• Uncategorized

    Aku Lupa Cara Melupakanmu

    Teruntuk kamu, Sebenarnya, aku hanya ingin berkata aku mencintaimu. Terlalu banyak rasa yang akhirnya kurangkai dalam satu untaian aksara, cinta. Semakin lama semakin dalam, semakin pekat rasa itu menempel dalam angan hingga hati yang pernah tersekat ini kembali mencuat. Kau sudah menghipnotisku dengan senyummu, kau tidurkan aku dalam baring indahmu. Aku mengikuti maumu, bukan sebagai pembantu atau pesuruhmu. Aku menjadi pengikut bahagiamu. Satu penuh jiwaku sudah mengenaimu. Sudah melekat tepat di dasar alam bawah sadarku. Lelap maupun terjaga, kau adalah tujuanku, mimpi dan nyataku. Jangan tanya lagi seberapa dalam aku memendammu. Bukan untuk mengubur dan melupakanmu, aku hanya ingin memilikimu untukku sendiri, tidak perlu orang lain tahu, biar kunikmati nanti…

  • Uncategorized

    Cinta yang Melayakkan Diri

    Kepada Tuhan, Apa kabar? Aku yakin Engkau selalu sehat. Bagaimana mungkin Kau mengatur semesta dengan tubuh sakit. Terima kasih menjagaku tetap hidup, hingga kini. Tuhan. Aku di sini sebagai manusia yang penuh kekurangan, ingin bersujud sembah untuk setiap karunia yang Kau berikan kepadaku. Keluarga yang lengkap, kekasih yang setia, serta teman-teman yang luar biasa; maya maupun nyata. Tuhanku yang Maha Segala, Kekasihku amatlah luar biasa. Dia lelaki hebat, dan beberapa tahun lagi akan menjadi CEO perusahaan yang ia bangun dengan cinta dan asanya sendiri. Sangat membanggakan bukan? Aku beruntung dan bersyukur memiliki dia. Aku yang bukan apa-apa, kau pasangkan dengan lelaki luar biasa. Terima kasih telah mempertemukan kami, bahkan menumbuhkan…

  • Uncategorized

    Lagi-lagi untuk Kamu

    Hebat! Kamu menang banyak Hon… Lagi-lagi kamu yang mengalirkan energi dari hati dan otakku beriring-iringan. Energi yang menuju ujung jemari membuat ungkapan perasaan menjadi barisan kalimat pernyataan: surat cinta. Diberi makan apa sih kamu waktu kecil sama ibumu, kog bisa hebat begitu? Rasanya begini ya, padamu, seperti kena guna-guna. Walaupun aku tahu kenyataannya tidak begitu, karena bagaimanapun kau mantrai aku, “dukun” Yang Mahaagung itu kupercayai lebih hebat dari dukunmu. Dia Yang Mahahebat itu yang mempertemukan garis hidup kita di persimpangan jalan. Aku percaya, tidak ada yang kebetulan. Semua terjadi karena ada alasan. Nah, itu yang aku pertanyakan. Untuk apa rasa sehebat ini Dia ciptakan? Bila setiap orang ditiupkan nafas kehidupan…

  • Uncategorized

    Rencana Tuhan

    Dear kekasih, Ketika membaca tulisan ini, mungkin kamu akan tersenyum geli melihat betapa sentimentilnya aku. Tulisan kali ini berbeda, aku menuliskannya di rumah manis, dengan laptopmu, sembari menunggumu pulang, tidak pernah ada perasaan seindah ini sebelumnya. Menanti kekasih pulang. Aku tahu banyak hal yang membuat kita berbeda, tentu kamu menyadarinya. Banyak hal yang membuat kita terasa jauh. Bukan hanya puluhan kilometer jarak yang membentang antara kau dan aku. Jika ada yang bisa kuhapus, aku ingin menghapus semua hal yang membuat kita berbeda. Jarak ini ingin aku hapus, agar aku bisa selalu menemui wujudmu, tanpa harus menunggu akhir minggu. Usia dan status ini, ingin aku samakan, agar orang awam tidak selalu…

  • Uncategorized

    Ibu Calon Mertua

    Teruntuk, calon ibu mertuaku Wanita kedua tercantik di bumi, setelah mother alien. Bu, apa kabarmu? Saya harap ibu baik-baik, di manapun berada. Entah mengapa tiba-tiba terpikirkan oleh saya untuk menulis ini untukmu saat makan siang tadi. Panggilan hati, mungkin. 🙂 Bu, entah kapan Tuhan izinkan kita bertemu. Bertemu denganmu pastilah lebih susah daripada bertemu jodohku. Tentu saja, wong bertemu jodoh saja sudah susah, lah ini mau bertemu ibunya. Tambah susah lagi, hehehe… Tapi Bu, ketahuilah bahwa sudah sejak lama calon menantumu ini merindu. Begitu ingin bertemu denganmu. Ingin mencium punggung tangan kananmu. Ingin ikut berbakti padamu. Bu, jika suatu saat kita akhirnya saling bertatap muka, berjanjilah pada saya tentang beberapa…

  • Uncategorized

    Pesan Ibu

    Hai sayang, anak-anak ibu.. Jika kalian membaca surat ini, berarti kalian sedang membaca seluruh tulisan ibu ya. Ah ibu malu, tulisan ibu yang terkadang berlebihan tentang isi hati dan pengalaman hidup ibu. Juga tentang betapa ibu mencintai bapak dan tergila-gila padanya. Hai Antonia Renjana Saputra, Kamu sudah dewasa. Bagaimana kabar dengan pacarmu sekarang? Ibu tidak pernah melarangmu untuk berpacaran, namun berpacaranlah yang baik. Bunda rasa dia anak yang baik, ya tapi ibu tidak tahu dalam hatinya. Ikuti kata hatimu sayang, hati yang menuntunmu. Jika dalam hubunganmu kamu pernah menangis, nikmatilah sebagai suatu proses. Tidak ada bahagia yang selamanya, sayang. Dalam sebuah hubungan pasti ada kalanya kamu tidak bahagia. Bertahan bukan…

  • Uncategorized

    Penenun Tawa

    Dear, mesin penenun tawaku Terasa aneh ya istilah mesin penenun tawa? aku sendiri yang bikin istilah itu. Menurutku, kamu benar-benar istimewa walau kadang terasa asing, aneh, menyebalkan terkadang. Kamu istimewa karena selalu mampu membuat aku senang layaknya anak kecil yang diberi gula-gula. Saking istimewanya, dalam tangis yang membuat suara serak dan mataku sembab, kamu membuatku tertawa dengan ringannya. Aku? Keki setengah mati dengan kesedihan yang menyapaku tadi. Plin-plan. Setelah menangis hingga kehabisan nafas, dengan seenak jidat tiba-tiba tertawa sampai mata tinggal segaris. Huft lah. Karena keahlianmu yang tidak biasa inilah aku enggan meminjamkanmu kepada siapapun. Ke mantanmu pun tidak akan aku beri sekalipun aku dipaksa menikahi Chicco Jericho yang tampan…

  • Uncategorized

    Kepada Calon Mempelai Priaku

    Halo. Apa kabar? Ah ya… kamu tahu, tiga kata itu adalah pembuka dari semua surat di dunia. Bagi beberapa orang, tiga kata itu sama seperti tulisan ‘Tarik’ di pintu bilik ATM atau tulisan ‘Kutunggu Jandamu’ di belakang truk gandeng. Kalimat wajib yang keberadaannya sering diabaikan. Tapi untukmu, aku akan selalu melontarkan pertanyaan ‘Apa kabar?’ dengan sepenuh hati. Setiap hari. Kamu tidak perlu menjawab dengan ‘Aku baik-baik saja’ jika memang kamu sedang tidak baik-baik saja. Tidak boleh ada alasan ‘Ceritanya panjang’ untuk mengungkapkan perasaanmu. Ungkapkan saja, Lelakiku. Aku bisa menyediakan waktu sebanyak yang kamu inginkan. Mungkin tentang deadline pekerjaan, kertas-kertas data yang menghitam karena secangkir kopi yang kau tumpahkan secara tidak…

  • Uncategorized

    Untuk Ang Masa Mendatang

    Solo, 21 Desember 2016 Teruntuk Ang usia 33 tahun, Hai Ang, aku adalah kamu di usia 28 tahun. Bagaimana kabarmu? Sudah menikah dengan tambatan hati? Sudah lima tahun berlalu, pastilah sudah bertemu lelaki tepat untuk kau jadikan imam. Seperti apa dia? Biar kutebak. Dia sosok yang cerdas, dewasa, pekerja keras, penyabar, penyayang, juga tampan. Hahaha.. entahlah. Aku hanya berpikir selera kita akan masih sama meski usia sudah bertambah. Tapi Ang, siapapun yang menjadi suamimu, aku harap dia adalah lelaki yang bertanggung jawab, setia serta mau mendengarkanmu. Karena apabila kepalanya terlalu keras, aku khawatir akan sering dibenturkannya pada hatimu. Aku juga berharap dia lelaki yang bisa menjagamu lahir dan batin, menyayangimu…

  • Uncategorized

    Teruntuk Calon Gadisku Kelak

    Anakku,Kau tahu, bila kau diberi kesempatan untuk mengikuti seluruh gerak-gerik ibumu ketika mengandungmu, melihat seluruh sketsa hidup yang ia jalani bersamamu di perutnya, kuyakinkan kepadamu bahwa ia melakukan segala hal yang terbaik yang ia bisa lakukan untuk menjagamu, merawatmu, memberikan segala yang terbaik untukmu. Halo calon gadis kecilku yang lugu, sedang apa sayang? Mungkin kau masih senang-senangnya di langit sana ya. Bermain dengan teman-teman kecilmu. Ibu tahu, bahagia pasti rasanya. Aku sebagai calon ibumu tidak khawatir kok sayang karena aku yakin para malaikat Tuhan pasti sedang menjagamu dengan baik di sana. Calon gadis kecilku, tahukah kamu, ibu malah mengkhawatirkan dirimu kelak jika lahir di dunia yang kejam ini. Kau tahu…