Curhat

Bikin Masalah Lagi

Ya Tuhan…
Kog ada ya pendeta sejahat itu. Pendeta yang terlalu manusia, terlalu duniawi. Trus apa artinya setiap firman yang dia sampein ke kita pas kebaktian, persekutuan, kalo nyatanya kelakuannya lebih sering menyakiti jemaatnya, terutama Komisi Remaja.

Pokoknya aku kesel banget, kecewa sama sikap dia. Sebagai pendeta, gembala bagi para jemaatnya, seharusnya dia gak bertingkah seperti itu. Bukannya aku menuntut dia berlebihan, bersikap sempurna atau gimana gitu. Tapi masalahnya, ini bukan pertama kalinya dia bikin masalah sama kami. Udah berkali-kali dia bikin jengkel, bikin masalah, tapi selalu kami maafkan dan lupakan. Tapi, seolah gak kapok, malah dia bikin masalah lagi. Pake gak merasa bersalah lagi, malah marah-marah. Apa kaya gitu mental seorang Pendeta??

Inilah resiko kalo punya pendeta masih muda. Gak bisa mengendalikan dirinya selaku gembala gereja.

Kami, Komisi Remaja, kecewa dengan sikap pendeta kami. Sakit hati atas sikap dan kata-katanya yang seenak jidat.

Kami masih menunggu, gimana itikad baik Bapak. Kami masih manggil Bapak lho, tandanya kami masih menghargai Anda, walaupun seringkali Anda MENYAKITI kami. Dan, jika Anda masih ingin menjadi “BAPAK”, berlakulah layaknya bapak kepada anaknya, yang selalu menyayangi dan mengayomi, bukan malah menyakiti hati.

SETYO BUDI UTOMO. Untuk kesekian kalinya Anda telah menyakiti kami.

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *