Oke,,
Kali ini saya mau cerita salah satu “kepepet story” saya kepada teman, dan maaf kalo kali ini masih tidak jauh2 dari makanan 🙂
Kala itu saya libur, dan sendirian di rumah. Niat hati ingin bercinta dengan kompi seharian namun apa daya, mas hanung aka pacar saya datang dan tiba2 saja mati listrik. Nah, jauh sudah dari rencana awal.
Detik demi detik berlalu, gelap sepi karena listrik mati. Hal pertama yang saya lakukan ketika memastikan memang benar mati listrik (bukan sekedar njegleg, keren kan istilahnya?) adalah MANDI. Ya, memang saat itu terlalu pagi bagi saya untuk mandi (jam 10 pagi, masih pagi kan?). Kenapa harus segera mandi? karena takut kehabisan air tandon, mau mandi pake apa???
Selesai mandi dan berpakaian, sempet setengah jam’an ketiduran lah, kasihan mas hanung saya biarkan bergaul dengan anjing2 kami, wkwkwkwkw… Dan dapat dipastikan bahwa saat itu kami kelaparan, belum sarapan, dan tidak uang buat jajan.
Kita pengen masak (itu hobi kita berdua), masa yang kekyan tapi gak kuat beli bahan, preeettt… Karena kepepet itu tadi, udangnya kami ganti dengan gurameh. Gurameh kan juga mahal??? Tenang.. di kolam belakang rumah saya banyak gurameh. Akhirnya satu jam kita habiskan untuk mancing gurameh, taraaaaa… dapet 2 ekor. Dan perjalanan masih panjang sodara…
Inilah nasib kepepeters tak punya uang, gurameh itu kami tumbuk sendiri, manual!!! Bukan digiling ke tukang giling, bukan pula diblender (listriknya siapa???). Gempor deh tangan ini menumbuk gurameh yang guede2 itu… Tapi tak apalah selama kami lakukan berdua, hueeeksss :p
Sebenernya masih banyak halang rintang yang kami alami lho, dari tepung kanji yang gresek2, telur yang cuma ada 1, sampe kurang garem, semua bisa kami lalui dengan penuh iman. Dan finally, terwujud juga kekyan gurameh ala chef hanung + angga. 🙂


