Uncategorized

“Duluan ya Miss…”

“Duluan ya Miss..” 
adalah kalimat keramat yang diucapkan oleh sebagian besar karyawan atau anak magang baru di kantor saya.

Di tempat kerja saya yang gak terlalu banyak SDMnya, kita terbiasa dengan budaya pulang bersama. Maksudnya, bareng-bareng beresin barang pribadi, matiin komputer, lampu, AC, kunciiin semua pintu, tutup pagar, baru deh cuss bubar jalan. Kita gak akan pulang duluan kalau bukan karena ada suatu keperluan. Kita terbiasa menunggu semuanya beres baru bubar bareng-bareng. Nungguin pembawa kunci selesai kunciin pintu, nungguin temen yang belum dijemput, sampai jajan martabak dulu di sebelah.

Jam pulang kerja memang jam 6 sore, bukan berarti jam 6 tet kita harus langsung cabut secepat mungkin dari kantor kan? Tempat kerja saya memang sudah seperti keluarga. Bahkan bos sudah kami anggap seperti mami papi sendiri.

Tapi ketika ada anak baru di kantor, pasti kalimat “Duluan ya Miss..” itu muncul lagi. Kalimat keramat yang tabu diucapkan. Hahaha…

Karyawan baru mungkin belum terlalu nyaman dengan komunitas kami, belum terlalu betah, atau memang gak suka kebersamaan. Tiap menjelang jam 6 sore, ketika yang lain masih beres-beres, atau bahkan matiin komputernya aja belum, si anak baru udah nenteng tas dan siap-siap terbang pulang sambil bilang… “Duluan ya Miss!”

Ada anak baru yang akhirnya bisa beradaptasi dan gak pulang duluan sambil mengatakan kalimat sakral itu lagi, ada anak baru juga yang tetep pulang duluan seolah pengen buru-buru bebas dari penjara kantor, ada anak baru yang belum tau, kelak dia berubah atau tidak karena baru seminggu, hehehe…

Tapi gak semua anak baru begitu sih. Ada juga yang bisa langsung ngeblend dan menempatkan diri dengan baik. Biasanya anak baru yang kaya gini IQ dan EQnya seimbang.

Salam Damai.

Ang.

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *