Selamat siang Ibu, bagaimana kabar panjenengan?
Di sini saya selalu mendoakan Ibu selalu sehat dan bahagia. Seperti saya selalu mendoakan mas.
Ibu memang cantik, ibu saya juga cantik. Saya selalu mengagumi mata cokelat ibu, yang ibu wariskan pada anak lelaki panjenengan. Ibu pasti bangga nggih punya anak lelaki seganteng mas, saya juga bangga bu tiap digandeng mas kemana-mana. Hehehehe…
Ibu pasti kaget ya waktu pertama kali melihat kaki saya ada tatonya, tato anjing pula. Tenang bu, tato itu wujud kecintaan saya pada seni, bukan berarti saya preman terminal, walau saya kerjanya di bis. Anak ibu juga suka bis kan? Berarti kami cocok nggih bu? saling melengkapi. Saya perempuan baik-baik kog bu. Perempuan yang sangat sayang sama anak ibu.
Ibu, kapan saya diajarin masak? Saya pengen kaya ibu yang bisa mengurus rumah dengan baik, bisa menyediakan sarapan setiap pagi untuk suami dan anak-anak. Ajari saya ya bu, biar mas bahagia dan cinta terus sama saya.
Kalau banyak orang gak cocok sama ibu mertuanya, semoga kita kompak selalu ya bu. Kalo ada yang ibu gak suka dari saya bilang saja, jangan dipendam bu, semua bisa kita obrolin baik-baik. Saya gak mau bikin mas memilih saya atau ibu, tapi mas berhak mendapat kasih saya dari kita berdua bu.
Terima kasih untuk sambutan baik dan kasih sayangnya ya bu. Ibu sudah saya anggap ibu saya sendiri, semoga ibu juga menganggap saya seperti anak, dan semoga status saya sebagai menantu ibu bisa disegerakan (ups!).
Salam hangat dari (calon) menantumu.
ANG
