Uncategorized

Aksara Cinta Buatmu

Ini bukan puisi, bukan juga syair. Aku beri tahu, ini hanya rangkaian kata – tulisan biasa. Karena ratusan frasa ini tidak akan pernah menjadi lebih spesial dari omelanmu mengingatkan aku sarapan dan menjaga kesehatan, juga cintaku ke kamu.

Sudah tergambar di kepalaku sebuah sketsa; kamu duduk menghadap layar handphonemu dengan kerutan kening, mata indah, senyuman itu – saat kamu baca ini. Aku gak akan bertele-tele dan membuat tulisan ini jadi menye-menye seperti puisi cinta. Aku akan membuatnya cukup singkat setidaknya dibandingkan cintaku ke kamu, lagi-lagi.

Tulisan ini bukan tentang segala yang sudah kamu lakukan untukku. Bukan juga cintamu ke aku. Mengenai itu tentu kamu lebih tahu. Tapi ini tentang yang kamu gak tahu, karena aku gak pernah memberitahumu, siapa kamu di mataku.

Betapa sebenarnya hampir setahun belakangan ini aku telah terlalala yeyeye olehmu. Di antara segala hati yang pernah aku singgahi, hanya kamu dan DIA yang membuatku merasa aman. Bagiku, kamu adalah rumah; tempat aku selalu pulang.

Kamu adalah orang paling misterius di dunia. Sepertinya baru sebulan lalu kamu menjadi sosok asing yang jauh dari jangkauanku, tapi kini kamu begitu dekat, begitu nyata. Kamu terlalu istimewa untuk bisa kudekati. Bahkan dulu aku tidak pernah berani membayangkan kita bisa sedekat ini. Kita duduk semeja, melempar tawa, berdoa bersama.

Aku selalu kagum padamu. Kamu seperti superhero buatku. Superman, Iron Man, Batman, bahkan Doraemon pun kalah sama kamu. Aku gak pernah melihat serial superhero berjuang membesarkan, mendidik, menafkahi 2 anak lucu menggemaskan sendirian. Sungguh kamu adalah superhero ganteng, baik hati, dan penuh cinta.

Buatku kamu koki sop ayam dan bakwan ternikmat. Kamu ojek ndalban yang buta arah dengan klakson paling nyolot. Kamu papa paling bawel tapi perhatian. Kamu malaikat tanpa sayap yang selalu sigap melindungiku, menuntunku juga mengangkatku saat aku jatuh, ketika aku takut berjalan lagi. Kamu adalah dunia dan surgaku.

Kamu dan aku – kita – mungkin gak saling bersuara. Karena sesungguhnya hanya kamu dan aku yang mampu berbicara tanpa aksara. Sebab kita selalu bicara dengan hati, merapal cinta.

Semoga cintaku selalu menguatkanmu, semoga doaku memudahkan segala langkahmu.

Hari Minggu masih empat hari lagi.

Dari aku – the one who did, do, and will always love you the most.

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *