Curhat

Masih Menginjak Tanah

Post kali ini saya buat untuk menanggapi orang-orang yang mendadak sombong karena mendadak menjadi sesuatu. Yang miskin mendadak kaya, atau mendadak sukses, mendadak berprestasi, dan hal-hal mendadak lainnya.

Bukannya sirik atau gimana, cuma pengen aja semua orang bisa menyikapi keberhasilannya dengan baik, dengan bersyukur sama Tuhan, dengan berbagi, bukan dengan pamer dengan penuh kesombongan.

Sudah banyak ya kisah orang-orang yang syok dengan keberhasilannya yang mendadak. Anak kampung yang tiba-tiba jadi tenar, trus jadi sombong, lupa asal-usulnya, trus jadi bertingkah aneh. Udah sukses punya karir bagus, trus lupa daratan, maunya cuma gaul sama yang sukses aja, lupa sama temen-temen lama di kampung. Bahkan ada juga legenda malin kundang yang sok lupa sama ibunya karena dia udah sukses di kota, parah banget itu.

Hal-hal kaya gini biasanya terjadi sama orang-orang yang awalnya dari nol banget trus sukses besar, from zero to hero lah istilahnya. Saya gak bilang semuanya begitu sih, tapi memang ada beberapa yang jadi lupa daratan, sombongnya luar biasa. Baru kerja di kantoran gitu aja langsung gaya hidup berubah, pakenya barang-barang branded mahal, gaulnya di tempat mahal-mahal pula. Baru jadi cameo aja langsung merasa tenar, gaulnya sama artis-artis doang, dan banyak contoh kasus lainnya yang males saya sebutin.

Dan yang paling parah yang pernah saya denger dengan telinga saya sendiri. Ada bapak yang dulunya miskin, dari keluarga miskin, tapi sekarang bisa sukses besar dan mampu bikin kerajaan bisnis buat anak-anaknya. Boleh sih ya kalo mau bangga dengan pencapaian yang sudah dia dapet sekarang. Saya mengakui kalo dia hebat, dari orang yang gak punya apa-apa jadi punya segalanya. Tapi gak perlu lah ya, trus pamerin hartanya, kesuksesannya kemana-mana, apalagi sampai bilang “Kekayaan saya itu gak akan pernah abis sampai tujuh turunan sekalipun”. Duh. bingung nanggepinnya.

Buat semua teman, kekasih, sahabat, sodara, yang sekarang sedang mencapai kesuksesan. Selamat, kita boleh berbangga dengan kesuksesan kita masing-masing. Tapi gak perlu lah kita musti sombong. Tetaplah menginjak tanah, jangan silau, jangan terlalu tinggi terbang, nanti sakit lho kalo tiba-tiba jatuh. Justru lebih baik kita beryukur sama Tuhan buat semua kesuksesan yang kita alami. Semua ini gak akan bisa terjadi kog tanpa seizin Tuhan. Kalo kita sombong, kalo kesuksesannya dicabut lagi sama Tuhan gimana?

Jika suatu saat nanti aku melihatmu sukses dan naik mobil mewah, aku hanya bisa menundukkan kepala.. karena aku.. naik HELIKOPTER.

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *