Facebook.
Menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh.
Kita pernah dipisahkan jarak.
Memaksa kita menjauh, larut dengan kesibukan masing-masing, melupakan cinta yang pernah tumbuh. Cinta yang belum sempat tersampaikan.
Dan teknologi kini mempertemukan kita kembali, apakah cinta itu masih tersisa?
Sudah 9 tahun sejak saat itu.
Waktu telah mengubah segalanya. Statusmu, statusku, cinta, dan usia kita.
Kukira kamu sudah lupa. Ternyata aku salah.
Pertemuan kita di warung fotokopi, gaya bercandamu, yang langsung menimbulkan rasa suka di hatiku. Ah… dulu kita pernah sedekat itu. Kenapa kita selalu terlambat bertemu?
Terima kasih untuk setiap nostalgia manis yang kembali kamu bangkitkan. Membuatku tersipu.
Tomang – Cikarang. Bukan jarak yang dekat, perjalanan melelahkan di akhir pekan disertai kemacetan. Tapi kamu tetap datang, menemuiku, bersama teman-teman.
Ada cinta yang tercipta memang hanya sekedar untuk dinikmati, dirasakan, tanpa harus dimiliki. Mungkin salah satunya cintaku dulu padamu.
Aku sudah cukup bahagia dengan menemukanmu. Aku tidak perlu memilikimu, dan memang tidak bisa. Kamu sudah tak sendiri.
Terima kasih sudah pernah menghadirkan bahagia. Aku sudah cukup bahagia dengan pertemanan kita saat ini. Jangan menghilang lagi.
ANG


