Hey fellow juggling superstars! Ever heard that quote, “Just because you fit in doesn’t mean you are in the right place”? Man, does that one hit home sometimes. As working moms, we’re often masters of adaptation, right? We juggle schedules, manage tiny humans and big projects, and somehow try to keep a smile on our faces. We learn to fit in wherever we land because, well, we often feel like we have to. But deep down, sometimes there’s this little voice, this nudge, telling us something’s… off. I’ve totally been there. A few years back, I was in a job that, on paper, looked great. Decent paycheck (hello, childcare costs!),…
-
-
Marketing Strategy: What to Expect in 2025
Menurutku, dunia marketing tuh kaya lautan, terus berubah dan berkembang. Kalau kamu gak mau ketinggalan ombaknya, wajib banget tahu apa aja sih tren terbaru yang bakal membuat bisnis kamu makin kece di tahun depan. Nah, kali ini aku bakal bahas beberapa tren yang diprediksi bakal jadi primadona di 2025. Yah sekali-kali ngomongin marketing lah ya, masa nulis curhatan mulu. Yuk, gas! AI dan Personalisasi, Duet Maut di dunia Marketing Kecerdasan buatan atau AI udah jadi sahabat baru para marketer masa kini. Bayangin aja, AI bisa bantu kamu melakukan analisis data yang super cepat, bikin konten yang lebih relevan, dan ngasih rekomendasi produk yang pas banget buat calon pelanggan. Alhasil, pengalaman…
-
The Love Code: Talk it Out
Pernah gak sih kesel sama kebiasaan pasangan yang menurutmu sepele tapi bikin emosi? Nah, aku pernah ngalamin hal yang sama. Si Om aka suamiku tuh dulu punya kebiasaan yang bikin aku geregetan, yaitu selalu ninggalin aku duluan pas kita lagi makan di luar. Awalnya, aku mikir dia tuh gak sabaran banget atau bahkan cuek sama aku. Aku yang anak Solo can’t relate sama kebiasaan kemrungsung si pria ibukota ini, huft. “Ih, kok bisa sih ninggalin aku gitu aja?” gumamku dalam hati. Tapi, siapa sangka, di balik sikapnya yang nyebelin itu, ternyata ada alasan yang bikin aku tersentuh banget. Kurang Komunikasi Bikin Mudah berasumsi Suatu hari di awal-awal pernikahan, kami lagi…
-
Home Sweet Loan: Ketika Mimpi Punya Rumah Jadi Beban
Siapa yang udah nonton film Home Sweet Loan? Senin kemarin aku habis nonton bareng Lovise dan berhasil bikin aku nangis tersedu-sedu. Film ini bikin aku mikir panjang tentang arti keluarga, mimpi, dan perjuangan. Fokus utama film ini adalah Kaluna, si anak bungsu yang punya ambisi besar: punya rumah sendiri. Kaluna, Korban Ambisi yang Terlalu Tinggi Kaluna digambarkan sebagai sosok yang sangat mandiri dan pekerja keras. Dia banting tulang demi mengumpulkan uang untuk membeli rumah. Sayangnya, ambisinya ini malah membuat Kaluna hidup tertekan. Dia hidup hemat banget, gak pernah jajan, selalu bawa bekal ke kantor, kemana-mana naik bis, gak langganan spotify, bahkan kerja sampingan sebagai model dengan bayaran 350 ribu. Pertanyannya,…
-
Kenapa Sih Kita Benci? Mari Intropeksi!
Pernah gak sih kamu merasa ada orang yang selalu salah di matamu? Padahal dia gak gimana-gimana , tapi apapun yang dia lakukan, kamu tetap saja benci dan gak suka. Ternyata, ini bukan cuma perasaanmu saja, lho. Seringkali kita mengkritik seseorang bukan karena masalahnya, tapi karena memang kita gak suka sama orangnya. Ya kan? Kenapa Kita Membenci? Sebenarnya, apa sih yang membuat kita jadi gampang benci? Mungkin beberapa alasan ini bisa jadi jawabannya: Bahaya Membenci Kalau dibiarkan, perasaan benci buta ini bisa merusak diri kita sendiri, lho. Hati dan pikiran kita jadi gak tenang, hubungan dengan orang lain jadi renggang, dan kita jadi sulit melihat hal-hal positif dalam hidup. Ketika kita…
-
Rain-Kissed: A Story of Letting Go
For nine years, my trusty umbrella was my constant companion. It sheltered me from the rain, provided comfort during thunderstorms, and was always there when I needed it. But as life often does, it threw a curveball. My beloved umbrella started to fray, its handle cracked, and its canopy began to leak. One particularly stormy day, it finally met its demise. The wind ripped it apart, leaving me soaked to the bone. It was a heartbreaking moment, but also a liberating one. I realized that holding onto something that was clearly broken wasn’t doing me any good. Letting go was like shedding a weight that had been holding me down.…
-
Starting Over: My Journey with a New Blog
Hai semuanya! Senang banget akhirnya bisa kembali ngeblog. Buat kalian yang udah kenal aku dari blog sebelumnya, pasti kaget ya kog tiba-tiba ilang? Hehehe, jujur aja aku juga kesel banget waktu itu. Gara-gara keasyikan sama kerjaan, lupa deh bayar hosting. Alhasil, semua tulisan yang udah aku tulis dengan penuh cinta, poof! Hilang begitu saja. Tapi, dari kejadian itu aku jadi belajar banyak hal. Pertama adalah pentingnya backup semua data. Dan yang kedua, upgrade hosting! Sekarang ini aku pakai hosting yang lebih mahal, tapi beneran worth it sih. UI/UXnya itu lho, super duper friendly! Beda banget sama hosting lama yang sebelumnya aku pakai. Rasanya kaya lagi main di taman bermain, saking…
-
Monster Cilik Bernama Gege
Apa obat anti stress paling manjur buatmu? Kalo aku anjing. Kalau yang belum pernah pelihara anjing mungkin gak percaya gitu aja, tapi percayalah cinta paling luar biasa yang bisa kau dapatkan di dunia ini adalah dari anjing. Cinta paling tulus, cinta yang tidak menuntut, setia, dan seratus persen diberikan hanya untukmu seorang, whole heart and soul. Coba deh pelihara anjing kalo gak percaya. Setelah tinggal di Jogja awalnya tidak kepikiran untuk punya anjing lagi. Selain tinggal di perumahan yang luasannya yaahhh.. paling 1/4 rumah di Solo (anaknya emang sombong), juga si om yang gak suka punya peliharaan, males rumah jadi kotor begitu alasannya. Ya sudah, aku kubur dalam-dalam impian punya…
-
Menikah Muda
Saya produk dari pernikahan muda. Saya lahir ketika ibu saya belum genap 21 tahun dan bapak saya baru menginjak 25 tahun. Saya usia 21 tahun? Menikah itu masih jauuuuuh sekali dari target hidup, masih seneng2nya skripsi, masih pengen merasakan berbagai posisi dan bidang pekerjaan, masih ingin traveling kemana-mana, menyenangkan diri sendiri. Mana mampu usia segitu saya berkomitmen dalam sebuah rumah tangga sakral yang dipersatukan Tuhan? Melayani orang lain (suami), mengalahkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama, meredam ego, ah terlalu sulit. Sungguh saya tak sehebat ibu saya yang mampu melewati masa struglenya menikah muda, mengurus bayi, ditinggal suami yang bekerja di luar kota, tinggal serumah dengan mertua yang disiplinnya udah kaya…
-
Terorisme dan Mengajarkan Toleransi pada Anak
Tentu semua tahu apa yang terjadi kemarin di 3 gereja di Surabaya, Indonesia berduka. Saya kog kurang sreg dengan hashtag #kamitidaktakut, karena sebenarnya saya takut, itulah kenapa saya tidak ikut-ikutan yang lain menuliskan hashtag tersebut di akun media sosial saya. Iya saya takut. Pagi itu saya mendengar kabar peledakan bom di gereja tepat saat dalam perjalanan berangkat ke gereja, bersama anak-anak, siapa yang gak parno? Apalagi setelah tahu bahwa ada korban anak-anaknya juga. Karena ketakutan kami (saya, pasangan, dan mamanya anak-anak), kami pun memutuskan untuk membatalkan rencana nonton sepulang gereja. Sebaiknya kami semua di rumah dan menghindari keramaian sampai suasana kondusif. Hal ini membuat si kecil ngambek, dia tidak marah,…



















