Sore itu di parkiran depan Rosalia Express aku menemukanmu. Kamulah satu-satunya pria yang menggelitik mataku, mempesona. Pria tinggi besar yang sampai kutulis ini belum kuketahui namamu. Kusebut saja kamu mas Gagah. Karena kamu, aku sekarang lebih rajin makan siang di kantin belakang. Motivasiku? Ingin bertemu kamu. Cukup dengan melihat dan memandang wajahmu dari kejauhan, mengagumimu. Sadarkah kamu mas Gagah? Ada gadis Rosalia Indah yang kini menjadi penggemar rahasiamu? Bel tanda pulang kini terdengar lebih bergairah. Aku ingin segera pulang, bertemu kamu di parkiran depan kantormu. Kamu tidak pernah menyadari kehadiranku. Kamu tidak merasakan kegembiraanku berpapasan denganmu. Kamu tidak tahu itu, dan mungkin tidak akan kubiarkan kamu tahu. Aku belum siap…
-
-
5. Untuk Kamu yang Kubuat Luka
Karma tidak butuh alamat, dia berhasil menemukanku kini. Apa kabar kamu yang dulu kubuat terluka? Masihkah hatimu pilu mengingatku? Maafkan aku yang dulu menyia-nyiakan cinta tulusmu demi laki-laki yang ternyata tidak benar-benar mencintaiku. Semoga saat ini kamu sudah berbahagia, menemukan perempuan yang sungguh menginginkanmu, tidak seperti aku dulu. Aku sudah bertemu karma, opa. Iya, aku selalu memanggilmu opa dan kamu memanggilku oma, seperti impianmu ingin menua bersamaku, yang sayangnya tidak bisa menjadi nyata. Aku kini terluka, sama seperti kamu juga terluka karena aku. Aku ditinggalkan dan disia-siakan, sama seperti apa yang dulu dengan kurang ajarnya kulakukan padamu. Sekarang aku tahu rasanya opa, bagaimana dibuang dan tidak dipedulikan. Dia meninggalkanku dan…
