Uncategorized

Belajar dari Mak Tun

Hari minggu kemarin saya dapet tugas bawain firman buat kebaktian remaja. Tema yang diberikan ke saya “Berani Menderita”. Mungkin disesuaikan dengan minggu palem. Karena minggu ini masa penderitaan Yesus, disalib, dan akhirnya besok Jumat Agung mati di kayu Salib.

Kebetulan sekali saya baru dapet kabar mengenai Mak Tun. Saya gak mau memberikan sesuatu yang berat sama anak-anak remaja. Dan saya mencoba menceritakan siapa Mak Tun.

Mak Tun seorang pemulung dan homeless, tapi dia memelihara dan menyayangi ke-16 anjingnya sepenuh hatinya, seluruh jiwa raga dan hatinya. Mak Tun bisa saja menggelandang sendirian, meninggalkan anjing2nya, atau bahkan menjualnya untuk tambahan uang. Tapi Mak Tun TIDAK melakukan itu. She loves her dogs so much. Dia rela menjual semua harta bendanya untuk menghidupi anjing-anjingnya. Cinta yang begitu tulus dan luar biasa.

Jika kita ingin belajar meneladani Tuhan yang begitu mengasihi kita. Belajarlah dari mak Tun. Dia rela hidup berkekurangan demi menghidupi 16 ekor anjingnya. Mak Tun tulus, sepenuh hatinya, tanpa modus, tidak butuh imbalan, apalagi pujian.

Kalau kamu menyombongkan kesuksesanmu, gaji besarmu, harta bendamu, atau bahkan harta orang tuamu. Malukan kalian sama Mak Tun????

Sudah berbuat apa kalian untuk orang lain dengan kekayaanmu?

Orang dengan harta berlebih memberi itu biasa. Tapi orang miskin berkekurangan tetap mau memberi itu luar biasa.

Berbuat baik tidak akan membuatmu jatuh miskin. Itu berlaku, bahkan untuk Mak Tun sekalipun. 16 anjingnya adalah kekayaannya, kebahagiaanya, yang tidak terbeli oleh apapun.

Jangan takut menderita karena berbuat baik. Tuhan ada.

Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku.
Mazmur 118: 13

Ang

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *