Ini cerita tentang 3 monster yang berwujud anjing, sebut saja mereka gerombolan siberat, karena berjumlah 3 ekor dan cukup mengerikan.
Yang tertua berjenis kelamin betina. Sejak kecil dipanggil “genting” karena sifat dan sikapnya memang genting alias rawan alias nakal. Dia adalah sumber kekacauan dan kebangkrutan di dalam rumah kami. Sudah berpuluh2 sandal jepit dia luluh lantakkan. BUkan hanya sandal jepit swallow yang murah itu, tapi sandal2 bermerk yang belinya aja pake nabung dulu, dalam sekejab udah putus, rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Bukan cuma itu, dari kepingan CD, remote TV, kursi tamu, semua digigit, ada yang hancur berantakan, ada yang cuma cacat. Sudah tak bisa dihitung berapa kerugian yang kami alami atas tidak berfungsinya lagi barang2 itu. Sepertinya nama GENTING adalah KUTUKAN baginya, karena nakalnya gak ilang2 sampe dia beranjak gede saat ini.
Kedua, namanya gentong.
Sifatnya sebenarnya masih lebih sopan daripada si genting, gak suka merusak barang. TApi… galaknya minta ampun, paling gak suka kalo ada orang asing dateng ke rumah, pastilah menggonggong tiada akhir… Orang lewat depan rumah aja dikejar. Akibat ulah galak si gentong ini, anak tetangga yang biasanya pulang TPA jalan kaki, sekarang pada dijemput orang tuanya, trauma dikejar sama gentong, hwakakakaka…
NAma ini juga kutukan, karena ana tetangga panggilannya gentong juga, dan galak juga…
Siang itu, cucu si budhe gentong (tetanggaku itu red) pulang jalan kaki. Pas lewat depan rumah menggonggonglah si gentong dengan dahsyat. Si cucu pulang berlari sambil nangis ketakutan. MArahlah si budhe gentong sama anjingku “gentong”. Duh, kejadian yang sangat menggelikan, gentong si manusia memarahi gentong anjingku. Aku jadi bingung mau gimana, mau manggil anjingku suruh berhenti menggonggong, “tong… nanti malah budhenya makin marah? so complicated, huekekekekekeke…
SI bungsu, baru datang 10 Agustus lalu, umurnya baru jalan 3 bulan, tapi badannya hampir sama kaya genting yang udah 10 bulan.
Kuberi nama BEJO, maksud hati supaya dia selalu beruntung sebagai anjing, biar lebih keren kupanggil “bebe”.
Memang beruntung, sejak kehadirannya dia menjadi penguasa rumah, gentong dan genting jadi pendiam gara2 dia, gak nakal lagi. Sempat bersyukur karena 2 anjingku sebelumnya udah jadi alim setelah kedatangan bebe. TApi ternyata… bebe lebih nakal daripada mereka berdua, benar2 monster. Bukan cuma barang2 yang digigit, tangan, perut, punggung juga jadi sasaran nikmat gigitannya. MAkannya juga rakus banget. Semua kenakalan gentong dan genting ada sama si bebe, gak ada manis2nya sama sekali. PAling bebe bersikap manis kalo lagi minta makan doang, ya ampun… bener2 MONSTER mengerikan…
DAn tiga monster itu tetap kupelihara sampai sekarang…


