimkan doa-doa serupa, mengalami kesulitan yang lebih daripada kami. Namun aku percaya, Kau melihat setiap usaha yang kulakukan untuknya, demi menjadi yang terbaik baginya.
Tuhan Sang Pemilik Semesta,
Aku mencintainya. Bila Kau merestui, berilah kami kebahagiaan, jalan terbaik dan terlapang untuk bersatu. Tanpa harus menyakiti siapa pun.
Dari umat-Mu yang mencintai.


