Uncategorized

Dear Good Man

Dear my good man,

Tujuh hari sebelum hari ulang tahunku tiba, ada surat yang perlu kamu baca. Jutaan detik telah kubagi denganmu. Sebanyak itu pula rasa yang terlahir saat dua pola pikir kita mulai beradu. Bicara ini itu, sampai lupa waktu. Aku ingat jelas, dulu kita hanya punya satu topik untuk diutarakan. Topik yang selalu menarik dan mengusik. Mungkin kata “pembawa damai” adalah awal pertemuan dari persahabatan yang kita jalankan. Meskipun waktu itu kita belum bertemu, masih hanya lewat tegur menegur dengan kata lewat media sosial yang mendekatkan kita, tapi rasanya aku senang memiliki cerita untuk dibagi bersama.

Sebenarnya dulu pun kita belum sedekat sekarang. FB Messenger yang paling berperan mendekatkan kita, iya kan? Dari FB Messenger kita mulai berganti ke ranah Whatsapp. Tujuh belas jam jemari kita seperti tak berhenti asik berkomunikasi. Solo dan Mlati, seperti tidak ada jarak untuk menghentikan kita berbagi. Mungkin kamu sahabat jarak jauh yang paling terasa dekat. Sejuta pertanyaan dan perhatian yang kamu kirimkan rasanya seperti beneran. Aku paling suka saat dua hati kita mulai bercerita. Rasanya tak ada batasan dunia. Dan aku selalu kagum dengan cara berpikirmu, cara menasehati aku dan caramu menguatkanku. Aku ingat setiap masa sulit yang suka melilit pikiran kita berdua. Banyak doa mungkin benar jalan keluarnya, tapi dukungan dan obrolan yang terselip bahan untuk ditertawakan juga obat penceria hati yang kita hadiahkan.

Mas, aku kangen sekali. Kali ini aku gantian yang membunuh gengsi, karena rindu ini sudah pada puncaknya dan nyaris mau meletus lagi. Aku kangen main-main ke kota tempatku menuntut ilmu. Aku kangen Mie Thoyonk Sagan yang dulu selalu jadi obat pereda hati. Aku kangen nongkrong di Malioboro ditemeni para pengamen sambil nyanyi lagu-lagu Sheila on 7 sampai jam 3 pagi. Aku kangen naik trans Jogja keliling kota lalu turun di Gembira Loka. Aku kangen di-read doang wasapnya sama kamu, mas. Kamu juga pasti kangen di-brb-in sama aku trus lama gak nongol-nongol lagi. Hahaha… Kangen hal-hal sepele yang justru membuatku tak berhenti senyam-senyum memikirkannya. Kalo hapeku tak berkuota, mungkin kamu orang pertama yang paling kurindukan, karena menelponmu saja aku tidak punya keberanian. Ah sudahlah, lama-lama kamu bisa ke-geer-an terbang nyangkut ke jemuran orang.

Mas, I just wanna tell you something. You’re my good man. I never let everyone break your heart. Jangan pernah sedih-sedih, aku kirim sejuta pelukan dari sini. I heart you mas! Thank you for being there when no one can understand me. 

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *