Uncategorized

Pesan Ibu

Hai sayang, anak-anak ibu..

Jika kalian membaca surat ini, berarti kalian sedang membaca seluruh tulisan ibu ya.
Ah ibu malu, tulisan ibu yang terkadang berlebihan tentang isi hati dan pengalaman hidup ibu. Juga tentang betapa ibu mencintai bapak dan tergila-gila padanya.

Hai Antonia Renjana Saputra,

Kamu sudah dewasa. Bagaimana kabar dengan pacarmu sekarang? Ibu tidak pernah melarangmu untuk berpacaran, namun berpacaranlah yang baik. Bunda rasa dia anak yang baik, ya tapi ibu tidak tahu dalam hatinya. Ikuti kata hatimu sayang, hati yang menuntunmu. Jika dalam hubunganmu kamu pernah menangis, nikmatilah sebagai suatu proses. Tidak ada bahagia yang selamanya, sayang. Dalam sebuah hubungan pasti ada kalanya kamu tidak bahagia. Bertahan bukan hanya karena kamu takut untuk sendiri, tapi karena kamu tahu dia patut dipertahankan. Lalu masalah menunggu, menunggu terlalu lama akan membuatmu lelah. Ibu pernah merasakan itu. Tapi di balik kata menunggu, di akhir nanti akan ada sesuatu yang indah untukmu, seperti ketika akhirnya ibu bertemu bapakmu. Percayalah.

Sayang, kamu adalah perempuan cantik, manis, dan cerdas. Pria mana yang tidak mau denganmu? Jangan pernah merasa tidak percaya diri dan tidak berarti untuk seseorang. Jika seseorang itu lebih memilih orang lain selain dirimu, maka sesungguhnya dia tidak melihat berlian yang berharga di hatimu. Namun, jangan pula terlalu percaya diri dan menjadi sombong, itu bukanlah sikap perempuan yang sesungguhnya.

Renjana, semoga kamu mendapatkan pria yang benar-benar mencintaimu, menyayangimu apa adanya. Seperti cinta bapak kepada ibu.
Ibu selalu mendoakanmu. Jika ada yang menyakiti hatimu, Ibulah orang pertama yang maju untuk melindungimu.

Hai Benedictus Bimasena Saputra,

Pasti dari tadi kamu bertanya mengapa ibu tak membuat surat untukmu. Bersabarlah, ada maksud tertentu mengapa kamu juga harus membaca surat di atas. Itu semua agar kamu mengerti tentang seorang perempuan.

Sayang, jika kamu menemukan perempuan yang berhasil mengetuk pintu hatimu, maka nyatakanlah perasaanmu kepadanya. Dan jika perempuan itu menyukaimu, maka jagalah selalu hatinya, seperti bapak selalu menjaga hati ibu. Jangan pernah menyakitinya sedikitpun sayang, ibumu, kakakmu, atau adikmu juga seorang perempuan bukan? Kamu tidak mau kan kami merasakan seperti itu?

Ben, sayangilah dan hormatilah dia yang sudah memberikan hatinya yang begitu rapuh kepadamu. Dan kamu, jika sudah ada seseorang di hatimu, maka tutuplah hatimu untuk perempuan lain. Jadilah lelaki sejati, jika memang kau tidak menyukainya atau menyayanginya lagi, maka selesaikanlah, jangan memberikan dia harapan lebih. Jika seorang menangis karenamu, biarkanlah dia menangis lalu tetaplah di sisinya, menemaninya, jangan kamu tinggalkan begitu saja. Katakanlah apa yang kamu ingin katankan padanya, jangan biarkan dia menebak semuanya. Ada kalanya dia sampai pada titik terlemahnya, ia sudah lelah dengan segalanya, satu-satunya cara temani dia, jangan lari.

Anak lelakiku, ibu tahu kamu akan sangat menghormati seorang perempuan, ibu tahu karena kamu menyayangi ibu. Maka kamu pasti akan menyayangi perempuan yang sudah berhasil mengetuk pintu hatimu.

Anak-anak ibu, akan banyak pelajaran nantinya yang akan kalian dapatkan di dunia luar. Jangan pernah takut untuk menghadapi semuanya, karena akan jadi pengalaman yang berharga bagi kalian. Ingatlah selalu akan Tuhan nak, berpegang teguh pada-Nya, selalu berdoa.

Salam sayang,

Ibu di usia 28 tahun.

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *