Curhat

Cinta Tak Direstui

Berbahagialah saya lahir di keluarga yang sangat demokrat. Bukan.. ini bukan membahas nama partai yaaa. Yang saya maksud di sini, keluarga yang sehat, keluarga yang masing-masing anggotanya punya hak ‘bicara’. Bukan melulu anak yang harus menerima doktrin mentah-mentah dari orang tuanya.

Orang tua saya adalah orang tua yang sangat open-minded, mungkin karena usia mereka yang tidak terpaut jauh dengan saya, anaknya. Saya dan ibu saya terpaut usia 22 tahun, dan kami layaknya sahabat.

Dari mulai ABG, ketika saya mulai bisa tertarik dengan lawan jenis, dan.. pacaran. Orang tua saya gak pernah melarang sekalipun, walaupun saat itu saya masih kelas 2 SMP. Dari kecil saya memang selalu diberi kebebasan dalam hal apapun, saya melakukan apa yang saya mau. Tentunya kebebasan yang ada limitnya yaa, kebebasan yang bertanggungjawab.

Tapi ternyata banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung saya. Banyak dari teman-teman saya yang ‘love life’nya sad ending melulu gara-gara orang tua yang selalu ikut campur aka cinta yang tidak direstui.

Saya setuju kog dengan istilah ‘orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya’ atau ‘feeling orang tua itu tepat’. Kalo dilarang dengan alasan masih SMP, ayo sekolah dulu, belajar yang rajin, jangan pacaran. Atau ketakutan orang tua yang anak gadisnya pacaran sama preman, saya masih bisa mengerti. Dan hak orang tua sih.

Tapi, kalo dilarang pacaran karena pacar anaknya itu ternyata anak dari mantan si ibu waktu muda, atau karena pacar anaknya berasal dari keluarga miskin, keluarga biasa-biasa saja, bukan keluarga ningrat, karena pacar anaknya bukan sarjana, hehhhhhhh… How STUPID!!!!!

Menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Memangnya kalo menikah sama Sarjana udah pasti itu yang terbaik? Memangnya kalo menikah dengan yang KAYA, sudah pasti bahagia???

Cinta itu layaknya rumah. Tempat tujuan untuk pulang. Tak peduli seperti apa rumah kita, ke manapun kita pergi pasti kita akan kembali. Itulah rumah. Itulah cinta.

Lalu bagaimana kalo cinta kita terhalang restu orang tua? Renungkanlah, pantaskah cintamu diperjuangkan? Kalo iya, BERJUANGLAH. Segala sesuatu butuh perjuangan kan? Berjuanglah untuk cintamu, untuk kebahagiaanmu. Yang paling tahu yang terbaik untuk dirimu ya kamu sendiri!

Ang_

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *