Curhat

Hobi Para Emak Rumpi yang Mengancam Generasi Masa Depan

Salah satu hal paling gak penting dan menyebalkan di dunia ini adalah ibu-ibu yang hobi saling pamer dan banding-bandingin anaknya masing-masing.

Kalian pernah ngalamin gak? Di lingkungan rumahku yang masih wilayah dusun ini banyak ibu-ibu gak etis dan nyolot yang hobinya kaya begitu. Dan aku salah satu korbannya…

Waktu aku SD, perbandingan yang sering aku denger adalah “anakmu ranking berapa? Itu udah semacam hal rutin yang aku denger setiap penerimaan raport. Para mama yang anaknya ranking pasti langsung bangga luar biasa pamer sana sini, trus ibu-ibu lenjeh lainnya dengan palsu ikutan memuji walau dalam hati bete anaknya gak ranking dan gak bisa dipamerin. Kasihan aja sih anak-anak dinilai kehebatannya hanya dari deretan angka di raport dan ranking! Pandai bukan sekedar ranking, setiap anak punya talentanya masing-masing lho Bu.. Anak yang gak juara di kelasnya bukan berarti bodoh dan gak pantas dibanggakan. Siapa tau mereka jago gambar dan kelak jadi desainer grafis handal, atau pinter nyanyi trus jadi penyanyi internasional? Itu juga prestasi yang membanggakan.

Lulus kelas 6 SD, yang dibahas gantian angka NEM dan masuk SMP mana? Para ibu yang anaknya lulus dengan NEM fantastis dan bisa masuk SMP Favorit langsung berkoar ke seantero nusantara. Yah, lagi-lagi persaingan prestasi anak. Kadang ibu-ibu itu mikir gak sih? Sebenernya anak mereka temenan, baik-baik aja. Tapi karena keseringan dibanding-bandingin mereka secara gak langsung jadi saingan gak sehat, saling sebel, kan kasihan anaknya…

Dan emak-emak itu gak akan berhenti saling bandingin anak masing-masing sepanjang hidup si anak. Masuk SMA mana? Kuliah di mana? Anakmu gak berhasil SPMB (ujian masuk PTN) ya? Anakku keterima di UI lho… 

Fase berlanjut di masa kerja sang anak. Para emak ini gak ada puas-puasnya rupanya. “Anakku keterima di BUMN lho, hebat dia..” Atau, sekarang anakku jadi PNS, anakmu masih pengangguran ya?”

Efek buruk dari persaingan para emak ini adalah.. Emak yang anaknya kalah saing dari anak emak yang lainnya pasti akan bete karena “kalah” dan ujung-ujungnya ngepush si anak untuk lebih berprestasi supaya bisa dipamerin ke emak-emak yang lain. Dan membuat si anak tertekan karena kesusahan menuruti mau emaknya.

Tuh kan, apa aku bilang. Generasi bangsa ini terancam dengan kehadiran para emak rempong ini. Semua anak pasti mau dan sangat ingin menyenangkan hati orang tuanya kog. Salah satunya dengan menuruti kehendak si emak untuk berprestasi cuma buat dipamerin. Iya kalo si anak memang bisa dapet ranking, bisa masuk sekolah dan kampus unggulan, bisa bekerja di perusahaan terkenal, kalo gak bisa?

Dear para emak rumpi,
Jika anak-anakmu gak ranking tiap rapotan, gak bisa masuk sekolah maupun universitas unggulan, bukan berarti dia bodoh lho. Bukan berarti mereka tidak berprestasi dan tidak bisa dibanggakan. Coba kenali anakmu lebih lagi, dia pasti punya potensi lain yang bisa dikembangkan dan membuat kalian bangga. Orang-orang hebat dan terkenal itu gak semuanya pernah ranking 1 dan sekolah di sekolah unggulan.

Jika anakmu kerja di tempat yang menurut kalian biasa aja, atau bahkan gak kerja dan memilih berwirausaha, jangan push anakmu. Bekerja itu mencari passion Mak, bukan sekedar prestige dan uang. Kalo anakmu nyaman dan happy dengan pekerjaannya harusnya kalian bangga. Bekerja di manapun toh kalian tidak merugi. Wirausaha juga bukan suatu kejahatan. Gak semua anak suka jadi buruh Mak, lebih enak punya usaha sendiri kali, bisa menentukan pekerjaannya sendiri, walaupun harus dimulai dari nol.

Cuma mau ngingetin aja, anak kalian bukan boneka hidup atau robot yang bisa kalian atur sesuai standar kalian yang kadang gak masuk akal. Apalagi cuma untuk dijadiin objek perbandingan. Anak kalian punya hak untuk menentukan jalan hidupnya, apa minat mereka, ke mana akan melangkah. Iya, orang tua berhak mengarahkan, tapi jangan maksa dan banding-bandingin sama anak lain!

Hmmmmm…
Ini termasuk curhat sih. Kalian pernah ngalamin kaya gini gak? Sampe seperempat abad umurku, nasibku masih sama, dibanding-bandingin sama anak lain walau pertanyaannya sekarang beda…

“ABCD udah nikah lho.. kamu kapan?”

Sekian.

Ang.

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *