• Korean Drama

    Sung Bora di Reply 1988: Kenapa Perempuan Keras Sering Disalahpahami?

    Di drama legend Reply 1988, sosok Sung Bora memang mudah sekali dicap sebagai perempuan keras. Nada bicaranya tinggi, ekspresinya tajam, emosinya cepat meledak, dan hampir setiap kemunculannya selalu diwarnai teriakan pada Deok-sun atau perdebatan sengit dengan orang lain. Bahkan orang-orang menjulukinya sebagai “cewek gila Ssangmun-dong”, seolah temperamennya adalah identitas utamanya. Tapi setiap kali aku menonton ulang drama ini, aku selalu merasa ada sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar label “galak”. Ada kesunyian yang tidak terlihat. Ada lelah yang tidak pernah benar-benar dia akui. Dan mungkin karena itu, aku merasa sangat dekat dengan Bora. Sebagai anak pertama, aku tahu rasanya dilihat dari luar sebagai sosok yang tegas, kuat, bahkan intimidatif.…

  • Curhat

    Resolusi 2026: Aku Tidak Punya Rencana

    Menjelang 2026, hampir semua orang sibuk menuliskan resolusi. Target hidup, rencana karier, mimpi yang ingin dikejar, dan daftar panjang hal-hal yang ingin dicapai. Dulu aku juga seperti itu. Aku merasa harus selalu punya rencana supaya hidup terasa aman dan terkendali. Tapi tahun ini berbeda. Aku menyadari satu hal yang cukup besar dalam diriku: aku tidak punya rencana apa pun untuk 2026 ini. Bukan karena aku menyerah pada hidup, tapi karena aku akhirnya mengerti bahwa tidak semua hal harus aku pegang kendalinya. Dan anehnya, justru di situ aku merasa lebih tenang. Hidup Tanpa Rencana, Tapi Tidak Tanpa Arah Tidak punya rencana bukan berarti hidupku tanpa arah. Aku tetap ingin hidup sebaik-baiknya.…

  • Random Talk

    Tiga Hari Menuju 2026: Persiapkan Hatimu

    Ada fase sebelum tahun baru yang selalu terasa lebih sunyi, tapi juga lebih jujur. Tiga hari terakhir bukan cuma soal menghitung mundur pergantian angka, tapi tentang hati yang mulai lelah membawa terlalu banyak cerita. Di titik ini, aku merasa manusia memang butuh pause. Bukan untuk menyerah, tapi untuk membereskan. Karena sejauh apa pun kita melangkah ke 2026, kalau isi hati masih penuh sisa 2025, langkah itu akan selalu terasa berat. Maka sebelum resolusi ditulis dan mimpi baru disusun, ada lima hal yang menurutku perlu dibereskan pelan-pelan. 1. Memaafkan: Melepaskan Beban yang Diam-Diam Mengikat Memaafkan adalah pekerjaan batin yang sering kali tidak kelihatan hasilnya secara instan. Kita terbiasa mengira memaafkan berarti…

  • Friends

    Musuh Karena Cinta, Sahabat Karena Dewasa

    Ada pertemuan yang manis, ada yang biasa saja, dan ada juga yang.. ya ampun, kalau bisa dihapus dari timeline hidup mungkin sudah aku klik delete forever. Perkenalanku dengan Lia masuk kategori yang terakhir. Bukan sekedar ackward, tapi benar-benar sebuah tragedi yang dibungkus drama. Kami bertemu bukan sebagai calon sahabat, tapi sebagai dua perempuan muda yang sama-sama mencintai lelaki yang kalau dipikir sekarang, salah dari awal sampe akhir. Kenaifan masa muda membuat segalanya terasa hitam putih. Ada aku, ada dia, ada rasa cemburu, dan ada ego yang sama-sama keras. Kami pernah jadi musuh, hanya karena sama-sama salah memilih orang untuk dicintai. Kala itu, kami saling membenci dengan penuh semangat masa muda.…

  • Relationship

    The Place Where I Used to Belong

    There’s a kind of heartbreak that doesn’t explode. It just quietly sits there. Like the silence between two people who used to talk about everything. That’s the kind of sadness this song reminds me of. The moment you realize the person you love has already left you, long before they actually say it. They’re still beside you, still smiling, still saying all the right words, but you can feel it. The warmth is gone. And suddenly, the person who used to be your safest place becomes a stranger you have to tiptoe around. She trusted him. That’s what hurts the most. Trust, that soft, invisible thing she built day by…

  • Uncategorized

    2025: Tahun Dar Der Dor Penuh Kejutan

    Kalau 2025 ini bisa kuberi judul, mungkin judulnya “Dar Der Dor” karena bener-bener penuh ledakan kejutan yang di luar prediksi BMKG. Sama sekali gak ada di rencana kami saat tutup tahun 2024 lalu. Awalnya semua terasa seperti roller coaster. Aku harus keluar dari company yang aku cintai setengah mati. Rasanya kayak ditarik paksa keluar dari zona nyaman yang udah aku rawat bertahun-tahun. Belum habis rasa kehilangan itu, eh tiba-tiba kami sekeluarga harus boyongan pindah ke Solo. Sibuk bolak-balik ngurus pindahan, beradaptasi, plus di saat yang sama anak pertama lulus TK dan harus cari SD baru di Solo (padahal udah beres daftar SD di Jogja sejak pertengahan 2024 😔). Belum selesai…

  • Random Talk

    Aku Jarang Bicara Politik, Tapi Kali Ini Aku Berisik

    Kalau kamu udah lama kenal aku, atau ngikutin blog & media sosialku, pasti tau banget kalau aku tuh jarang banget ngomongin politik, cenderung apatis malah sama pemerintah. Media sosial buatku mostly tempat buat curhat receh, life update ringan, atau sekadar berbagi hal-hal fun yang kualami sehari-hari. Karena jujur, aku merasa politik bukan ekspertiseku. Kadang juga capek lihat timeline yang isinya debat kusir soal siapa yang benar, siapa yang salah. Tapi, sejak malam demo 28 Agustus kemarin, hatiku rasanya terlalu marah untuk tetap diam. Seorang anak yang sama sekali gak bersalah harus kehilangan nyawanya sia-sia, dengan cara yang gak manusiawi. Dan ini bukan sekadar headline berita yang bisa kita skip lalu…

  • Info

    Gantian Dong! Dari IUD ke Vasektomi

    Haiiii! Kali ini aku mau bahas topik yang kata sebagian orang tabu tapi sebenernya penting banget buat dibahas. Vasektomi. Yes, kamu gak salah baca, kontrasepsi buat laki-laki. Jadi gini, Capek deh Kalau Perempuan Terus yang Effort Selama ini, project bikin anak tuh rasanya udah jadi full-time job buat perempuan. Mulai dari promil, hamil 9 bulan, taruhan nyawa waktu lahiran, terus masih lanjut maraton begadang ngurus bayi dan nyusuin. Eh giliran program mencegah anak, kok ya perempuan lagi yang harus effort. KZL gak sih? Aku sendiri udah pake IUD hampir 5 tahun. Dan jujur, makin lama makin gak nyaman, based on pengalamanku ya ini. Akhirnya aku ngomong sama suami, “Masa sih,…

  • Uncategorized

    Ditolak Bukan Berarti Gagal

    Hey kamu, yang baru aja dighosting, gagal interview, atau merasa hidup kog belok ke jalur yang gak kamu pesen. Tarik napas dulu… Jangan buru-buru sedih. Penolakan bukanlah selalu berarti akhir dunia, bisa jadi itu pintu darurat dari Tuhan. Bukan karena kamu gak cukup baik, tapi karena Dia lagi jaga kamu. Serius. Kadang kita sayang, tapi buta. Cinta memang bikin mabuk sih. Tiba-tiba red flag kelihatan kayak lampu disco, dijogetin aja. Keheningan kita ubah jadi harapan, dan luka malah kita kasih nama pengorbanan cinta, halah. Tapi jujur aja, makin kita terikat secara emosional, makin kabur kemampuan kita buat berpikir logis. Kita gak mau lihat fakta, kita hanya mau percaya imajinasi indah…

  • Relationship

    Talk It Out: Why Communication Matters in Marriage

    Let’s be real, relationships aren’t always sunshine and cuddles on the couch. There are days when everything clicks, and there are days when even asking “What’s for dinner ?” feels like stepping on a landmine. But more often than not, when marriages start to feel heavy, distant, or tense, the root of the problem boils down to one thing: communication. Not just talking, but really talking, honestly, openly, and kindly. Poor communication is sneaky. It doesn’t always show up as shouting matches or silent treatments. Sometimes it looks like avoiding thought conversations, brushing off how we really feel, or assuming our partner “should just know” what’s bothering us. Over time,…