Ada fase sebelum tahun baru yang selalu terasa lebih sunyi, tapi juga lebih jujur. Tiga hari terakhir bukan cuma soal menghitung mundur pergantian angka, tapi tentang hati yang mulai lelah membawa terlalu banyak cerita. Di titik ini, aku merasa manusia memang butuh pause. Bukan untuk menyerah, tapi untuk membereskan. Karena sejauh apa pun kita melangkah ke 2026, kalau isi hati masih penuh sisa 2025, langkah itu akan selalu terasa berat. Maka sebelum resolusi ditulis dan mimpi baru disusun, ada lima hal yang menurutku perlu dibereskan pelan-pelan. 1. Memaafkan: Melepaskan Beban yang Diam-Diam Mengikat Memaafkan adalah pekerjaan batin yang sering kali tidak kelihatan hasilnya secara instan. Kita terbiasa mengira memaafkan berarti…
-
-
Aku Jarang Bicara Politik, Tapi Kali Ini Aku Berisik
Kalau kamu udah lama kenal aku, atau ngikutin blog & media sosialku, pasti tau banget kalau aku tuh jarang banget ngomongin politik, cenderung apatis malah sama pemerintah. Media sosial buatku mostly tempat buat curhat receh, life update ringan, atau sekadar berbagi hal-hal fun yang kualami sehari-hari. Karena jujur, aku merasa politik bukan ekspertiseku. Kadang juga capek lihat timeline yang isinya debat kusir soal siapa yang benar, siapa yang salah. Tapi, sejak malam demo 28 Agustus kemarin, hatiku rasanya terlalu marah untuk tetap diam. Seorang anak yang sama sekali gak bersalah harus kehilangan nyawanya sia-sia, dengan cara yang gak manusiawi. Dan ini bukan sekadar headline berita yang bisa kita skip lalu…
-
The Love Code: Talk it Out
Pernah gak sih kesel sama kebiasaan pasangan yang menurutmu sepele tapi bikin emosi? Nah, aku pernah ngalamin hal yang sama. Si Om aka suamiku tuh dulu punya kebiasaan yang bikin aku geregetan, yaitu selalu ninggalin aku duluan pas kita lagi makan di luar. Awalnya, aku mikir dia tuh gak sabaran banget atau bahkan cuek sama aku. Aku yang anak Solo can’t relate sama kebiasaan kemrungsung si pria ibukota ini, huft. “Ih, kok bisa sih ninggalin aku gitu aja?” gumamku dalam hati. Tapi, siapa sangka, di balik sikapnya yang nyebelin itu, ternyata ada alasan yang bikin aku tersentuh banget. Kurang Komunikasi Bikin Mudah berasumsi Suatu hari di awal-awal pernikahan, kami lagi…
-
Kenapa Sih Kita Benci? Mari Intropeksi!
Pernah gak sih kamu merasa ada orang yang selalu salah di matamu? Padahal dia gak gimana-gimana , tapi apapun yang dia lakukan, kamu tetap saja benci dan gak suka. Ternyata, ini bukan cuma perasaanmu saja, lho. Seringkali kita mengkritik seseorang bukan karena masalahnya, tapi karena memang kita gak suka sama orangnya. Ya kan? Kenapa Kita Membenci? Sebenarnya, apa sih yang membuat kita jadi gampang benci? Mungkin beberapa alasan ini bisa jadi jawabannya: Bahaya Membenci Kalau dibiarkan, perasaan benci buta ini bisa merusak diri kita sendiri, lho. Hati dan pikiran kita jadi gak tenang, hubungan dengan orang lain jadi renggang, dan kita jadi sulit melihat hal-hal positif dalam hidup. Ketika kita…
-
Rain-Kissed: A Story of Letting Go
For nine years, my trusty umbrella was my constant companion. It sheltered me from the rain, provided comfort during thunderstorms, and was always there when I needed it. But as life often does, it threw a curveball. My beloved umbrella started to fray, its handle cracked, and its canopy began to leak. One particularly stormy day, it finally met its demise. The wind ripped it apart, leaving me soaked to the bone. It was a heartbreaking moment, but also a liberating one. I realized that holding onto something that was clearly broken wasn’t doing me any good. Letting go was like shedding a weight that had been holding me down.…




