Ada pertemuan yang manis, ada yang biasa saja, dan ada juga yang.. ya ampun, kalau bisa dihapus dari timeline hidup mungkin sudah aku klik delete forever. Perkenalanku dengan Lia masuk kategori yang terakhir. Bukan sekedar ackward, tapi benar-benar sebuah tragedi yang dibungkus drama. Kami bertemu bukan sebagai calon sahabat, tapi sebagai dua perempuan muda yang sama-sama mencintai lelaki yang kalau dipikir sekarang, salah dari awal sampe akhir. Kenaifan masa muda membuat segalanya terasa hitam putih. Ada aku, ada dia, ada rasa cemburu, dan ada ego yang sama-sama keras. Kami pernah jadi musuh, hanya karena sama-sama salah memilih orang untuk dicintai. Kala itu, kami saling membenci dengan penuh semangat masa muda.…